
Sersan Baskoro, Letkol Mulyadi, Lettu Ahmad tewas tertembak oleh Jenderal Smith, luka tembak tepat di dahi mereka.
Satu persatu tubuh yang tergantung di turun kan, darah segar mengalir di tubuh mereka, yang hanya bertelanjang dada.
"Kirim mayat mereka pada Jenderal Sulaiman, dan kalian cari keberadaan Kapten Hardi dan keluarga nya. "
"Siap Jenderal. "
Sedangkan Kapten Hardi, Sahara, Ilham, Alif ,Aji berada di dalam truk bersama kawanan kambing yang akan menuju ke suatu tempat.
Sahara terus menutup hidupnya dengan lengan Hardi di dekat nya, hingga ingin sesekali muntah.
"Di dunia saya belum pernah satu kendaraan dengan kambing, disini apes banget sudah di tembak sana sini, di lilit ular piton ini terakhir perjalanan tiga jam dengan kambing. " Ucap Sahara dalam hati.
"Bang." Bisik Sahara.
"Kenapa? " Ucap Hardi pelan.
"Apa nggak ada yang lebih keren dikit kita pergi biar nggak di ketahui sama musuh. "
"Kenapa? Bau kambing. "
"Iya, kenapa harus berdesakan dengan kambing. "
"Karena hanya dengan ini kita bisa lolos dari penjagaan pasukan di bawah Mayor Topan, mereka pasti mencari kita, dengan kita bersembunyi dengan berdesakan begini kita tidak akan di ketahuan."
"Bau Kapten, tapi ya sudah dari pada mati konyol merasakan timah panas. "
Saat itu mobil truk berhenti, beberapa Tentara memeriksa truk yang mereka tumpangi. Dari celah kambing mereka melihat beberapa prajurit yang Hardi kenal , dan terlihat juga Mayor Topan pun ikut turun tangan.
Saat mendebarkan, Mayor Topan naik keatas truk bahkan berada di antara kambing - kambing. Semuanya tengah siap dengan senjata mereka masing - masing, bahkan Sahara hanya mampu memejamkan kedua matanya.
"Aman, Truk ini boleh lewat. " Ucap Mayor Topan.
Hardi, Sahara, Alif, Ilham, dan Aji pun merasakan sangat lega, dengan bantuan kambing - kambing yang menyelamatkan nyawa mereka.
****
"Pasukan Jenderal Federick sekarang sudah hampir 80 persen menduduki wilayah negeri ini. " Ucap Lettu Halim.
"Bagaimana kabar terkini Kapten Hardi? " Tanya Pak Perdana Menteri Sastrowardoyo.
"Kapten Hardi berhasil lolos. " Ucap Halim.
"Lindungi dia dan orang di sekitarnya, bagaimana juga dia berjasa atas perebutan wilayah selatan dari tangan mertua nya Jenderal Smith yang sekarang sudah di rebut oleh Jenderal Federick. "
"Kapten Hardi belum tahu soal ini."
"Tepat pukul 12 malam, mereka berhasil menduduki wilayah Selatan, dimana disana banyak barang tambang milik kita yang mereka kuasai . "
__ADS_1
"Sudah banyak pasukan kita yang gugur mempertahankan negeri ini dari penjajah dan sekarang tinggal hanya tinggal beberapa yang menjadi anak buah Kapten Hardi yang masih setia pada negeri ini. "
"Jenderal Sulaiman bersekutu dengan Jenderal Federick. "
"Ini termasuk politik, kita harus lawan mereka walau pasukan kita hanya beberapa, kita tumpas habis walau mereka adalah orang kita, karena kita sudah saat nya merdeka."
*****
"Bagaimana perjalanan kalian? " Tanya Halim.
"Alhamdulillah Bang, kita bisa sampai kesini." Jawab Idzam.
"Hallo.. Lembayung capek ya? " Sapa Halim.
"Paman, Lembayung lapar. "
Semua nya tertawa begitu juga Lembayung, Halim membelai lembut rambut Lembayung.
"Paman buat kan makanan. " Ucap Halim.
Bi irah duduk dengan Lembayung lalu tiduran diantara kedua paha nya, namun suara dering telepon rumah berbunyi, Halim pun langsung mengangkat nya.
Halim tampak serius saat menerima panggilan telepon tersebut, Idzam yang melihat nya pun tampak curiga.
"Terima kasih info nya. " Ucap Halim langsung menutup telepon nya.
"Sersan Baskoro, Letkol Mulyadi, Lettu Ahmad, tewas di tembak oleh Jenderal Smith. Jenazah mereka bertiga di lempar kan di tengah alun - alun ibu kota. " Jawab Halim.
"Biadab, kita harus balas kan dendam. "
"Kepemimpinan Jenderal Smith di serang kanan kiri, dan kita juga tidak menghadapi kepemimpinan nya saja tapi kita juga akan menyerang Pasukan Jenderal Federick, dan bila perlu kita tembak mati kedua nya. "
****
Sahara langsung bernafas lega saat sudah turun dari truk yang berisikan kambing, Hardi tersenyum sambil mengusap punggung Sahara.
"Kenapa ? "
"Bau kambing Bang. " Ucap Sahara sambil mencium kedua ketiak nya.
"Sampai di tujuan kita mandi. " Ucap Hardi.
"Kapten, apa kita harus cari tempat? Karena malam akan segera tiba, semua wilayah sudah di duduki pasukan Jenderal Federick, begitu juga kota ini. " Ucap Aji.
"Kita cari tempat persembunyian yang aman, jangan sampai kita tertangkap. " Ucap Hardi.
Mereka pun berjalan mencari tempat berlindung namun selama perjalanan tidak ada warga satu pun yang keluar rumah, hanya ada beberapa mayat yang tergeletak, bahkan kepala yang di gantung dan membuat Sahara sedikit berteriak.
"Ulah Federick benar - benar melebihi Smith." Ucap Alif.
__ADS_1
"Benar - benar binatang. " Udah Ilham.
"Smith dan Federick sama, satu dua. Mungkin saya salah , tapi saya akan membantu kalian untuk menumpas habis kedua nya. " Ucap Sahara.
Hardi menarik tangan Sahara untuk menjauh dari mereka sehingga berjalan di belakang mereka.
"Apa kamu akan merubah sejarah? "
"Iya, campur tangan saya akan rubah sejarah. Saya akan rubah siapa Kinanti, saya akan rubah semua nya, saya akan tunjukkan pada dunia masa depan Kinanti bukanlah buruk, ada cinta di balik pengkhianatan nya, pengkhianatan itu akan tersingkir oleh Cinta."
"Tapi kematian saya tidak bisa kamu rubah."
*****
"Hallo Sahara, sudah bulan ke 6 kamu masih setia tidur, apa kamu begitu sangat betah di dunia mimpi kamu itu, kami semua kangen sama kamu, saya pun jujur sama. Setiap hari saya selalu sempatkan untuk kemari menemui kamu sebelum berangkat Tugas. Janji saya setelah kamu siuman saya akan pergi, tapi kamu nggak siuman juga malah mendekat kan sama kamu, rasa ini tidak bisa hilang walau cinta saya tidak terbalas."
Bima meletakkan bunga di samping nakas Sahara, bunga segar yang setiap hari dia ganti saat membesuk.
"Semoga dengan bunga - bunga yang saya kirim setiap harinya akan membuat kamu ingin bangun, ingin lihat kembali indah nya dunia. Kami menanti kamu, kami tunggu kamu kembali. "
*****
"Nenek...!!! " Teriak Intan saat melihat Nenek Lembayung terjatuh dari atas tempat tidur hingga tak sadarkan diri.
"Nenek, bangun Nek. " Ucap Intan mencoba menyadarkan Nenek Lembayung.
"Tolong..... tolong....!!! "
"Intan ada apa? " Ucap Bima saat baru sampai hingga bergegas berlari saat mendengar teriakan Intan.
"Ya Allah Nenek. " Ucap Bima langsung mengangkat tubuh Nenek Lembayung.
"Intan, Nenek kenapa bisa jatuh begini? "
"Saya tidak tahu Bang, saat masuk Nenek sudah tergeletak di lantai. "
Bima memeriksa denyut nadi Nenek nya, lantas memberikan minyak angin untuk menyadarkan Nenek Lembayung.
Nenek Lembayung pun sadar dari pingsan nya dan menatap bingung Bima dan Intan.
"Nenek kenapa? " Tanya Nenek Lembayung.
"Nenek tidak ingat, tadi Nenek jatuh. " Jawab Bima.
.
.
.
__ADS_1