Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Kembali


__ADS_3

"Lembayung mau tidur siang dulu Ayah, Ibu tadi capek banget. " Ucap nya polos.


"Tidur yang nyenyak sayang. " Ucap Hardi mencium kening Lembayung.


"Ibu." Panggil Lembayung.


"Iya sayang. " Ucap Sahara mendekat.


"Terima kasih, Lembayung sayang sama ibu."Ucap Lembayung merentang kan kedua tangan nya dan Sahara seakan lupa tangan yang dirinya sembunyikan di lihat kan, tangan yang sebagai telah terlihat tembus pandang.


Hardi melihat itu semua nya, Hardi pun menggeleng kan kepala nya dengan pelan mengatakan tidak, itu tidak mungkin.


" Sekarang tidur ya. " Ucap Sahara yang di anggukan oleh Lembayung dan kini memejamkan mata nya.


"Semoga setelah kamu bangun nanti, tidak akan berubah. " Ucap pelan Sahara dalam hati.


Sahara menoleh ke arah Hardi dengan terlihat mata berkaca - kaca, Sahara memperlihatkan sebagian tubuh nya yang tembus pandang.


"Nggak, kamu nggak boleh pergi. " Ucap Hardi.


"Saya pun menginginkan hal yang sama tapi apa yang di katakan Abang itu benar. " Ucap Sahara.


"Bagaimana nanti di saat Lembayung bangun kamu tidak ada, bagaimana nanti nya saya hidup tanpa kamu. "


"Bang, skenario sudah di atur, mungkin apa yang pernah Abang bilang semua nya akan lupa. Abang tidak akan ingat hal ini, dan Sahara yang sebenarnya akan ada di tubuh ini bukan Sahara dari masa depan. "


Hardi meneteskan air mata nya dengan mengepalkan kedua tangan nya, kini kedua tangan Sahara telah terlihat tembus pandang bahkan sebagian menghilang.


Suara petir terdengar menggelegar hingga angin yang sangat kencang, Hardi pun dengan segera memeluk tubuh Sahara sangat erat.


"Abang sangat mencintai kamu. "


"Bang, terima kasih sebuah kenangan indah selama ini. Saya pun mencintai Abang, tapi cinta kita tidak bisa bersatu. Cinta yang akan bersatu cinta Sahara yang benar - benar ada di dunia ini, dan semua ini akan menjadi kenangan. "


Hardi mencium bibir Sahara, tetes air mata kedua nya pun keluar bersamaan, saling ******* dan seakan tidak ingin berhenti.


Hardi merasakan tubuh Sahara menghilang dan sisa kepala yang terlihat, Hardi menangis terisak saat semua nya tidak bisa di rasakan.


"Selamat tinggal Bang. "


Hiks.. hiks.. hiks...


Hardi menangis terisak saat hilang semua nya dengan bersamaan dengan petir dan angin, hingga terakhir sebuah cahaya sangat terang mengisi kamar Lembayung.


Sedangkan dimasa depan, kedua mata Sahara terbuka, melihat seisi kamar yang sangat berbeda dan seisi kamar yang serba putih. Bahkan saat mengangkat kedua tangan nya, salah satu nya masih tertancap jarum infus.


Kedua mata Sahara mengeluarkan air mata, mimpi yang seperti sangat nyata tentang apa yang barusan di alami nya.


"Sahara..!! " Ucap Ibu Mike saat melihat Sahara sudah siuman.


"Hiks.. hiks... hiks.. Mami. " Ucap Sahara.


Ibu Mike langsung memeluk tubuh Sahara, dengan kedua tangan yang masih lemah Sahara memeluk tubuh Ibu Mike.


"Alhamdulillah, kamu sadar juga sayang. "


"Saya berapa lama Mam tidak sadarkan diri? "

__ADS_1


"Satu setengah tahun lebih sayang kamu tidak sadar. "


"Mami, maaf kan saya. "


"Nggak sayang, kamu nggak salah. "


Lalu Ibu Mike memencet tombol darurat dan Dokter serta perawat pun datang memeriksa kondisi Sahara.


"Alhamdulillah, kondisi putri Ibu sehat dan bisa melewati semua nya. " Ucap Dokter.


"Alhamdulillah ya Allah. "


****


"Sahara sudah sadar. " Ucap Ibu Mike melalui sambungan telepon nya.


"Alhamdulillah ya Allah, sekarang bagaimana kondisi nya? " Tanya kembali Bima.


"Alhamdulillah baik, sekarang masih dalam proses pemulihan tubuh nya masih sangat lemas. " Jawab Ibu Mike.


"Tante, sesuai janji saya mulai saat ini tidak akan lagi ganggu Sahara. " Ucap Bima.


"Iya Bima, terima kasih ya selama ini sudah berada di samping Sahara, selalu memberikan perhatian sama anak Tante. "


"Sama - sama Tante. "


"Sahara....!!! " Agnes langsung menerobos masuk tanpa salam langsung berlari saat Sahara tengah tertidur. Robby langsung menegur Agnes dengan sikap dirinya.


"Maaf Tante, saya kira Sahara. " Ucap Agnes menyesal, Ibu Mike tersenyum sambil berjalan mendekat.


"Sahara baru saja tidur, kami tunggu sampai dia bangun. "


"Kamu sudah sadar, sesuai janji saya tidak akan lagi menemui kamu. " Ucap Bima dan langsung mengambil ponsel nya untuk menghubungi seseorang.


Panggilan pun tersambung, suara yang sangat Bima kenal menerima nya dengan sangat merdu.


"Hallo Bang, Assalamu'alaikum. " Sapa Intan.


"Walaikumsalam." Ucap Bima.


"Mari kita menikah. " Ucap Bima dan intan di seberang sana terdiam tak ada suara.


"Sahara sudah siuman, kita menikah. " Ucap Bima kembali.


*****


"Lapar ya? " Tanya Agnes saat melihat Sahara makan dengan lahap.


"Kamu tahu nggak, siapa yang sering menjaga kamu dan lihat bunga yang sudah kering belum Tante buang. " Ucap Agnes kembali.


"Memang nya siapa, kalau bukan kamu atau Robby atau Mami. " Ucap Sahara.


"Salah." Ucap Agnes.


"Siapa? "


"Bima."

__ADS_1


Uhuk.. uhuk.. uhuk


Agnes langsung mengambil kan minum untuk Sahara, dan langsung menegak air putih dalam gelas sampai habis.


"Bima? " Ucap Sahara.


"Jangan lupa kamu, Bima itu siapa. "


"Saya ingat. "


"Dia selalu kesini, setiap hari selalu bawakan kamu bunga, sekarang dia nggak kesini lagi karena pindah Dinas. "


"Oh."


"Kamu harus tahu, ternyata Bima itu cucu Nenek Lembayung, cucu buyut dari Kapten Hardi. "


Sahara berhenti makan nya dan langsung menatap ke arah Agnes, Agnes pun membuka ponsel nya dan memperlihatkan wajah Bima.


"Lihat ini, lihat baik - baik. Wajah pria yang di jodoh kan sama kamu sama persis dengan Almarhum kapten Hardi. "


Sahara mengambil ponsel milik Agnes menatap wajah Bima, tanpa di sadari Sahara mengusap wajah Bima dengan mata berkaca - kaca.


"Seperti nya Bima sangat mencintai kamu. Dan satu yang kamu harus tahu, Nenek Lembayung meninggal dunia. "


"Kapan? "


"Sudah seratus hari lebih. "


"Inalilahi wainnailaihi rojiun. "


****


"Gimana Dok? Anak saya kapan bisa pulang? " Tanya Ibu Mike.


"Dua atau tiga hari lagi bisa pulang, tapi kami akan observasi dulu selama beberapa hari ini." Jawab Dokter yang menangani Sahara.


"Nanti ada tambahan vitamin, saya tuliskan resep nya dulu nanti perawat akan antar kemari. "


"Terima kasih Dokter. "


Sahara hanya diam terus menatap ke arah bunga yang sudah kering, ada setetes butiran bening keluar dari sudut mata Sahara.


"Alhamdulillah nak, kamu akan pulang ke rumah. Pasti kamu rindu rumah, Mami juga rindu dengan suara ocehan kamu yang selalu membantah atau melawan mami. "


"Maaf kan Sahara ya Mam. "


"Mami selalu memaafkan kamu, Mami tidak akan pernah memasukan ke hati. Mami juga minta maaf, kalau Mami selalu memaksa kamu untuk mengikuti keinginan Mami." Ucap Ibu Mike.


"Kamu kenapa menangis? " Tanya Ibu Mike kembali.


"Hati Sahara merasakan sedih Mami, sedih berasa kehilangan sesuatu. " Jawab Sahara dengan terisak.


"Menangis lah, kalau ini yang membuat kamu lega. "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2