Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Pertemuan kembali Setelah 5 Tahun


__ADS_3

"Tolong Pak, tarik ke atas. " Ucap Bima yang di bantu beberapa warga yang menarik tubuh Sahara ke atas.


"Cepat.. ini sesak banget dada nya. " Ucap Sahara.


"Sabar ya, ini tanah nimbun sebagian tubuh kamu. " Ucap Bima dengan wajah panik.


Saat sedang menolong Sahara, ke empat temannya pun datang, dan sangat terkejut melihat sebagian tubuh Sahara masuk kedalam tertimbun tanah.


"Sahara, kamu baik - baik saja? " Tanya Aris.


"Kamu lihat, saya baik - baik saja. " Jawab Sahara.


"Cepat - cepat bantu. " Ucap Profesor Hasan.


Hampir 30 menit tubuh Sahara pun di angkat, Bima langsung meluruskan kedua kaki Sahara dan memijat nya. Sedangkan Menur memberikan minum pada Sahara.


"Ada yang sakit? " Tanya Bima panik.


"Dada nya sakit, sama kaki. " Jawab Sahara.


"Kita ke puskesmas saja ya, ada puskesmas 24 jam disini. " Ucap Bima, dan di anggukkan oleh Sahara.


Bima pun refleks mengangkat tubuh Sahara dengan ala bridal style menuju ke mobil Jeep nya dan di ikuti Menur dan Rudi.


Sepanjang perjalanan Sahara mengusap dada nya yang sakit, hingga Bima yang fokus menyetir selalu menoleh ke arah belakang dimana Sahara duduk.


"Kamu bisa nyetir mobil nggak? " Tanya Bima pada Rudi yang duduk di samping nya.


"Bisa Pak, kenapa? " Tanya kembali Rudi.


"Kamu setir mobil, dan kamu pindah ke depan biar saya di belakang. " Jawab Bima.


"Saya." Ucap Menur menunjuk ke diri nya, belum sempat bicara lagi mobil pun menepi dan Bima membuka pintu mobil samping untuk Menur pindah ke depan.


Rudi pun mengemudi kan mobil tersebut, Menur menoleh ke belakang dan melihat apa yang akan di lakukan oleh Bima.


"Pak Tentara mau apakan teman saya? " Tanya Menur.


"Saya akan membantu dia melepaskan jaket, dan melonggarkan kancing baju atas nya. " Jawab Bima membantu melepaskan jaket yang di kenakan Sahara.


"Hah.. nggak salah dengar, kalau itu Saya juga bisa Pak. " Ucap Menur.


Bima membuka kedua kancing pakaian yang di kenakan Sahara, saat Bima melihat nya terlihat warna kebiruan dan sangat lebam.


"Sakit banget ya? " Tanya Bima sambil memegang dada Sahara.


"Sakit sama sesak. " Jawab Sahara yang sedang menahan sakit.


"Kamu berbaring saja di kedua paha Saya. " Ucap Bima langsung dituruti Sahara.


"Masih lama nggak? " Tanya Rudi.

__ADS_1


"Belok kiri, satu kilo dari belokan." Jawab Bima.


Saat sampai kedua nya membantu menurunkan Sahara, Bima langsung menggendong Sahara menuju UGD.


"Tentara itu, kenapa panik gitu ya sama Sahara? " Ucap Menur.


"Iya, sampai dari tadi raut wajahnya sangat mengkhawatirkan Sahara. " Ucap Rudi.


"Bagaimana Dok? " Tanya Bima.


"Harus di rontgen Pak Bima, takut terjadi sesuatu karena kondisi mba nya bilang sakit sama sesak. Ini sangat lebam sekali." Jawab Dokter.


"Saat terperosok Saya menarik meja hingga kasar kena dada belum tertimbun tanah kan dalam dan kuat tambah sakit. " Ucap Sahara.


"Benar, karena benturan pas pertama refleks jatuh nya, nanti besok pagi ke rumah sakit di rujuk kesana. "


"Untuk sekarang bagaimana? "


"Disini saja juga nggak apa - apa, kaki nya juga sakit ya? "


"Iya Dok. " Ucap Sahara.


"Ini terkilir saja, Saya nanti akan kasih anti nyeri dan obat untuk lebam nya."Ucap Dokter.


" Terima kasih Dok. " Ucap Bima.


"Saya sudah kabari profesor kalau Sahara di rawat di puskesmas, besok akan di rujuk ke rumah sakit untuk Rontgen. " Ucap Rudi.


"Hah.. maksud nya? " Ucap Rudi.


"Biar Sahara tanggung jawab Saya. " Ucap Bima.


"Maaf Pak, Sahara itu teman Saya. Bapak kan baru kenal Sahara sekarang, saat jatuh mungkin Sahara akan canggung nggak ada kami. " Ucap Menur.


"Sahara tidak akan canggung, nanti ada teman saya yang akan jemput kalian. kasihan kalian belum istirahat. " Ucap Bima.


Rudi dan Menur tidak bisa bicara apa - apa, dan hanya saling melemparkan tatapan mata mereka.


"Sahara, kalau ada apa - apa kamu teriak atau cepat hubungi kami. " Ucap Menur pelan.


"Iya, makasih." Ucap Sahara pelan.


"kami berdua curiga, itu Pak Tentara bakalan mencelakai kamu. " Ucap Menur.


"Benar, kami takut nya begitu. Apalagi dia berani lepas jaket kamu, buka kancing atas pakaian kamu. " Ucap Rudi.


"Jangan khawatir, dia nggak akan jahat sama saya. Dan Saya tahu siapa dia. " Ucap Sahara.


"Serius loh? " Ucap Rudi.


"Serius." Ucap Sahara.

__ADS_1


****


"Mereka sudah pulang, kasihan suruh istirahat. Besok mereka kan harus ke lokasi tadi. " Ucap Bima.


"Kamu apa kabar? " Tanya Sahara pelan, dan Bima tersenyum ke arah Sahara .


"Kabar Saya baik, nggak menyangka kita bertemu disini, 5 tahun kita baru bertemu lagi. Dan kamu masih tetap seperti dulu." Jawab Bima.


"Kamu sudah bahagia, saya melihat dari raut wajah kamu. " Ucap Sahara dan si senyumin oleh Bima.


"Kamu istirahat, besok saya antar kamu ke rumah sakit. "


"Terima kasih ya. " Ucap Sahara.


"Sama - sama. " Ucap Bima.


"Bima."


"Iya."


"Jangan kasih tahu Mami, kalau saya terbaring seperti ini. "


"Nggak akan, istirahat lah. "


Bima berjalan ke arah mobil nya, saat membuka pintu mobil menoleh ke arah jok belakang, terlihat jaket milik nya. Jaket yang pernah dirinya pinjam kan pada Sahara.


Bima mengambil jaket tersebut, dan di pakai oleh Sahara. Bima tersenyum lalu membawa jaket tersebut masuk ke dalam Puskesmas.


Sahara sudah tertidur, karena efek obat. Bima pun menyelimuti bagian dada Sahara dengan jaket milik nya yang telah lama di pinjam.


Tangan Sahara memeluk erat jaket tersebut dan berhasil membuat Bima tersenyum kembali.


"Kenapa, kamu tidak dari dulu kalau kamu itu suka sama saya . Kenapa harus pura - pura tidak mencintai saya bahkan tidak ingin memiliki pasangan seorang Tentara, tapi apa sekarang saya lihat semua nya. Kamu benar - benar tidak melupakan saya.Dan masih ingat dengan saya. "


*****


"Benar Prof, seolah akrab banget mereka berdua. " Ucap Menur.


"Jangan suka buat gosip nggak baik. " Ucap Profesor Hasan.


"Ini bukan gosip Prof, tapi fakta. " Ucap Rudi


"Sudah jangan banyak bicara." Ucap Pak Hasan.


"Tapi benar loh, asli ya menur. " Ucap Rudi.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2