
"Gimana, sekarang percaya kan? Kalau kamu bukan untuk menjadi yang kedua? " Ucap Bima.
Sahara menundukkan wajah nya dengan memainkan jemari tangan nya. Bima tersenyum lalu memegang kedua tangan Sahara.
"Coba lihat muka saya. " Ucap Bima sambil menaikan dagu Sahara. Dengan masih malu, Sahara menatap kedua mata Bima.
"Jadi gimana, mau nggak? "
"Hmmm.. " Sahara diam dan bingung mau bilang apa.
"Jujur, kemarin jujur sekarang nggak sih? " Ucap Bima.
"Sa - saya. " Ucap Sahara yang langsung bibir nya di cium oleh Bima, hingga membuat Sahara tersentak kaget.
"Ih.... " Ucap Sahara yang memukul lengan Bima dan Bima hanya tersenyum.
"Diam nya kamu berarti jawaban yang seperti waktu itu, kamu mencintai saya dan berarti kita sekarang jadian. " Ucap Bima.
"Ih.. pede banget sih, kata siapa mau. " Ucap Sahara.
Cup
Bima kembali mencium bibir Sahara lagi, dan si pemilik bibir langsung mencubit pinggang Bima.
Aaawwwww
"Sakit." Ucap Bima.
"Nyebelin, main nyosor aja. Gimana kalau Mami lihat. "
"Nggak apa - apa, lagian kita kan mau nikah. "
"Ih.. mulai pede nya. "
"Ya emang fakta kita kan mau nikah. "
"Emang, cewek nya mau gitu, nikah sama kamu. Bilang mau pacaran aja belum, udah langsung ngajak nikah aja."
"Ya sudah, kalau nggak mau. Saya pamit ya. " Ucap Bima langsung berdiri.
"Mau kemana? " Tanya Sahara yang memegang pergelangan tangan Bima.
"Pulang lah, ngapain lama - lama disini. Cewek nya aja nggak jelas. " Jawab Bima.
Sahara menengok ke kanan dan ke kiri dan langsung berjinjit kedua kaki nya, mencium bibir Bima lalu menundukkan kepala nya dengan wajah yang memerah seperti tomat.
Bima tersenyum dan mengangkat dagu Sahara kembali membalas ciuman Sahara, kedua nya saling ******* dengan tangan saling berpegangan.
"Itu jawaban nya. " Ucap Sahara dengan kening Bima menempel pada kening Sahara.
"Kita menikah. " Ajak Bima dan di anggukkan kepala oleh Sahara tanda iya.
"Kamu akan kembali besok? " Tanya Sahara.
"Iya, kenapa? "
"Baru jadian udah di tinggal. " Ucap Sahara dan Bima hanya tersenyum.
"Sabar ya, nanti kalau udah nikah kamu ikut saya ya, mau kan? "
"Mau, asal sama kamu." Ucap Sahara.
"Ya sudah, udah sore mau pulang dulu. Mau lihat rumah, kangen rumah. " Ucap Bima.
"Ikut."
*****
Sahara dan Bima sampai di rumah, setelah memohon sama Mami, Sahara merengek ingin ikut bersama Bima pulang. Namun Mami nya tidak membolehkan dengan alasan Bima capek, namun Sahara tetap memaksa akhirnya pun di perbolehkan.
__ADS_1
"Kangen nya rumah ini. " Ucap Sahara menatap rumah milik Kapten Hardi.
"Saya juga kangen, lama nggak pulang. " Ucap Bima masuk.
Sahara duduk di sofa tamu, Bima pun duduk di samping Sahara.
"Mau nginap? "Tanya Bima.
" Emang boleh? " Tanya kembali Sahara.
"Ijin dulu sama Mami. " Jawab Bima.
Sahara menyandarkan kepala nya di dada Bima, tangan Bima membelai rambut Sahara yang panjang sebahu.
"Yank." Ucap Sahara.
"Ehm. " Ucap Bima yang sedang menciumi rambut Sahara.
"Kalau kata Nenek,Kakek Buyut Hardi itu bagaimana sama istri nya?"
"Kata Nenek, Kakek Buyut itu orang nya setia. Di saat ajal memisahkan mereka cinta nya tetap satu begitu juga dengan Nenek Buyut."
"Ayank, begitu tidak nanti nya? " Tanya Sahara.
"Eh.. meragukan ya? "Jawab Bima.
" Ya nggak, kan tanya."
"5 tahun buat belajar melupakan kamu, berarti itu apa arti nya. "
"Yank, jujur saya takut. " Ucap Sahara.
Bima memeluk tubuh Sahara dari belakang dengan kedua tangan nya melingkar di perut Sahara.
"Abang nggak akan tinggalkan kamu, sampai ajal menjemput. "
"Saya takut seperti Mami, Papi pergi untuk selama nya. "
"Abang jangan menerima misi berbahaya seperti Papi. "
"Papi meninggal dalam tugas, kalau takdir seperti itu sama Abang, nggak bisa menolak."
Sahara semakin mengeratkan tangan yang melingkar di perut nya, Bima pun mengerti akan apa yang di alami Sahara.
"Saya melihat Mami bagaimana kehilangan Papi, itu yang saya takut kan Bang. "
"Abang akan selalu ada buat kamu, walau nafas ini terhenti Abang akan tetap selalu ada. Begitu juga Papi, raga nya saja tidak ada tapi Papi ada bersama Kamu dan Tante.
****
" Yank, mau tidur dimana? " Tanya Sahara.
"Tidur di sofa kenapa? " Tanya kembali Bima.
"Tidur disini saja. " Ajak Sahara sambil menepuk - tepuk kasur.
"Nggak ah, takut khilaf. " Ucap Bima.
"Ish... Ayank. "
Bima dengan menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal langsung menuruti apa kata Sahara.
Bima merebahkan tubuh nya di samping Sahara, dengan tanpa malu - malu, Sahara memeluk tubuh Bima.
"Pengen begini, kapan lagi bisa begini. Nunggu nikah lama. " Ucap Sahara yang langsung tubuh nya di balikan oleh Bima hingga posisi Sahara di bawah kungkungan nya.
"Ayank." Ucap Sahara.
"Besok kita menikah, sore ikut Abang. "
__ADS_1
Kedua mata Sahara berkedip - kedip seperti Boneka, dan memegang kening Bima yang tidak panas.
"Serius? "
Tak
Awwwww
"Sakit."
"Makan nya jangan suka mancing lelaki, kamu rasakan nggak ini di bawah. "
"Keras." Ucap Sahara tersenyum.
"Makan nya, minta tidur bareng, minta peluk kamu mau di DP duluan? "
"Nggak apa - apa, kan nanti nikah juga."
Tak
Awwww
"Kok di sentil lagi sih? "
"Nggak, Abang akan unboxing saat sudah sah."
"Ah... Ayank, so sweet banget sih. "
"Abang tidak mau merusak tubuh wanita yang Abang sayangi, Abang akan melakukan nya saat kita sudah sah. "
"Makasih Yank, saya sudah mantap Abang adalah pelabuhan saya. "
****
"Pesawat nya jam berapa? " Tanya Sahara.
"Jam 7,sekarang baru jam 4 pagi. Abang antar kamu pulang dulu. " Jawab Bima.
"Abang langsung Bandara nanti nya? "
"Iya, menghindari macet. "
Bima memeluk tubuh Sahara, dan saling berciuman.
"Tunggu Abang, kepulangan nanti adalah acara kita pertunangan dan langsung pengajuan nikah. "
"Saya tunggu. "
"Jaga diri dan jaga hati. "
"Ayank juga. "
*****
"Serius, jadi kalian jadian? " Ucap Agnes.
"Serius, kita jadian. " Ucap Sahara.
"Wah.. selamat, terus kapan nikah nya.? "
"Kepulangan nya nanti itu pertunangan kita dan langsung pengajuan nikah. Setelah Nikah saya ikut dia. "
"Jadi kamu resign? "
"Iyalah, ikut suami."
"Saya ikut senang, kamu akhirnya bersatu sama Bima. "
"Saya tidak akan melepaskan pria seperti dia, bagaimana dia itu setia terhadap Saya dan tetap mencintai Saya walau tidak sekali penolakan, akhirnya Saya pun luluh juga sam Bima. "
__ADS_1
"Itulah jalan cerita kalau memang jodoh, kita akan di putar - putar terlebih dahulu dan ternyata jodoh kita dekat hanya di depan mata." Ucap Anges.