Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Mendapatkan Kan Mu


__ADS_3

Cinta kadang membuat bingung, mulut berkata tidak cinta, tapi hati ini berkata cinta. Kemunafikan sering kali datang nya saat mulut berucap, tapi hati tidak akan pernah munafik untuk sebuah perasaan. Cinta, memang kadang butuh perjuangan, dimana cinta itu akan bersatu untuk selama nya. Dan akan sulit untuk di lupakan, karena cinta akan terus membekas dan di ingat sepanjang waktu, walau Cinta itu pahit atau manis . Karena itulah cinta, tak bisa dilihat tapi bisa di rasakan entah tulus atau tidak. Tetapi berbeda dengan cinta yang tidak tulus, dari ketidak tulisan akan ada pembelajaran tentang apa arti itu cinta.


.


.


.


.


"Kedatangan kami sekeluarga, mewakili isi hati Bima yang ingin melamar Sahara. Mungkin kedatangan kami ini banyak kekurangan nya saya pribadi memohon maaf." Ucap Lukman.


"Saya ucapkan terima kasih , atas keniat baikan keluarga nak Bima dengan tujuan yang sangat mulia ini. Dan maaf kalau penyambutan nya kurang berkenan." Ucap Ibu Mike.


Acara pun di hadiri oleh Agnes dan Robby beserta anak - anak nya, dan tetangga sekitar. Karena kebanyakan keluarga Sahara berada di luar kota.


"Begini Bu, Saya sebagai keluarga dari Bima, ingin meminta ijin kalau Bima itu ingin berniat serius dengan Sahara. Tujuannya ingin melamar putri Ibu Sahara dan mengajak ke jenjang pernikahan. " Ucap Lukman.


"Saya sebagai Mami nya sangat senang mendengar nya, dan alhamdulillah anak saya ada yang meminang nya. Untuk jawaban nya saya serahkan pada anak nya saja. " Ucap Ibu Mike sambil melirik ke arah Sahara yang hari ini tampak sangat cantik dengan balutan kebaya warna cokelat perpaduan bawahan dengan batik motif merak.


"Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarokatuh. " Ucap Bima.


"Walaikumsalam salam warahmatullahi wabarakatuh. " Ucap Semua nya.


"Saya, Bima ingin mengutarakan isi hati saya dengan membawa niat baik. Pada seorang gadis di depan saya ini, yang sudah di kenal cukup lama. Namun baru bisa menarik perhatian nya sekarang. Mungkin perjuangan yang panjang membuahkan hasil hingga akhir nya wanita pujaan saya ini bisa saya raih, dan sekarang di depan mata dengan sangat cantik nya bidadari tercinta ini. Sahara, Abang ingin berkata jujur sama kamu, ingin mengajak kamu ke suatu hubungan yang serius, hubungan yang tidak sekedar hubungan biasa, tapi ingin mengajak kamu membuat suatu keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Apakah, kamu bersedia menjadi istri dan Ibu dari anak - anak saya? "Ucap Bima sambil tersenyum.


" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Ucap Sahara.


"Walaikumsalam salam warahmatullahi wabarakatuh. " Ucap Bima dan semua nya.


"Saya, sangat senang sekali atas niat baik Bang Bima, niat semua orang ingin kan dimana membangun sebuah rumah tangga dengan orang yang di cintai. Abang, terima kasih sudah sabar menghadapi sikap dan sifat Sahara, dan terima kasih selama ini sudah berjuang untuk mendapatkan hati Sahara, hingga akhirnya kita saling membalas cinta , dan pada akhirnya kita ini memiliki suatu niat yang sama. Bissmillah, saya terima lamaran Abang dan mau menjadi istri dan Ibu dari anak - anak Abang. " Ucap Sahara.


"Alhamdulillah." Ucap Bima dan langsung memakai kan cincin pada jari manis Sahara.


"Terima kasih sayang. " Ucap Bima dan Sahara mencium punggung tangan Bima.


*****


"Selamat ya, akhirnya kalian mau nikah juga." Ucap Agnes.


"Sama - sama, kalian adalah saksi dimana jalan cerita kisah percintaan kita." Ucap Sahara.


"Selamat Bro, jangan sakiti Sahara, jaga dia. " Ucap Robby.


"Pasti, saya akan jaga dan selalu mencintai wanita pujaan hati ini. " Ucap Bima.


"Calon suami, nggak menyangka, akhirnya jatuh pada pilihan Papi. " Ucap Sahara sambil memeluk tubuh Bima.


*****


"Pesawat nya bentar lagi lepas landas. " Ucap Bima Pada Sahara.

__ADS_1


"Bang, nanti saya tinggal di hotel lagi? " Tanya Sahara.


"Iya lah, mau menginap dimana sama Abang?" Jawab Bima.


"Nanti kalau sudah nikah kita tinggal dimana?"


"Mau di rumah Dinas atau di luar? "


"Di rumah Dinas boleh, bisa gabung sama Ibu - ibu lain nya, di rumah biasa emang Abang sudah ada gitu? "


"Belum sih, tapi kalau beli rumah biasa menurut kamu gimana? "


"Kalau beli rumah, di kota kita aja Bang, saya ingin disana. "


"Ok boleh, tapi Abang nabung dulu ya. "


"Iya Abang sayang. "


****


"Abang, saya takut loh. " Ucap Sahara.


"Takut kenapa? " Tanya Bima.


"Takut malu - maluin Abang, saat nanti di tanya sama atasan Abang. " Jawab Sahara.


"Tenang, pasti bisa. Ada Abang kok, kan Abang sudah ajarin kamu dari kemarin."


"Jadi sayang nikah nya, jangan gerogi ya. "


*****


"Assalamu'alaikum Papi. " Ucap Ibu Mike saat berziarah ke makam suami nya.


"Papi, anak kita sudah mau menikah, ternyata yang dulu tidak mau sama pilihan Papi ternyata sekarang mau. Alhamdulillah Papi, perjuangan Bima bisa meluluhkan hati Sahara. Dan ternyata anak kita yang sekarang bucin habis. Papi pasti bahagia,kalau papi masih ada, dan terima kasih Papi sudah memilih kan jodoh buat anak kita Sahara saat Papi masih hidup, pilihan Papi tidak pernah salah. "


*****


"Gimana? " Tanya Bima saat sudah selesai berbagai syarat untuk menikah.


"Ternyata apa yang Abang bilang tidak seperti yang saya kira. " Jawab Sahara.


"Makan nya, kalau apa - apa jangan suka pesimis dulu. "


"Kan takut nggak jadi nikah. "


"Ya nggak sayang, nikah akan tetap berjalan. "


Bima menarik tubuh Sahara kedalam pelukan nya, di cium nya bibir tipis Sahara yang kini menjadi candu nya.


"Sebentar lagi kamu jadi milik Abang seutuhnya. "

__ADS_1


"Abang juga, mulai sekarang awas saja kalau nakal. "


"Apa kalau nakal? "


"Saya potong terong Abang hingga bersih tak tersisa. "


"Terus kamu gimana, kalau di potong semua?"


"Cari lagi lah... Aaaaaaaa Abang.....!!! " Bima mengangkat tubuh Sahara dan di jatuhkan di atas tempat tidur.


"Abang... jangan Bang...!!! " Ucap Sahara berteriak geli saat Bima menggelitik perut Sahara.


"Ampun Abang....!!! "


"Ngomong begitu lagi, Abang buka semua nih..!! " Ucap Bima.


"Iya Abang... ampun...!!! "


Cup


Bima mengecup bibir tipis Sahara, dan Sahara pun membalas kecupan Bima.


" I love you. " Ucap Sahara pelan.


" I Love you too."


****


"Ok bagus gaya nya, sekarang ganti pose bergaya si Mas nya angkat ke atas tubuh mba nya. " Ucap sang photographer saat melakukan pemotretan praweding.


Bima mengangkat tubuh Sahara ke atas, dan berganti dengan menggendong Sahara, dimana photo mereka di lakukan di alam terbuka di sebuah hutan wisata.


Berbagai pose pun di lakukan, hingga sore hari pemotretan pun baru selesai.


"Capek ya? " Tanya Bima sambil memberikan minuman pada Sahara.


"Capek banget ya orang mau nikah itu. " Jawab Sahara.


"Ada yang nggak capek. "


"Apa itu Bang? "


"Buat anak. "


Hahahahahah


"Abang.... ih....!!!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2