Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Baby Boy Dan Baby Girl


__ADS_3

9 Bulan Kemudian


"Abang, tolong dong angkat jemuran. Di luar sudah mau hujan. " Ucap Sahar sambil membawa perut nya yang sudah besar.


"Iya." Ucap Bima langsung berjalan mengambili jemuran.


"Bang, kok sampah belum di buang sih, ini numpuk begini taro lah di luar. "


Bima berjalan sambil membawa jemuran yang sudah kering dan langsung di taruh di kamar belakang di mana tempat melipat pakaian sehabis di jemur dan setrika.


"Maaf ya, tadi Abang lupa. "


"Buang cepat, bau. "


"Iya, maaf ya. "


Sahara masuk kedalam kamar belakang, untuk melipati jemuran. Namun saat akan melipati jemuran, perut Sahara merasakan sangat mulas, Sahara memegang perut nya hingga mencengkram sisi tempat tidur tangan kirinya.


"Yank." Ucap Bima menoleh ke arah kamar setelah membuang sampah.


"Bang, seperti nya saya mau lahiran. " Ucap Sahara.


"Iya kalau begitu, kita ke rumah sakit. "


"Bima." Ucap Angga.


"Istri saya mau lahiran Angga. " Ucap Bima.


"Sita juga sama. " Ucap Angga.


"Pakai mobil kamu, kita sama - sama ke rumah sakit. " Ucap Bima pada Angga.

__ADS_1


Bima dan Angga dengan Panik membawa istri mereka ke rumah sakit, dari jauh Ibu Hesti dan Ibu Neni melihat dua keluarga yang sedang mengangkat tubuh istri mereka kedalam mobil.


"Kenapa tuh? " Tanya Ibu Neni.


"Kayak nya mau lahiran deh. " Jawab Ibu Hesti.


"Bisa bareng begitu ya, jangan - jangan pas buat nya juga sama - sama. " Ucap Ibu Neni sambil terkekeh.


Hahahahaha


"Iya betul, hahahahah. "


"Abang... cepat mobil nya. " Ucap Sita pada Angga yang mengemudi kan mobil nya.


"Iya ini sudah cepat. " Ucap Angga.


"Bang Bima.... ini sakit Bang, udah ada di ujung. " Teriak Sahara.


" Eh Bima, ini udah sangar cepat ya. Kalau tambah lagi kalian mau kecelakaan hah..!!! "


Mobil pun sampai di rumah sakit, perawat yang tadi nya membawa satu brankar harus dua brankar karena mobil membawa dua wanita hamil.


Bima dan Angga berjalan menuju ke ruang bersalin dimana kedua nya berbaring bersebelahan.


"Abang.... sakit....!!! " Ucap Sita sambil memegang tangan Angga sangat kuat.


"Yank.... sakit yank....!!! " Ucap Sahara memegang tangan Bima.


"Kamu pasti bisa sayang. " Ucap Bima.


Sahara dan Sita sama - sama mengejan, hingga teriakan pun terdengar keras di ruangan. Sita berteriak, Sahara pun berteriak.

__ADS_1


"Bima, istri kita melahirkan kok kayak kita yang stress. " Ucap Angga.


"Benar Angga, teriakan mereka dan mengejan begini kita ikut merasakan mulas. " Ucap Bima.


"Ayo bu Sahara, sedikit lagi bu. " Ucap Dokter.


"Ibu Sita sedikit lagi Bu, sudah kelihatan rambut nya. "


Owaaaakk... Owaaaaakk


Kedua bayi lahir dengan selamat, Sita melahirkan anak perempuan, Sahara laki - laki. Kedua nya menangis haru, begitu juga dengan Bima dan Angga.


"Alhamdulillah ya Allah, Yank anak kita jagoan." Ucap Bima mencium kening Sahara.


"Sayang, anak kita perempuan. " Ucap Angga mencium kening Sita.


"Selamat buat kedua nya, telah lahir sehat dan sempurna. " Ucap Dokter dengan kedua perawat menggendong bayi mereka.


****


Tak ingin berpisah, kedua nya pun satu kamar bersama, Kedua pasangan pun sangat berbahagia dengan kelahiran buah hati mereka.


"Wah...kalian berdua itu sangat langka, sama - sama melahirkan bersama, ngidam bersama jangan - jangan buat juga sama - sama. " Ucap Komandan mereka hingga membuat seisi kamar tertawa terbahak - bahak.


"Komandan,kalau ngomong jangan keras - keras, main buka kartu saja, kasihan yang masih bujangan nya bisa mikir main sama -sama itu seperti apa. " Ucap Bima .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2