Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Awal Rumah Tangga


__ADS_3

"Kenapa Yank? " Tanya Bima saat melihat Sahara meremas perut nya.


"Rasanya mules banget Yank. " Jawab Sahara.


"Kalau mules, BAB nggak. " Ucap Bima.


"Ih... Ayank, ini mules kayak nya kena genjotan nya Abang deh.. gimana mau sakit berkali-kali nggak habis - habis. "


"Kenapa nggak bilang sih, kamu nya diem aja kirain ke enakan. "


"Ngefly lah enak, baru ngerasain sakit nya sekarang. "


Tak


Bima menjitak kening Sahara hingga sakit, dan Sahara membalas nya dengan memukul lengan Bima.


"Sakit." Ucap Sahara.


"Abang kompres ya perut nya sama air hangat atau kita ke Dokter. " Ajak Bima.


"Nggak mau ke Dokter , malu - maluin mau periksa keluhannya begini. "


"Ya nggak apa - apa, Dokter nya juga paham kayak nggak pernah aja. "


"Nggak mau. "


*****


"Duh pengantin, makan juga satu piring berdua. " Ledek Ibu Mike.


"Biar romantis Mih, keliatan nya. " Ucap Bima.


"Jadi ingat dulu sama Papi, jadi ingin kembali muda lagi. "


"Awas aja kalau Mami niat nikah lagi. " Ancam Sahara langsung mendapatkan lirikan tajam dari Bima.


"Memang nya kenapa? "Tanya Ibu Mike.


" Saya nggak rela Mami nikah lagi. " Jawab Sahara.


"Nggak sayang, tenang saja. Mami sudah nggak memikirkan begitu an, Mami hanya memikirkan masa depan. " Ucap Ibu Mike sambil tersenyum berjalan meninggal anak dan menantu nya.


"Nggak boleh begitu Yank. " Ucap Bima.


"Awas aja, kalau Abang nikah lagi kalau ajal duluan jemput Sahara. "Ucap Sahara.


Tak


" Sakit. "


"Bicara begitu lagi, Abang karetin mulut kamu."


*****


"Besok kalian berangkat jam berapa? " Tanya Ibu Mike.


"Jam 12 siang, Mami Sahara Bima bawa ya." Jawab Bima.


"Iya Bima, jaga Sahara ya. " Ucap Ibu Mike.


"Mami, sendirian dong. " Ucap Sahara sambil memeluk tubuh Mami nya.


"Mami kan banyak teman, kan setiap minggu kumpul buat arisan, dari sana Mami nggak kesepian. "


"Nanti Sahara bakal hubungi Mami kok setiap. hari Janji. "


"Kalian jaga kesehatan ya, jangan putus kasih kabar. " Ucap Ibu Mike.


****


"Yank, nanti kita tinggal dimana?" Tanya Sahara.


"Kita tinggal di rumah dinas ya. " Jawab Bima.

__ADS_1


"Ok, ehm... Ibu - ibu nya asik nggak? "


"Asik - asik sayang. "


Sahara dan Bima kini berada di dalam pesawat, Sahara memeluk lengan Bima sambil kepala nya bersandar di lengan nya dengan tangan saling berpegangan.


"Bang, nanti bangunin ya kalau sudah mau mendarat. "


"Iya, kamu tidur aja. "


"Iya Bang. "


*****


Sahara menatap rumah yang akan menjadi tempat tinggal dirinya dan Bima, rumah yang sederhana dan tidak besar seperti rumah orang tua nya.


"Abang belum sempat beresin, kemarin baru Abang cat, sama betulin kamar mandi. Nanti Abang beresin ya, dan gorden nya belum di cuci. "


"Nggak apa - apa Bang, nanti saya bantuin menata. " Ucap Sahara.


"Bang, gorden nya ganti ya, soalnya ini nggak. modern. " Ucap Sahara.


"Abang tahu, gorden nya nggak ada gelombang nya, nggak ada gelombang sisi kanan kirinya ini terlihat seperti kain biasa yang di kasih pengait. " Ucap Sahara.


"Iya ganti aja, ini bekas pemilik yang dulu." Ucap Bima.


"Abang..!! " Panggil Sahara dari depan kamar mandi.


"Kenapa ? " Tanya Bima.


"Abang, nggak pake shower panas dingin. Hanya ada ini aja? " Jawab Sahara kembali bertanya.


"Hanya air dalam bak mandi? " Ucap Sahara.


"Iya, terus kenapa? "


"Kalau air nya dingin, kadang saya malas mandi kalau nggak air hangat. "


"Nanti besok kita beli dan pasang. "


"Iya, kenapa lagi? "


"Kalau mati listrik air habis gimana? "


"Nanti besok Abang beli ya. "


"Bang."


"Apa lagi beb? "


"Nggak punya microwave? "


"Buat apa? "


"Ya buat hangat makanan Yank. "


"Ada kompor nyalakan, hangat kan di wajan."


"Nggak asik, pokok nya besok harus beli. Ada kan duit nya? "


"Ada beb. " Ucap Bima sambil garuk - garuk kepalanya.


"Ayank Beb. "


"Apalagi Sahara...!!! "


"Kok nggak ada cermin besar kayak di rumah?"


"Besok ya.. beli, kamu catat di memo apa - apa yang mau di beli. "


*****


"Pak Adil, besok tolong bantu saya pasang penampungan air sama pasang Shower di kamar mandi. Pak Adil kan tukang bangunan, biasa lah pasang - pasang begini, dan saya minta sekalian bantu pasang gorden juga." Ucap Bima.

__ADS_1


"Baik Pak siap, untuk belanja nya saya atau sama Bapak? " Tanya Pak Adil.


"Saya saja, kalau Bapak yang belanja nanti tidak sesuai. Bang, duit nya buat belanja. " Ucap Sahara sambil membuka telapak tangan nya.


"Pake kartu kredit aja ya? "


"Ngutang? "


"Ya ada, tapi pake ini aja. "


"Tiap bulan, Abang punya tagihan kartu kredit? "


"Nggak sih, Abang punya kalau darurat. "


"Duit nya kemana? " Bisik Sahara.


"Ada, tapi jangan ini. "


"Baru nikah pelit ya. "


"Bukan begitu, Abang uang nya lagi di irit Sahara, buat nikah, buat kemarin renov ini rumah, belum tiket bolak balik pesawat. Kalau menuruti kamu semua ganti nggak cukup 10 juta. Kamu pasti ingin perabotan yang ada di rumah kan, sama seperti disana. Kalau mau pake kartu kredit, biar ini urusan Abang bulan depan. Sekarang beli penampungan air, shower sama ganti gorden saja, beli yang nggak perlu seperti microwave nanti, sama ganti yang ada disini. " Ucap Bima.


"Iya deh Bang. "


"Nih, ada di ATM kalau mau semuanya pakai kartu kredit. "


"Ambil ATM aja, maaf ya. "


"Iya sayang, kita hidup merantau belajar menghemat ya jangan samakan dengan yang di sana, kita bisa saja mendadak pulang , tiket pesawat berapa bukan naik angkot. Mau nikah sama Abang, mau hidup sederhana." Ucap Bima.


"Terus, kita juga nggak akan mungkin disini terus, Abang bisa saja di pindah kan kecuali kamu mau jadi orang sini."


"Iya Bang. "


*****


"Makan dulu Bang. " Ucap Sahara sambil membawa piring dan gelas berisi air putih.


Bima yang sedang memasukan pakaian nya di dalam lemari langsung berhenti dan mengikuti langkah Sahara duduk di depan televisi.


"Butuh meja makan nggak? "


"Kata Abang jangan beli? "


"Ada kayu, nanti Abang buatkan ya. "


"Emang bisa? "


"Bisa lah, kenapa ragu ya? "


"Iya sih, meragukan. "


"Tenang.. pasti bagus hasil nya. "


****


Bima melihat istri nya mencuci pakaian dengan cara manual , dan setelah itu memasak, menyapu semua nya di lakukan secara sendiri, yang biasa nya tidak pernah di lakukan nya.


"Maaf kan Abang Yank, Abang sengaja membuat semua nya sederhana tidak seperti di rumah. Bukan berarti Abang tidak punya uang, yang jelas ada tapi Abang ingin tahu reaksi kamu. " Ucap Bima pelan.


"Abang..!! " Panggil Sahara dengan kening berkeringat.


"Capek ya? "


"Nggak, juga. "


"Maaf ya, kamu kerjakan ini semua."


"Nggak apa - apa Bang, nama nya kan sudah jadi seorang istri. "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2