
"Sahara, sebaiknya kita terbang sekarang ke kota W, karena ada kabar salah satu warga yang sedang menggali lubang menemukan sebuah fosil manusia bahkan jarak satu meter dari penggalian tersebut ada banyak seperti peninggalan sejarah lain nya. " Ucap Profesor Hasan.
"Kapan kita berangkat? " Tanya Sahara.
"Hari ini juga bersama Tim kita akan kesana." Jawab Profesor Hasan.
"Ok, kalau begitu saya akan siap - siap dulu."
"Oh iya jangan lupa, kamu bawa juga semua laporan kemarin karena itu semua akan saya kirim langsung ke luar negeri untuk di masukan kedalam daftar sejarah dunia."
"Haruskah kita kerja dua sekaligus? "
"Iya, jadi kamu segera bereskan laporan nya."
"Ya.. ya... siap. "
****
"Berapa hari kamu disana? " Tanya Ibu Mike.
"Biasa nya memakan waktu hampir satu bulan untuk mengecek kondisi di sana. Kalau untuk pengecekan lebih lanjut akan bawa Tim ke kantor mungkin satu mingguan, kalau saya kan di lapangan Mami. " Jawab Sahara.
"Mami, mau ijin sama kamu. "
"Ijin kemana Mami? "
"Boleh kan, kalau Mami cuci mata, refresing sejenak dari pada mikirin kamu nggak nikah - nikah. "
"Nah.. tuh Mami lagi encer otak nya. "
Plaaaakkk
Awwwww
"Sakit." Ucap Sahara saat Mami nya memukul lengan nya.
"Kamu itu. "
"Iya, maaf. Mami mau kemana? "
"Mami sama teman - teman arisan, mau jalan - jalan ke luar negeri, dua minggu Mami ke Eropa. "
"Wuih.. mantap bener, banyak duit Ya Mami? " Ucap Sahara sambil menaik turun kan alis nya.
"Banyak lah, nabung. "
"Kalau nggak sibuk sih ikut Mami. "
"Nggak,ini urusan Ibu - ibu happy, dari pada kamu ikut benar - benar nggak happy yang ada Sahara kapan nikah? Mau nggak sama anak Tante. " Ucap Ibu Mike.
"Ini juga sama kali, jeng anak nya yang cewek masih sendiri, Jeng anak nya nggak takut jadi perawan tua. Tetap aja Mami, sampai jalan - jalan ke Eropa juga pembahasan itu nggak akan pernah tertinggal. "
"Ah.. pusing ah.. Mami mau siap - siap. "
__ADS_1
"Selamat senang - senang Mami, kalau ada bule ganteng bawakan satu ya. "
"Benar nih mau Mami bawa satu? "
"Tapi yang Ok. "
"Siap , pasti. Mami bawakan." Ibu dan anak pun saling tertawa hingga masuk kedalam kamar masing - masing untuk bersiap - siap pergi.
*****
"Maaf, tadi ada sedikit gangguan kecil di jalan. " Ucap Menur saat baru sampai di Bandara.
"Sekarang sudah komplit kan Tim kita, tidak menunggu lagi. " Ucap Profesor Hasan.
"Sudah Prof, kita kan hanya berlima. " Ucap Aris.
"By the way mana Sahara? " Tanya Rudi.
"Eh.. iya mana itu anak? " Ucap Aris.
"Nah itu Sahara pakai jaket warna army." Ucap Menur.
"Kamu dari mana saja sih? " Tanya Rudi.
"Ini, habis ke toilet. " Jawab Sahara.
"Bikin kita telat saja. " Ucap Rudi kesal.
"Maaf, kebelet. " Ucap Sahara.
*****
Tentara dan Polisi bekerjasama mengamankan area penemuan fosil manusia dan berbagai benda - benda kuno yang di temukan oleh warga.
Bima pun ikut turun tangan bersama Anggota lain nya untuk membantu mengangkat benda - benda bersejarah lain nya untuk di aman kan.
Di duga terkubur ribuan tahun yang lalu, dengan kondisi sebagian ada yang pecah dan sebagian ada yang utuh.
"Pak Kades, ini nilai nya triliunan kalau ada kolektor benda sejarah yang membeli. " Ucap Bima.
"Begitu Ya Pak, tapi biasa nya ini semua akan di bawa Pak dan mungkin di museum kan untuk di jaga karena kalau tidak ada yang bergerak cepat bisa - bisa ini akan di penjual belikan di pasar gelap, dan banyak kolektor benda - benda kuno yang membeli karena mereka target pasaran nya. " Ucap Pak Kades.
"Dengar - dengar Tim Profesor Hasan sedang dalam perjalanan kemari, Tim nya akan mengecek dari tahun berapa, abad ke berapa." Ucap Pak Kapolsek Prasetya.
"Bisa menjadi cagar budaya ini lokasi, tempat Pak Slamet akan di jadikan tempat wisata purba, bukti nya itu disana di temukan seperti batu - batu bertumpuk rapih seperti bangunan." Ucap Bima.
"Benar, dan Pak Slamet sendiri nggak menyangka kalau tanah kosong nya bisa di temukan ini semua. Padahal ini katanya Tanah warisan." Ucap Pak Kades.
****
Tepat sehabis Isya rombongan Profesor Hasan tiba di rumah Pak Kades, sambutan ramah dari Pak Kades Wahyu dan istri nya Ibu Ningsih menyambut dengan sangat hangat.
Selama di kota W mereka akan tinggal di kampung N dimana tempat di temukan nya benda - benda bersejarah lain nya, dan mereka akan tinggal di rumah Pak Kades.
__ADS_1
"Maaf Pak Kades, untuk fosil Manusia apakah masih disana? " Tanya Sahara.
"Masih Mba, kami tidak berani bawa semua nya jauh dari tempat nya sebelum kalian datang. " Jawab Pak Wahyu.
"Kalau begitu, saya ingin kesana melihat." Ucap Sahara.
"Apa tidak istirahat dulu, lagian di sana di jaga ketat loh. " Ucap Menur.
"Nggak, saya ingin lihat sekarang, kalian istirahat saja dulu karena saya ingin mengecek sekarang. " Ucap Sahara.
"Kita percaya kan sama dia, besok kita lihat sama - samanya, perjalanan darat hampir 5 jam belum juga udara 2 jam. " Ucap Profesor Hasan.
"Kalau begitu saya kesana dulu, mari Pak Wahyu antar saya kesana. " Ucap Sahara.
"Mari mba, naik motor saja ya. "
"Iya boleh. "
****
Sahara dan Pak Wahyu pun sampai di lokasi, terlihat terang lampu di setiap sudut area bahkan penjagaan yang sangat ketat. Tentara dan Polisi menjaga di sekitar lokasi penemuan.
Sahara menerobos masuk police line, dan mendekati benda - benda kuno yang ditemukan. Bahkan membuka sebuah peti yang berisi fosil manusia.
"Seperti nya ini sudah berusia sekitar 1000 tahun, di lihat dari jenis peti nya, bahkan dari benda - benda yang di temukan ini sepeti ada di tempat ibadah atau kuil pada jaman dulu. " Ucap Sahara.
"Berarti ini area tempat ibadah ya? " Ucap Pak Wahyu.
"Benar, mungkin juga ada tempat pemakaman juga karena ini belum di gali semua, besok bisa minta warga sini untuk membantu menggali lagi, kemungkinan masih ada peti mati lagi. " Ucap Sahara.
Saat sedang mengecek kembali, Sahara mendengar suara seperti tak asing buat nya dengan penasaran Sahara mencari suara orang yang sedang berbicara.
Senyum Sahara mengembang saat melihat dari jauh Bima berdiri sambil mengobrol dengan seorang Polisi.
"Bima, ternyata kamu tugas disini. " Ucap pelan Sahara.
"Bima....!!! " Panggil Sahara sambil melambaikan salah satu tangan nya.
Bima yang merasa di panggil seseorang langsung menoleh, dan melihat Sahara yang sedang melambaikan tangan nya.
"Sahara."
Aaaaaarrrrrrrr
Bruuuuggghhh
"Sahara...!!! "
Sahara jatuh terperosok ke bawah, saat tiba - tiba tanah yang dirinya pijak longsor ke bawah.
.
.
__ADS_1
.
.