
"Yank... Abang pulang nih. " Panggil Bima.
Sahara keluar dari kamar nya yang baru saja bangun tidur, Sahara mencium punggung tangan Bima lalu membukakan tali sepatu suami nya.
"Baru bangun tidur ya? " Tanya Bima.
"Iya, ngantuk banget, tadi kedengaran suara Abang langsung bangun. " Jawab Sahara berjalan menaruh sepatu Bima di rak sepatu.
"Makan Yank, lapar. " Ucap Bima membuka seragam nya.
"Bang, tadi nggak masak. Goreng telur sama kecap aja ya. "
Bima berjalan ke arah meja makan membuka tudung saja dan membuka lemari es melihat isi nya yang masih tersedia stok sayuran dan ikan.
"Kenapa nggak masak? "
"Di bilang tidur ngantuk, lemes. "
"Oh.. ya udah telor juga nggak apa - apa. "
Sahara pun menggoreng telor ceplok dan Bima menunggu di depan meja makan sampai akhir nya telor ceplok dan kecap dan nasi putih sudah ada di atas piring.
"Maaf ya Bang. " Ucap Sahara yang terlihat pucat.
"Iya sayang nggak apa - apa, kamu sakit? " Tanya Bima melihat Sahara yang pucat.
"Nggak tahu Bang lemes, pusing mual. "
"Istirahat saja, nanti kalau sampai malam masih kita ke Dokter. "
Sahara langsung merasakan mual pada perut nya dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.
"Yank.. kamu kenapa Yank? " Bima berlari ke arah kamar mandi.
Hueeek
Hueeek
Hueeek
Bima membantu memijat tengkuk leher Sahara hingga Sahara merasakan sudah terkuras semua isi perut nya.
"Kamu belum makan apa - apa? " Tanya Bima sambil memapah Sahara.
Sahara menggeleng kan kepala dan di bawa Bima masuk kedalam kamar mereka.
"Ke Dokter ya? "
"Nggak Bang, nanti ini lemas sama pusing."
"Abang buat kan teh hangat. "
"Iya Bang. "
"Om Bima. " Sapa Sita.
"Eh, Sita, mau ketemu Sahara ya? " Ucap Bima saat Sita sudah berada di depan pintu.
"Iya, ada nggak? "
"Ada, di kamar masuk aja. "
"Makasih."
Sita masuk kedalam kamar nya dan melihat Sahara yang sedang bersandar lemas.
"Kenapa? " Tanya Sita duduk di samping Sahara.
"Dari pagi pusing, lemes mual ini juga tidur terus dari pagi." Jawab Sahara.
"Jangan - jangan kamu kayak saya. " Ucap Sita.
"Jangan - Jangan kenapa? "
"Hamil."
"Hah.. serius kamu hamil? "
"Tiga hari sama seperti kamu, pas di cek positif hamil. Coba deh kamu cek, dan ingat terakhir haid itu kapan. "
"Kok saya sampai lupa ya, emang telat sih."
__ADS_1
"Nah, jangan - jangan emang benar kamu itu sedang hamil. "
"Yank, minum dulu teh manis hangatnya." Ucap Bima membantu Sahara minum.
"Gimana masih mual, pusing? "
"Masih Bang. "
"Istirahat ya, Abang tinggal dulu. "
"Om."
"Ya ada apa? "
"Mungkin Sahara hamil, sama seperti saya." Ical Sita membuat Bima melirik ke arah perut Sahara.
"Terakhir haid kapan Yank? " Tanya Bima.
"Kayak nya bulan kemarin, ini sudah akhir bulan belum ada tanda - tanda. " Jawab Sahara.
"Jangan - jangan benar yang di katakan Sita." Ucap Bima.
"Abang belikan alat tes kehamilan." Ucap Bima.
"Om langsung ke Dokter saja. " Ucap Sita.
"Iya, benar kata Sita. Kita langsung ke Dokter."
****
"Bagaimana Dok? " Tanya Bima membawa Sahara ke klinik Dokter kandungan.
"Alhamdulillah, Ibu positif hamil. " Jawab Dokter Lisa.
"Alhamdulillah, Yank kita mau jadi orang tua." Ucap Bima.
"Alhamdulillah ya Allah, masuk usia berapa minggu Dok? " Tanya Sahara.
"Masuk usia 3 minggu, sekali lagi selamat ya." Jawab Dokter Lisa.
"Terima kasih Dok. " Ucap Sahara.
"Saya buat kan resep nya. "
"Baik, saya buatkan. "
****
"Alhamdulillah Sahara, selamat sayang. Mami senang akhirnya Mami akan jadi Nenek. " Ucap Ibu Mike dari seberang.
"Sahara nggak menyangka Mam, akhirnya ada makhluk kecil di perut Sahara. "
"Jangan capek - capek, pekerjaan rumah di tinggal dulu karena masih rawan usia kandungan segitu. "
"Iya Mami, Sama Abang juga di suruh istirahat." Tangan Sahara membelai rambut Bima yang sedang menciumi perut nya.
"ya sudah, istirahat ya. Kabari Mami kalau ada apa - apa. "
"Siap Mami. "
"Yank, mulai sekarang biar pekerjaan rumah Abang yang kerjakan. " Ucap Bima.
"Tapi Bang, masa Abang semua. "
"Nggak apa - apa Yank, selama kamu hamil nggak boleh kerja yang berat - berat. Nggak boleh cuci baju, masak, nyapu pokok nya biar Abang yang melakukan semua nya."
"Beneran nggak apa - apa? "
"Nggak apa - apa sayang. "
"Makasih Ya Bang. "
"Sama - sama. "
****
Di depan rumah Dinas Angga, Sahara dan Sita makan rujak bersama dan terlihat beberapa cemilan yang menumpuk. Selama hamil mereka berdua selalu bersama dengan keinginan yang sama saat ngidam.
"Sit, pedas sekali air es nya habis ya. " Ucap Sahara kepedesan.
"Nanti saya ambil lagi. " Ucap Sita masuk kedalam rumah nya.
__ADS_1
Angga pun pulang dan turun dari motor nya, dan Sahara melihat Angga membawa sebuah kotak kue.
"Om itu apa? " Tunjuk Sahara.
"Oh.. ini pesanan Sita mau brownies. " Jawab Angga.
"Bang, Brownies lumer nya dapat? " Tanya Sita sambil membawa botol minuman dingin.
"Dapat dong. " Ucap Angga sambil menyerah kan pada Sita.
"Kita makan Brownies lumer sama - sama yuk." Ajak Sita.
"Kayak nya enak nih, beli dimana? " Tanya Sahara.
"Bang Angga yang beli, kalau mau minta tolong Abang belikan. " Jawab Sita.
"Nanti suruh Bang Bima aja suruh nanya." Ucap Sahara sambil memakan Brownies nya.
Sedangkan Angga sedang menerima telepon dari Bima, dan hanya tertawa terbahak - bahak.
"Ada tuh, lagi makan besar. " Ucap Angga.
"Suami di sini mah lagi makan kecil, sama sayur asem dan tempe. " Ucap Bima.
"Kayak nya dari pagi mereka, lihat saja jajanan nya melebihi anak kecil. "
"Biarkan aja, namanya juga Bumil. "
"Iya, senang lihat nya kalau begini. "
"Kita sebagai suami harus siaga. "
*****
"Bang, nanti minta belikan Brownies Lumer tadi enak banget. " Ucap Sahara sambil tiduran di kedua paha Bima.
"Belinya dimana? " Tanya Bima.
"Tanya Om Angga, dia yang beli. " Jawab Sahara.
"Nanti Abang tanya sama Angga. "
"Sama itu Bang, pengen jus semangka."
"Besok ya sekalian beli nya. "
"Makasih sayang. "
"Sama - sama sayang. " Ucap Bima mengecup bibir Sahara.
*****
"Angga, kemarin Brownies beli dimana? " Tanya Bima.
"Oh itu, pesan dulu saya dapat dari sosmed." Jawab Angga.
"Duh kirain beli di toko mana. " Ucap Bima.
"Itu rumahan yang jual, pesan dulu. "
"Ada yang ready hari ini nggak ya, buat Sahara."
"Ntar saya coba hubungi ada lebihan nggak nanti suruh minta antar kesini."
Angga pun mengechat penjual Brownies lumer , menunggu beberapa saat chat an nya pun di balas.
"Ada lebihan katanya. " Ucap Angga.
"Ya sudah, ada lebihan berapa? Ambil semua." Ucap Bima.
"Masih ada sisa 3,saya suruh bawa kesini semua. "
"Sip, tinggal cari jus semangka. "
.
.
.
.
__ADS_1
.