Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

"Teman Bunda, kenapa itu? " Tanya Robby yang melihat Sahara senyum - senyum sendiri.


"Biasa, lagi jatuh cinta begini. " Jawab Agnes sambil menyuapi anak nya yang bernama Regan, sedangkan Robby sedang menggendong anak kedua nya Molly.


"Emang nya pacar nya orang mana Bunda? "


"Sama Bima. "


"Hah.. serius? "


"Serius, tanya aja sama orang nya. "


"Sahara." Panggil Robby.


"Ya Robby, ada apa? " Tanya Sahara berjalan mendekat.


"Benar kamu sama Bima? " Tanya kembali Robby.


"Iya, kenapa? Kaget ya. " Jawab Sahara sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi nya.


"Nggak tuh, biasa aja. Ternyata menjilat ludah sendiri. " Ucap Robby.


"Apa Robby? " Ucap Sahara yang pura - pura nggak dengar.


"Itu, istri saya makin kesini makin gemuk. " Ucap Robby langsung dapat lirikan tajam dari Agnes.


"Piss Bund. " Ucap Robby.


"Sore saya mau terbang kesana. " Ucap Sahara yang langsung mendapatkan lirikan dari Robby dan Agnes.


"Jangan mengada - ngada kamu. " Ucap Agnes.


"Serius lah, tiga bulan nggak ketemu itu rasanya bagaimana tahu. " Ucap Sahara.


"Nikah aja sih, kalau begitu. " Ucap Robby.


"Ini kejutan tahu, besok kan Bebeb Bima ulang tahun. Pas deh sampe sana jam 12 malam teng, suruh jemput di bandara. " Ucap Sahara.


"Seperti nya sudah di rencanakan ini Ayah. " Ucap Agnes pada Robby.


"Benar Bund, ternyata yang agresif itu cewek nya. "


"Emang, jadi cewek harus agresif. Biar cowok nya nggak lari. " Ucap Sahara.


"Wah, sakit jiwa Bund teman kita. "


"Kalau saya sakit jiwa, kalian berdua juga sama - sama sakit jiwa dong,.. hahahahaha." Ucap Sahara tertawa terbahak - bahak.


*****


"Bima tahu belum? " Tanya Ibu Mike.


"Ini kejutan, Mami jangan kasih tahu Bima dulu. " Jawab Sahara.


"Ok, Mami ijinkan karena kamu mau ke Bima. Tapi kalau bohong bukan ke Bima atau sampai sana Bima nggak ada, Mami nggak mau tahu. "


"Iya Mami, tenang saja. Kalau nggak ada kan Sahara balik lagi. "


"Terus, si Bima nya ada di sana aja nggak tugas keluar? "


"Nggak dong Mi, makan nya Sahara itu mau kesana. "


"Ya sudah , hati - hati. "

__ADS_1


"Siap Mami, makasih ya Mam. "


"Iya." Ucap Ibu Mike sambil mengusap kepala Sahara.


******


Sahara pun menggunakan penerbangan malam, pesawat sekitar 2 jam penerbangan menuju dimana Bima bertugas.


"Pasti Ayank beb terkejut dan kaget, pas nih sampai sana jam 10 an kan perjalanan ke Bandara saja 2 jam nyampe Bandara jam 12 malam lebih. " Ucap Sahara pelan dengan tersenyum sendiri.


Setelah penerbangan 2 jam, pesawat pun mendarat, Sahara pun segera menghubungi Bima saat sudah berada di luar pintu keluar.


Sahara mencoba menghubungi Bima , namun tidak aktif. Hingga berkali-kali menghubungi operator yang menerima.


"Aduh, gimana nih malah orang nya nggak aktif, giliran kasih kejutan malah saya yang di kasih kejutan duluan sama dia. " Ucap Sahara gelisah.


"Kalau kayak gini sih, ini harus menunggu di bandara sampai pagi. Ah... Mami... gimana ini." Ucap Sahara langsung duduk di kursi penunggu.


"Yank, jemput di Bandara. "


*****


Bima membuka mata nya saat merasakan haus, dan melihat ponsel nya mati langsung di charger. Terdengar rentetan bunyi notifikasi pesan masuk, Bima sambil mengucak matanya melihat banyak panggilan tak terjawab dari Sahara, dan membuat kaget Bima, Sahara mengirim kan pesan berada di Bandara.


"Bebeb jangan bercanda. "


Bima pun menghubungi Sahara, namun di reject dan sebuah pesan photo menunjukkan Sahara yang sedang duduk di dalam Bandara.


"Ah... ini cewek main kejutan, jam 3 pagi lagi dia jam berapa mendarat. "


*****


"Sayang, kenapa kesini nggak bilang - bilang sih? " Ucap Bima langsung memeluk tubuh Sahara.


"Kenapa ponsel di matikan hah? " Ucap Sahara kesal.


"Nggak boleh, saya kesini? Kalau nggak boleh ya udah balik lagi. "


"Eits, jangan begitu dong sayang. Abang senang kok Ayank kemari. "


"Happy birthday. " Ucap Sahara.


"Sayang, kamu ingat ulang tahun Abang? "


"Kan Abang sendiri yang pernah nanya kapan tanggal ulang tahun Sahara, terus Sahara juga tanya kapan ulang tahun nya Abang. "


"Makasih sayang, sudah datang jauh - jauh kesini hanya buat ucapkan ulang tahun." Ucap Bima merangkul pundak Sahara.


****


"Bang, kok kita ke hotel? " Tanya Sahara.


"Terus, mau tinggal di mana? " Jawab Bima.


"Kirain sama Abang. " Ucap Sahara.


"Jangan, di tempat Abang laki - laki semua." Ucap Bima langsung mengambil kunci dari resepsionis.


Pintu kamar hotel pun di buka , Sahara langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.


Bima langsung naik ke atas tempat tidur dan menindih tubuh Sahara.


"Capek ya? " Ucap Bima sambil membereskan anak rambut yang sedikit menghalangi mata Sahara.

__ADS_1


"Capek, ingin tidur . " Ucap Sahara sudah merasakan berat kedua mata nya.


"Nggak ada kado buat Abang? " Tanya Bima sambil memainkan kedua mata nya.


"Ada Bang, ambil aja sendiri di koper. Mata saya sudah berat banget. " Jawab Sahara yang sudah mengantuk berat.


Bima mengecup kening Sahara, laku bangun dari atas tubuh Sahara, dan dengan berani membuka koper milik Sahara.


Bima tersebut saat ada sebuah paper bag dengan isi kotak kecil warna hitam berpita merah.


"Apa ini Yank? " Bima membuka pita nya dan kotak tersebut. Senyum Bima mengembang saat melihat sebuah jam tangan pria bermerk untuk dirinya.


"Sayang, kamu romantis banget. Datang jauh - jauh hanya demi ini, tapi cara ucapin sama kado nya nggak romantis. " Ucap Bima.


****


Sahara membuka mata nya, melihat jam pukul 5 sore, Sahara merasakan berat di kepala nya dan tidak kuat untuk bangun.


"Pusing banget sih. " Ucap Sahara.


Ceklek


"Yank, baru bangun? " Tanya Bima yang baru pulang Dinas masih mengenakan seragam nya.


"Sayang, kepala nya pusing banget. " Jawab Sahara.


"Hah.. kamu pusing. " Ucap Bima langsung mendekati Sahara dengan memegang kening nya.


"Kamu demam sayang. "


"Kenapa sih, sakit segala. Padahal kesini ingin merayakan ulang tahun sama Abang. "


"Kan begini saja Abang senang sayang, makasih banyak. Abang carikan obat dulu ya."


Sahara langsung memeluk tubuh Bima dengan kedua paha nya menjadi bantalan kepala nya.


"Mau makan dulu? " Ucap Bima sambil mengusap punggung Sahara.


"Mau nya Abang. "Ucap Sahara.


"Abang sudah disini, kamu sakit cari obat dulu Abang nya. "


"Ikut."


"Nggak akh, disini aja. "


"Nggak mau. " Rengek Sahara.


"Kuat kamu nya? "


"Kuat sayang, kan ada kamu."


"Ya sudah, mandi pake air hangat. Nanti Abang siapkan. "


"Ok sayang. "


*****


"Minum dulu obat nya, ini nggak akan buat mengantuk. " Ucap Bima memberikan pil pada Sahara dan langsung meminum nya.


"Sekarang kita kemana? " Tanya Sahara.


"Ke tempat romantis yuk. " Ajak Bima.

__ADS_1


"Kemana Bang? "


"Ada deh, pokoknya nggak akan bisa di lupakan. "


__ADS_2