Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Penyesalan


__ADS_3

"Kamu mau makan nggak? " Tanya Bima saat mengendarai motor nya.


"Iyalah, lapar. " Jawab Sahara dan di senyumin oleh Bima.


Motor pun melaju kencang menempuh perjalanan malam yang dingin, Sahara yang tanpa jaket pun merasakan kedinginan berbeda dengan Bima.


Bima pun merasakan pelukan Sahara yang erat, dengan kedua tangan nya ia masukan kedalam saku jaket.


Motor pun menepi di sebuah rumah makan lesehan, dimana setiap tempat nya di sebuah gazebo.


"Selamat malam, silahkan pilih tempat dulu Mas mba nya. " Sambut seorang pelayan.


Bima dan Sahara menuju ke sebuah Gazebo paling ujung dengan sepi pengunjung, lalu pelayan tersebut memberikan buku menu.


"Kamu mau makan yang mana? " Tanya Bima.


"Terserah saja. " Jawab Sahara.


"Mba, paket nasi liwet ya tambahan menu nya saya mau ikan bakar. " Ucap Bima.


"Untuk minum nya? " Tanya Pelayan.


"Kamu mau minum apa? " Tanya Bima.


"Terserah." Jawab Sahara.


"Mba, teh manis hangat saja ya. " Ucap Bima.


"Baik Mas, tunggu sebentar ya pesanan kami proses dulu. "


Sahara memainkan ponsel nya sedangkan Bima pun sama memainkan ponsel nya. Bima melihat Sahara dengan wajah yang cuek dan tetap fokus memainkan ponsel android nya.


"Tante nggak cari kamu? "


"Nggak."


"Saya kabari Tante dulu ya, mungkin sampe. rumah malam. "


"Hem."


Bima mencoba menelepon Ibu Mike, namun tak kunjung di angkat, hingga Bima pun mengirimkan sebuah chat pada Ibu Mike dan di balas nya.


"Tante bilang iya, katanya hati - hati di jalan."Ucap Bima.


" Iya. " Ucap Sahara cuek.


Makanan pun datang, Bima dan Sahara pun mulai makan, diam tanpa sepatah kata pun hingga makanan habis.


"Sahara, mau bungkus buat Mami? "


"Terserah."


Bima tersenyum , lalu berdiri menuju ke arah seorang pelayan untuk membungkus salah satu menu untuk di bawa pulang.


"Tante saya belikan Ikan bakar saja, nasi di rumah ada kan? " Ucap Bima.


"Hem." Ucap Sahara singkat.


Bima menatap Sahara yang masih tetap fokus memainkan ponsel nya, lalu Bima mengambil ponsel Sahara.


"Apaan sih? " Ucap Sahara kesal.


"Kamu hargai saya dong, yang sedang ajak kamu ngobrol. "


"Saya dengar kok. "


"Kamu kesal ya sama saya? "


"Sudah tahu tanya."

__ADS_1


"Maaf ya. "


"Sudah yuk, pulang. " Ucap Sahara langsung mengambil ponsel di tangan Bima lalu memasukkan kedalam tas nya.


"Mas ini pesanan nya, dan total bon nya. " Ucap Pelayan.


"Makasih mba. " Ucap Bima.


Mereka pun keluar dari rumah makan menuju ke parkiran, Bima melepaskan jaket nya dan memakai kan nya pada Sahara.


"Pakai, kamu kedinginan tadi."


"Kamu nya? "


"Nggak apa - apa, ada kamu di belakang, rasa dingin hilang. " Ucap Bima tersenyum begitu juga Sahara.


****


"Makasih ya. " Ucap Sahara.


"Sama - sama. " Ucap Bima.


"Ini pertemuan terakhir kita, semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT, dan kamu mendapatkan pria yang kamu harapkan."


"Amin, kamu juga semoga bahagia selalu dengan Intan."


"Iya, oh iya ini buat Tante. " Ucap Bima sambil memberikan ikan bakar untuk Ibu Mike.


"Makasih. "


"Sama - sama, salam buat Tante. "


"Kamu nggak mau mampir? "


"Nggak, sudah malam pasti Tante sudah tidur."


"Kalau begitu, saya pamit. "


"Hati - hati. " Ucap Sahara.


Bima pun menjalankan mesin motor nya dan Bima pun meninggalkan tempat Sahara, dari kaca spion motor .


"Bima mana? " Tanya Ibu Mike saat keluar dari dalam rumah nya.


"Sudah pulang, ini dari dia." Jawab Sahara.


"Baik banget tuh anak, eh tunggu kamu pakai jaket siapa? " Ucap Ibu Mike yang melihat jaket yang tampak asing di mata Ibu Mike.


"Astagfirullah, ini kan jaket Bima. Besok lagi saja lah nanti saya kembalikan, semoga saja masih sempat ketemu. "


"Memang nya Bima, besok mau pergi lagi? "


"Mereka mau pengajuan nikah."


"Oh gitu ya. "


"Sahara capek, mau mandi terus tidur."


"Ya sudah, Mami mau makan nih, kayak nya enak. Kamu makan lagi nggak? "


"Nggak Mam, kenyang. "


*****


"Intan... Intan...!! " Panggil Bima saat sampai di dalam rumah nya.


Bima masuk ke setiap ruangan namun tidak ada Intan , hingga di dalam kamar nya pun tidak ada.


"Intan..., kamu di mana Intan..!! " Bima terus mencari namun tidak ada hingga akhirnya memutuskan untuk menelepon namun tidak aktif. Saat akan melanjutkan langkah nya Intan keluar dari dalam bunker.

__ADS_1


"Kamu habis apa Intan? " Tanya Bima.


"Itu Bang, tadi saya habis bersihkan bunker." Jawab Intan.


"Abang kira kamu pergi kemana, sampai Abang frustasi. "


"Oh iya, Abang takut saya pergi ya? "


"Ya Abang khawatir saja, kalau kamu pergi mau pergi kemana? Saudara saja nggak punya hanya punya Abang disini."


"Tenang Bang, saya nggak akan minggat. Walau Nenek sudah nggak ada kita masih tetap bersama. "


"Besok kita berangkat ya, Abang pesan kan tiket buat besok cari penerbangan pertama masih ada nggak dan bisa nggak kita pesan mendadak begini untuk penerbangan pertama. "


******


Sahara turun dari motor nya, berhenti di depan rumah Bima. Sahara memencet tombol bel namun tidak ada sahutan dari dalam.


"Bima....!!! " Panggil Sahara.


"Bima.... Intan...!!! " Panggil Sahara kembali namun tak kunjung juga ada yang keluar.


"Mba, mereka sudah berangkat pagi - pagi. " Ucap salah satu tetangga sebelah rumah Bima.


"Oh gitu ya, mereka sudah pergi? " Ucap Sahara.


"Benar Mba, katanya mau pengajuan nikah.Dan mereka akan nikah disana katanya, mungkin mba Intan sama Mas Bima pulang kemari lagi nya masih lama. Kunci rumah nya juga di titipkan sama saya."


"Oh.. kalau begitu saya pamit Bu."


*****


"Kamu ada apa sih? Menyuruh kita berdua kemari? " Tanya Agnes.


"Iya, sampai kerjaan di kantor di tinggal." Ucap Robby.


"Bima pergi. "Ucap Sahara.


" Terus? " Ucap Agnes.


"Kok saya berasa nyesel gitu. " Ucap Sahara.


"Terlambat, giliran si pria pergi baru bilang menyesal. Makan nya jangan sok menolak kalau memang ada rasa." Ucap Robby langsung dapat cubitan dari Agnes.


"Hiks.. hiks.. hiks..jujur, saya sedikit mulai ada rasa hiks... hiks.. hiks.. sangat berasa kehilangan saat ini." Ucap Sahara sambil terisak.


"Kamu harus terima Kenyataan, apa kamu akan menelan ludah sendiri? Sekarang kamu harus terima, ini semua kan kamu yang mulai." Ucap Agnes.


*****


"Kenapa? " Tanya Bima pada Intan.


"Saya grogi Bang. " Jawab Intan.


"Kamu senang nggak? kalau akhirnya kita akan menikah? "


"Serasa mimpi Bang, kita dari kecil bersama seperti kakak dan adik sekarang kita bersatu sebagai suami istri. "


Bima menarik tubuh Intan kedalam pelukan nya, pucuk kepala nya di cium dengan sangat lama. Intan pun merasakan pelukan hangat dari Bima, pelukan yang belum pernah Intan rasakan sebelum nya.


*****


Sahara memeluk jaket milik Bima, harum perfume nya masih sangat terasa walau sudah Sahara cuci.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2