Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Mengajak Serius


__ADS_3

" Mami, banyak makanan begini, mau buat siapa? Ada tamu Agung? " Tanya Sahara yang baru pulang kerja.


"Iya, tamu Agung. " Jawab Ibu Mike sambil tersenyum dengan menata makanan nya di atas meja.


"Sahara." Panggil Ibu Mike.


"Ada Apa Mam? "


"Kamu dandan yang cantik ya. "


"Ngapain? " Tanya Sahara sambil tersenyum penasaran.


"Pokok nya kamu dandan yang cantik, kan mau ada tamu agung. " Jawab Ibu Mike mendekat.


"Saudara Mami atau Saudara Papi yang datang? "


"Nanti juga kamu tahu, orang nya sekarang lagi di jalan. Kamu siap - siap. "


"Penasaran, tamu siapa. "


Setelah Sahara masuk kedalam kamar nya, Ibu Mike mendengar suara bunyi bel rumah nya dan dengan berjalan cepat Ibu Mike membukakan pintu rumah nya.


"Tante apa kabar? " Sapa Bima langsung mencium punggung tangan Ibu Mike.


"Alhamdulillah baik, masuk yuk pasti capek ya perjalanan jauh. " Ucap Ibu Mike.


"Alhamdulillah Tante, lumayan capek. Tapi kalau lihat Sahara capek nya hilang. "


"Ah... kamu itu bisa saja. "


"Sahara nya mana Tante? "


"Ada di kamar, sedang ganti pakaian. Baru saja dia pulang main. "


"Nggak kerja? "


"Katanya cuti. "


"Oh, kirain nggak kerja. "


"Mami panggil kan Sahara dulu ya. "


"Iya Tante. "


Ibu Mike berjalan menuju ke arah kamar Sahara yang tertutup, di ketuk nya pintu kamar putri nya itu.


Tok..


Tok.


"Sahara." Ucap Ibu Mike.


Ceklek


"Tamu nya sudah datang? "


"Iya, kamu temui. "


"Tamu Mami atau tamu Sahara? Kesan nya seperti tamu kejutan buat saya deh."


"Makan nya kamu temui dia. "


Sahara pun berjalan ke arah ruang tamu, saat sampai kedua mata Sahara membulat sempurna saat melihat siapa yang datang.


"Mami, Bima maksud Mami? " Ucap pelan Sahara.


"Iya sayang, itu tamu agung nya. " Ucap Ibu Mike.

__ADS_1


Flashback On


"Apa kabar kamu Bima, lama tidak menghubungi Tante? " Ucap Ibu Mike di panggilan telepon nya.


"Alhamdulillah Tante sehat, Tante sendiri bagaimana? " ucap Bima dari seberang.


"Alhamdulillah sehat, gimana kabar Intan? "


"Alhamdulillah, dia sedang hamil anak kedua."


"Alhamdulillah, Tante senang kalian hidup bahagia "


"Tante, sebenarnya ada banyak yang Bima ingin bicarakan sama Tante. "


"Mau bicara apa? "


"Sebenarnya, saya tidak jadi menikah dengan Intan. "


"Loh kok bisa? "


"Saat itu, pas sampai akan pengajuan. Entah gimana cerita awal nya itu, pagi itu saat akan berangkat kita tiba - tiba saja berat untuk melangkah kan kaki. Saya yang ingat Sahara, Intan yang ragu, dan entah kami tiba - tiba bicara tunda dulu. Dari situ kami, berdua lebih baik nanti. Karena hati kami sama - sama ragu. Bima yang salah Tante, Bima yang buat sakit hati Intan. Tapi, setelah satu tahun berlaku singkat cerita nya, Intan mendapatkan jodoh dari ta'aruf yang di kenal kan sama teman nya, alhamdulillah jodoh Intan dan sudah punya anak dia sekarang. Malah jodoh nya Intan itu, adalah senior saya dulu, nggak sangka. "


"Tante kira kamu sama Intan, jadi selama ini kamu masih single. "


"Benar Tante, dan yang harus Tante tahu, kemarin saat Sahara dapat tugas tentang penemuan benda kuno kita bertemu disana, dan yang lebih mengejutkan lagi, Sahara mengungkapkan perasaan nya. "


"Alhamdulillah, terus? "


"Sahara, mengira saya mengajak nya jadian buat jadi istri yang kedua. "


Hahahahahah


"Kok Tante ingin ketawa ya, terus - terus? "


"Dia malah nampar saya Tante. "


"Tante, besok kan saya pulang, lumayan lah satu hari disana, mau sekalian lihat rumah. Besok saya ingin mampir ke rumah, dan ingin mengajak Sahara serius. "


"Ok... Bima, Tante tunggu loh. "


Flashback Off


"Hai.. " Sapa Bima sambil tersenyum, Sahara hanya tersenyum kecut ke arah Bima.


"Makan saja dulu gimana? " Ajak Ibu Mike.


"Boleh Tante, sudah lapar. " Ucap Bima.


"Sahara, ajak Bima nya. " Ucap Ibu Mike berjalan mendahului.


"Makan dulu katanya. " Ucap Sahara langsung berjalan mendahului Bima, dan Bima hanya tersenyum dengan mengikuti langkah Sahara.


"Kamu pasti lapar, nih Tante masak banyak buat kamu. " Ucap Ibu Mike.


"Kirain tamu agung nya siapa, eh.. ternyata ini." Ucap Sahara.


"Kan kejutan, kalau Mami bilang Bima kamu sudah kabur. " Ucap Ibu Mike.


"Makasih loh Tante, sudah di jamu spesial." Ucap Bima.


"Kan tamu nya calon mantu. " Ucap Ibu Mike.


"Mami, ngomong apa sih. " Ucap Sahara.


"Mami nggak salah kan Bima, pria di depan kamu itu calon suami kamu. "


*****

__ADS_1


"Jadi gimana, saya datang kesini mau ajak kamu serius loh. " Ucap Bima.


"Mau jadi istri kedua? " Ucap Sahara.


"Iya, kamu mau nggak? "


"Nggak."


"Serius? "


"Iyalah, ngapain jadi istri kedua. Berbagi gitu, udah jadi kedua, sering di tinggal - tinggal malas banget. "


"Kalau jadi istri pertama mau nggak? "


"Ya mau lah, tapi yang pertama dan terakhir."


"Kalau begitu, kita nikah yuk. "


Sahara menatap ke arah Bima yang sedang menatap Sahara sangat intens.


"Kamu waras kan? " Ucap Sahara.


"Dari kemarin juga, saya orang waras. Kamu nya aja menganggap saya nggak waras."


"Nggak, ngajak nikah kamu waras? "


Bima membenarkan posisi duduk nya dan memegang kedua tangan Sahara.


"Hanya hari ini waktu saya disini, besok pagi saya harus kembali. Jujur, saya ini nggak jadi menikah sama Intan, dan Daren itu bukan anak saya tapi anak Intan sama suami nya. Kenapa saya tidak jadi menikah, karena saya masih ingat kamu. Kenapa sampai 5 tahun saya belum menikah, karena saya sedang proses melupakan kamu, tapi disaat sedikit bisa kamu datang. Dan rasa ini tidak bisa di bendung lagi, apalagi saat tahu kamu juga mencintai saya. Maka dari itu, saya ingin melamar kamu. "


"Begini cara lamar nya? Nggak romantis sekali. "


"Tapi kalau saya lamar secara romantis, kamu terima saya kan? "


"Tergantung."


"Ayolah, saya nggak ada waktu lagi. "


"Gimana ya? "


"Kamu tinggal bilang iya atau tidak."


"Saya itu masih kaget tahu, apa yang kamu bilang tadi. Antara percaya sama nggak percaya. "


"Saya serius Sahara, apa kamu nggak lihat wajahnya saya? "


"Saya masih nggak percaya. "


"Saya akan telepon Intan, kebetulan suami nya masih ada di rumah. "


Sahara pun melihat Bima melakukan panggilan video, seorang pria yang mengawali percakapan tersebut.


"Bang ada yang mau kenalan. " Ucap Bima.


"Siapa Bima? " Ucap Lukman dari seberang .


"Calon adik ipar Abang. "


"Oh Sahara, hi.. salam kenal. "


Sahara hanya tersenyum menyapa, lalu melihat seorang anak kecil yang pernah Sahara lihat saat Bima melakukan panggilan video. Dan juga Intan pun ikut bergabung sambil menyapa Sahara.


"Hi.. Sahara, apa kabar? Sapa Intan.


" Hi.. juga, alhamdulillah sehat." Ucap Sahara.


"Sahara nggak percaya, kalau saya ini belum menikah, makan nya saya hubungi kalian." Ucap Bima.

__ADS_1


__ADS_2