
Sahara menatap ke arah lapangan bola yang sangat luas, Bima mengulurkan tangan nya tapi Sahara masih menatap tak percaya pada Bima yang katanya mengajak ke tempat romantis.
Bima menarik tangan Sahara dan membawa nya ke tengah lapang Bola dan mengajak nya duduk di atas rumput hijau.
Bima memakai kan jaket nya pada Sahara, karena tahu tubuh Sahara sedang tidak enak badan.
"Suka nggak tempat nya? " Tanya Bima.
"Kita ngapain Bang, duduk di tengah lapangan bola begini. Mana dingin malam - malam, tubuh lagi nggak fit. Mending ada layar tancep, ini mah lihat apaan yang main bola aja nggak ada. "
Tiba - tiba terdengar suara kembang api di atas langit, Sahara melihat ke atas, kembang api yang menghiasi langit malam hingga begitu sangat indah.
"Suka nggak? " Tanya Bima.
"Sayang, ini kamu menyiapkan semua nya buat saya? " Jawab Sahara kembali bertanya.
"Iya, romantis kan? "
"Ah... romantis banget. " Ucap Sahara memeluk tubuh Bima.
"Abang akan ikut kamu pulang nanti, Abang akan melamar kamu terus kita pengajuan nikah. "
"Benar Bang? "
"Iya sayang. "
"Ah... makasih. "
"Nanti mau kan ikut sama Abang? "
"Mau Bang. "
"Nggak apa - apa resign? "
"Kalau suami yang meminta nggak apa - apa."
"Makasih sayang, Abang semakin cinta sama kamu. " Ucap Bima sekilas mengecup bibir Sahara.
"Oh iya, makasih ya kado nya. Bagus. " Ucap Bima sambil menunjukkan jam tangan yang di pakai nya.
"Itu limited edition loh. "
"Percaya, ini sih harga nya satu gaji Abang sebulan. "
"Nggak apa - apa, yang penting Abang suka." Ucap Sahara.
"Pasti suka lah, kalau yang belikan pacar kesayangan."
****
"Yank, obat nya di minum lagi. " Ucap Bima saat sampai di hotel.
"Udah enak kok. " Ucap Sahara.
"Minum lagi, biar sembuh total."
"Ya nanti kalau mau tidur. " Ucap Sahara masuk kedalam kamar mandi untuk berganti baju.
"Sayang, nggak kembali ke Asrama? "
"Nggak, udah ijin malam ini nggak pulang. Besok kan terus minggu, tadi ijin bilang ada keluarga datang. "
"Percaya ya, kalau ada saudara Abang datang."
"Ya percaya Beb, dari pada nggak ijin."
Sahara duduk di atas pangkuan Bima dengan tubuh nya menghadap ke arah nya. Bima memeluk pinggang ramping Sahara.
__ADS_1
"Kamu makin cantik aja sih Yank? "
"Gombal."
"Benar Yank, kalau di lihat - lihat kamu cantik."
"Pasti Abang nyesel kenapa nggak dari dulu kita pacaran. " Ucap Sahara dengan wajah nya di benamkan di leher Bima.
"Nyesel banget Yank, kamu nya saja baru sekarang nerima ini pria ganteng nya naudzubillah. "
"Mulai pede nya. "
Hahahahah
"Emang fakta. "
Sahara mendekatkan wajah nya ke arah Bima, hembusan nafasnya menerpa wajah Sahara.
"Wajah ini, begitu sangat sulit di lupakan." Sahara menyentuh wajah Bima dengan jari telunjuk nya."
"Wajah ini milik kamu sayang, tubuh ini juga milik kamu tidak ada yang bisa memiliki selain kamu." Ucap Sahara.
Sahara dan Bima saling berciuman, kedua nya saling memainkan lidah. Kedua tangan Bima memeluk erat tubuh sang kekasih dan di angkat nya ala koala ke atas tempat tidur.
Bima dan Sahara yang sudah di bawah sadar, langsung saling memadu kasih. Bima menciumi leher jenjang nya hingga meninggal beberapa jejak.
Suara de*****an Sahara membuat Bima lupa diri, hingga saat melihat tubuh Sahara yang bagian atas tak ada kain penutup. Bima langsung menyudahi nya, dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Sahara.
"DP dulu, nanti ya kalau sudah sudah. " Ucap Bima mencium bibir Sahara.
"Abang." Ucap Sahara.
"Tidur ya tapi minum obat dulu. "Bima turun dari atas tempat tidur dan mengenakan kaos nya kembali setelah dia lepas dan buang sembarang.
" Kamu baik banget sayang, di suguhkan begini masih tetap bisa menahan nya."
"Kalau nggak cepat di nikahi, bisa jebol. Saya pria tidak mungkin akan terus tahan." Ucap Bima dalam hati.
*****
"Sudah Bang, lagian nggak bawa banyak." Jawab Sahara.
"Mami sudah di kasih tahu kan, kalau kita pulang hari ini? "
"Sudah Bang, dan sudah bilang kepulangan ini Abang ikut, sekalian acara lamaran."
"Yank, kamu mau mas kawin apa dan mahar berapa? " Tanya Bima
"Terserah Bang Bima saja. " Jawab Sahara.
"Jangan begitu dong, takut salah nanti."
"Nominal mahar nya tanggal kita nikah saja."
"Boleh, kalau Ayank mau nya begitu. "
*****
"Bima nya mana? "
"Langsung pulang Mam, nanti besok kesini nya. " Sahara berjalan menuju ke arah kamar nya sambil menarik koper nya.
"Besok sama siapa datang? "
"Nggak tahu Mam, saya nggak tanya."
"Acara lamaran kan Mami harus siap kan makan dan minum, dia bawa berapa orang? "
__ADS_1
"Kan dia nggak ada saudara dekat disini, sendiri an mungkin. "
"Masa sendirian, acara lamaran kok sendiri datang nya. "
"Kan gentle. "
"Bukan gentle nya, lebih ke pantas nya. "
"Bang Bima juga paham Mami."
"Ya sudah, Mami sih apa kata Bima aja. Yang penting jangan memalukan."
******
"Jadi benar nih jadi nikah? " Tanya Intan.
"Benar, ngapain nunggu lama - lama." Jawab Bima.
"Bang makasih ya, sudah luangkan waktu buat menemani acara besok. "
"Iya, sama - sama. " Ucap Lukman.
"Papah, Daren mau punya mamah baru ya? " Ucap Daren yang langsung naik ke atas paha Bima.
"Daren senang kan, mau punya Mamah baru?"
"Nggak." Ucap Daren dan membuat semua nya tercengang.
"Kenapa? " Tanya Bima.
"Nanti Papah nggak sayang lagi sama Daren." Jawab Daren.
"Kata siapa, Papah tetap sayang dong."
"Kata teman Daren yang Papah nya menikah lagi, sejak punya adik baru sudah nggak sayang sama dia. "
"Daren kan masih punya Mamah kandung sama Papah kandung, mereka tetap akan sayang sama Daren."
"Papah Bima kan beda, nanti kalau sudah ada ade bayi pasti Daren meminta sesuatu nggak di turutin."
"Tuh lihat Bima, anak Abang pemikiran nya sudah jauh. " Ucap Lukman.
"Di kasih makan apa sih, anak kalian itu." Ucap Bima hingga suara tawa menghiasi ruang keluarga.
*****
"Agnes, padahal ini hanya acara lamaran ya kenapa jadi jedag jedug begini. "
"Wajar, dulu juga saya begitu."
"Ini jantung berdebar begini, rasa nya ingin lepas. " Ucap Sahara dengan memegang dada nya.
"Di bawa santai. "
Terdengar suara mobil, dan suara riuh . Sahara dan Agnes mengintip siapa saja yang datang.
"Agnes, dia ganteng banget. " ucap Sahara.
"Pastilah, kamu nya juga cantik." Ucap Agnes.
"Aduh, itu Mami kemari pasti saya suruh keluar, Malu tahu dan grogi."
"Udah sana siap - siap."
"Gerogi Agnes. "
.
__ADS_1
.
.