Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Perebutan Kekuasaan


__ADS_3

Hardi dan Sahara menatap kepergian Lembayung bersama Bi Irah dan Idzam, Lembayung terlihat terus menoleh ke arah mereka berdua.


Terlihat dari kedua mata nya, gadis kecil itu tampak sedih karena apakah masih bisa bertemu dengan kedua orang tua nya atau tidak.


"Apakah, di masa depan ada cerita tentang saya dan Lembayung? " Tanya Hardi.


"Tidak ada Bang, dan di masa depan Nenek Lembayung tidak menceritakan ini." Jawab Sahara.


"Bang, apakah Abang siap suatu saat apa yang terjadi? "


"Perpisahan ini, Abang berharap masih bisa bertemu dengan nya lagi walau untuk terakhir kali nya. "


"Kapten, seperti nya kita harus bergegas karena ada sesuatu yang mencurigakan." Ucap Ilham.


Hardi pun dengan segera memegang tangan Sahara dan berjalan bergegas meninggalkan stasiun.


Di dalam kereta Lembayung terus memeluk boneka beruang nya, menatap ke luar jendela untuk melihat pemandangan yang di lintasi kereta yang di tumpangi nya.


"Paman, nanti disana apa kita tidak lagi melihat baku tembak? " Tanya Lembayung


"Tidak, karena di sana justru tempat yang aman. " Jawab Idzam.


"Apakah Ayah dan Ibu akan menyusul? Mereka pasti menyusul kan? "Ucap Lembayung.


" Mereka pasti akan menyusul. "


"Bohong, kata Ayah pernah bilang bila suatu saat berpisah nyawa Ayah terancam, bahkan Ibu tidak akan ikut bersama Lembayung. Ayah pernah bilang, jangan pernah meneteskan air mata bila suatu saat Lembayung tidak pernah bertemu dengan Ayah lagi. Kalau dalam 3 tahun Lembayung tidak pernah melihat atau bertemu dengan Ayah, berarti Ayah telah gugur, dan berkata jangan pernah cari Ibu. "


Idzam dan Bi Irah hanya diam menatap Lembayung yang kini kembali menatap pemandangan di luar, tidak ada kata menangis namun yakin hati nya pasti sedih.


*****


Sahara membuka buku biografi tersebut, dan membaca kembali kelanjutan nya, dan ada sebuah kata - kata yang membuat Sahara bingung.


Singa akan membunuh kancil


"Maksud nya apa ini Bang? "


Hardi membaca biografi tersebut, terbaca sebuah kata yang tidak asing bagi Hardi dengar di telinga nya.


"Singa akan membunuh Kancil? "


"Kamu harus tahu, saya akan melindungi Lembayung, cinta saya ini akan membuat Singa itu akan membunuh Kancil, kamu tahu Kancil itu adalah kamu, singa itu adalah saya. Sebelum kamu membawa Lembayung, saya akan habisi kamu, atau saya dan Lembayung mati di tangan kamu. "


"Apakah kematian Kinanti bukan karena sakit?"


"Maksud nya, Abang yang akan menghabisi nyawa Kinanti? "


"Iya."

__ADS_1


"Tapi disini dia sakit. "


"Seperti nya itu kabar yang bukan sebenarnya, mungkin jasad nya tidak di temukan atau? "


"Atau apa Bang? "


"Dalam sejarah itu kamu yang di maksud menemani Lembayung setelah saya meninggal dunia. "


"Saya? "


"Iya, apa disana tidak ada hal atau sesuatu yang berhubungan dengan ini semua? "


"Seperti nya anak Abang merasakan sesuatu yang berhubungan dengan masa sekarang."


"Tidak salah, kamu reinkarnasi Kinanti. Kamu yang akan melindungi Lembayung setelah saya gugur. "


"Bulan depan sudah awal tahun, berarti insiden berdarah itu tinggal beberapa bulan lagi, dan kejadian nya sebelum nya. "


"Apa di buku ada tanggal dimana saya akan menghabisi Kinanti? "


Sahara mencoba membuka buku tersebut lagi namun semua nya tidak ada hingga Sahara dan Hardi membuka buku tersebut berkali - kali.


"Katanya cinta sejati, kenapa menghabisi nyawa istri sendiri? "


"Abang belum tahu. "


****


"Kapten, seperti nya kita berangkat kan putri Kapten tindakan berbahaya, Jenderal Federick telah menduduki wilayah H, Jenderal Smith kalah sekarang. " Ucap Abas.


"Apakah kita harus senang atau kita masih bersedih? " Ucap Alif.


"Kita masih di jajah, lebih baik kita segera bergegas pergi karena mereka masih mengincar kita. "


*****


Aaaaaarrrrrrggghhh


Braaaakkk


"Kurang ajar kamu Federick, kamu hancurkan semua nya, saya akan hancurkan kembali." Ucap Jenderal Smith marah.


"Jenderal, keluarga Kapten Hardi telah pergi semua nya. " Ucap anak buah Jenderal Smith.


"Aaaaaarrrrrrggghhh kamu Hardi, ternyata kamu menyembunyikan anak dan cucu saya. Kenapa dari dulu tidak saya tembak kepala kamu, pria satu ini harus di habisi karena selalu menghalangi setiap pergerakan kita."


"Rupa nya, Kapten Hardi pun jadi musuh bangsa nya sendiri, karena dia telah di anggap melindungi Dokter Kinanti, yang semua tahu siapa Kinanti. "


"Saya harus bawa Kinanti dan anak nya ke negara kita, sudah cukup dia melakukan ini semua. Pihak kerajaan sudah menanti kepulangan nya karena Ratu Lauren ingin segera menikah kan dengan pangeran Ardef."

__ADS_1


"Kami akan membantu cari. "


*****


"Kalian belum menemukan Kapten Hardi? " Tanya Jenderal Sulaiman.


"Belum Jenderal, tapi orang terdekat nya sudah kami tangkap. " Ucap salah satu anak buah Jenderal Sulaiman.


"Bagus, semoga saja dengan ini semua berita nya sampai pada nya."


Sersan Baskoro, Letkol Mulyadi, Lettu Ahmad kedua tangan nya di ikat ke atas dengan rantai besi karat. Tubuh mereka bertiga penuh luka cambuk hingga wajah mereka penuh luka lebam akibat sebuah pukulan keras.


"Selamat datang, di gerbang pintu kematian." Sapa Jenderal Smith.


"Itulah akibat selalu menentang saya, kalau kalian tidak menentang, tubuh kalian tidak akan seperti ini. "Ucap Jenderal Smith.


" Sampai nafas ini berhenti kami tidak akan pernah tunduk oleh orang seperti kamu." Ucap Sersan Baskoro.


Hahahahaha


"Berani sekali kamu, anak buah Kapten Hardi memang benar - benar Tentara terpilih. " Ucap Jenderal Smith.


"Seharusnya kamu malu, pendatang tapi ingin menguasai negeri kami, seharusnya kalian semua yang harus tunduk pada kami, karena kami disini memiliki hak apa yang ada di negeri ini. " Ucap Letkol. Mulyadi.


"Apa kalian tidak ingat bagaimana kami membantu bangsa kalian yang kelaparan, apa kalian tidak ingat bangsa kami yang menstabilkan ekonomi negeri ini. "


Cuih


Lettu Ahmad meludah tepat di wajah Jenderal Smith, dengan sapu tangan nya mengelap bekas air liur yang mengenai wajah nya.


"Kami akan ingat, semua nya itu adalah hasil tak tik kalian yang hanya ingin menguasai negeri ini yang kaya akan hasil alam dan tambang nya, dengan akan licik kalian buat dulu rakyat disini menderita. " Ucap Lettu Ahmad.


Hahahaha


"Kalian pun sama, telah di tipu oleh Kapten Hardi yang selalu melindungi istri nya yang sebenarnya adalah musuh bangsa kalian sendiri hahahahah... "


"Kami percaya, di balik semua nya Kapten Hardi ada niat tersendiri. " Ucap Sersan Baskoro.


Jenderal Smith mengambil senjata laras panjang nya, dengan senjata yang siap di arahkan pada mereka bertiga.


"Ada kata - kata terakhir? " Tanya Jenderal Smith.


"Lebih baik kami mati, dari pada menuruti perintah kamu. " Jawab Lettu Ahmad.


Dor


Dor


Dor

__ADS_1


.


.


__ADS_2