Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Perasaan Sama


__ADS_3

"Dari hasil Rontgen nggak ada masalah, mungkin karena benturan saja sakit nya, jadi aman ya. " Ucap Dokter di salah satu rumah sakit.


"Alhamdulillah, terus pasien harus di rawat atau di bawa pulang? " Ucap Bima.


"Istirahat saja di rumah, 3 atau 7 hari nanti juga sakit nya akan perlahan hilang. Obat nya jangan lupa di minum."


"Siap Dok terima kasih. "


Bima mematahkan Sahara hingga masuk kedalam mobil, dan menuju ke rumah Pak Kades.


"Makasih ya sekali lagi. " Ucap Sahara.


"Iya, sama - sama. "


Hingga sampai di depan rumah Pak Kades, Bima dan Sahara tidak melanjutkan obrolan mereka.


Sahara di sambut istri Pak Kades untuk masuk kedalam kamar nya selama tinggal di rumah Pak Wahyu.


"Kalau begitu saya permisi dulu. " Ucap Bima.


"Terima kasih Pak Bima, sudah mengantarkan mba Sahara sampe rumah. " Ucap Istri Pak Wahyu.


"Sama - sama Bu, kebetulan saat itu saya sedang ada ditempat. " Ucap Bima.


"Sahara saya pamit. " Ucap Bima.


"Iya, hati - hati. " Ucap Sahara.


*****


"Kamu tahu tidak saya bertemu siapa disini? " Ucap Sahara saat melakukan panggilan telepon.


"Memang nya siapa? " Tanya Agnes dari seberang.


"Bima." Jawab Sahara sambil antusias dan menahan sakit.


"Serius kamu? Terus - terus gimana dia? "Tanya kembali Agnes penasaran.


" Dia perhatian sama saya, saat saya habis jatuh terperosok nggak di Puskesmas nggak di rumah sakit. Dia nggak mau jauh dari saya, perhatian banget beuh.. kayak saya ini pacar nya saja. " Ucap Sahara.


"Tapi kondisi kamu nggak apa - apa kan, nggak parah? "


"Alhamdulillah nggak. "


"Ingat, kamu jangan jadi pelakor. Dia seperti itu bukan berarti melihat kamu siapa


Ingat itu Bima suami nya Intan. "


"Iya saya paham kok sadar diri. "


"Ini hukuman buat kamu karena kamu sudah menolak dia, disaat seperti ini kamu bertemu lagi sama dia dengan status yang berbeda. "


******


"Kondisi kamu sudah baikan kan? " Tanya Menur.


"Alhamdulillah sudah. " Jawab Sahara.


"Sahara, untuk sementara kamu jangan terjun di lapangan dulu walau kondisi pulih juga, saya takut akibat kemarin masih belum sembuh total. " Ucap Profesor Hasan.

__ADS_1


"Jadi Profesor akan pulang kan saya? " Tanya Sahara.


"Setelah kamu pulih. " Jawab Profesor Hasan.


"Tolong ijinkan saya tetap disini sampai kalian selesai, dari pada istirahat di rumah atau menunggu laporan dari kalian semua mending saya disini saja. Please ya Prof. " Ucap Sahara memohon.


"Tapi Sahara. "


"Saya mohon Prof. "


"Ok, tapi hanya sekedar membantu saja.


" Siap ,terima kasih. "


****


"Kamu itu kenal ya sama itu si Tentara nama nya Bima? " Tanya Rudi penasaran.


"Kenal." Jawab Sahara.


"Pantesan, tapi menurut Saya sih bukan teman biasa betul tidak? " Tanya kembali Rudi.


"Emang." Ucap Sahara.


"Tuh kan jelas. " Ucap Rudi.


"Pacar atau Mantan? " Tanya Menur semakin penasaran.


"Mantan bukan, pacar bukan yang jelas dia itu pernah mau di jodohkan sama Saya, tapi Saya nya nggak mau. Tapi dia masih tetap mengejar Saya tapi ya gitu Saya tolak eh akhirnya dia di jodohkan sama saudara angkat nya sekarang sudah menikah, tapi kata dia itu Saya cinta pertama nya mungkin perlakuan dia karena Saya cinta pertama nya."Ucap Sahara menjelaskan.


"Oh pantas saja, dia itu menyuruh Rudi untuk menggantikan mengemudi mobil. " Ucap Menur.


*****


"Hi.. gimana kondisi kamu? " Tanya Bima saat berkunjung menengok Sahara.


"Alhamdulillah sehat, dari mana? " Jawab Sahara kembali bertanya.


"Sengaja kesini. " Ucap Bima.


"Ini buat kamu, Saya belikan Roti bakar. Enak loh Roti bakar nya. " Ucap Bima menyerah kan kotak berisi roti bakar.


"Makasih ya. " Ucap Sahara.


"Sama - sama, dimakan dong. "


Sahara pun membuka roti bakar nya dan memakan nya, Bima tersenyum saat melihat Sahara menuruti apa katanya.


"Kamu berubah ya sekarang. " Ucap Bima.


"Berubah? " Ucap Sahara bingung.


"Iya kamu nggak jutek lagi sama saya, bahkan jaket milik Saya masih kamu simpan dan pakai. "


Uhuk... uhuk.. uhuk...


Sahara langsung tersedak dan menaruh roti bakar yang sedang di makan nya, dan membuang wajah nya kesamping.


"Saya pernah mau kembali kan, tapi terlambat kamu sudah pergi sama Intan. Dan kamu tidak pernah pulang selama 5 tahun, jadi ya Saya simpan. Kalau untuk di pakai kan memang jujur jaket kamu nyaman." Ucap Sahara.

__ADS_1


"Makasih ya, kamu masih simpan dan tidak membuang nya. "


"Iya."


Ponsel Bima pun berdering, terlihat sebuah panggilan video dengan nama Mamah Daren saat Sahara sempat melirik nya.


"Hallo... Papah...!" Sapa seorang anak laki-laki di panggilan video nya.


"Hallo sayang. " Balas Bima.


"Papah, kapan pulang? Daren kangen sama Papah. "


"Nanti ya, Papah akan pulang. Papah sudah belikan kamu pesawat nya. "


"Asik...!!! "


Sahara memperhatikan interaksi antara Bima dan anak kecil tersebut, ada sedikit rasa sakit di hati dan terasa air mata ingin tumpah, hingga Sahara yang sudah tidak tahan lagi masuk kedalam kamar nya.


Bima melihat Sahara lari kedalam kamar nya setelah mengakhiri panggilan video call dengan Daren.


"Sahara." Panggil Bima dari balik pintu.


Tok... tok..


"Sahara." Panggil kembali Bima.


"Iya." Ucap Sahara dari dalam kamar.


"Kamu kenapa? Kamu sakit? " Tanya Bima bingung.


"Iya, maaf ya. " Jawab Sahara.


"Kita ke Dokter yuk? " Ajak Bima.


"Nggak usah, sakit Saya nggak akan sembuh walau ke Dokter. "


"Maksudnya? "


"Mending kamu pulang saja, Saya ingin sendiri. "


"Tapi, kamu benar nggak apa - apa? "


"Iya, mending kamu pulang deh. "


"Kalau ada apa - apa, kamu kabari Saya. Bisa minta nomer ponsel Saya sama Pak Wahyu, nomer nya masih nomer lama, pasti kamu sudah menghapus nya. Saya pulang. "


Sedangkan di dalam Kamar, Sahara terisak menangis dengan wajah nya di tutup bantal. Tangisan nya semakin kencang, hingga membuat dada nya sesak.


Hiks... hiks.. hiks...


"Sakit hati Saya sakit... hiks.. hiks... Saya menyesal Bima, hiks.. hiks.. Saya menyesal menolak kamu dulu. Sekarang kamu sudah bahagia hiks.. hiks.. hiks... Saya menyesal.. kalau kamu tahu , Saya ini mencintai kamu hiks.. hiks.. hiks... Saya mencintai kamu Bima...!! "


"Bima..... Saya mencintai kamu....!!! "


****


"Kenapa kamu kembali di saat Saya sudah belajar melupakan kamu, kenapa baru sekarang kalau kamu itu memiliki rasa yang sama di saat semua nya sudah terlambat." Ucap Bima sambil membuka photo Sahara pada Laptop nya.


"Kamu tahu, semua photo kamu yang Saya ambil secara sembunyi itu Saya pindahkan di laptop dengan file hidden agar kamu tidak terlihat lagi atau mengingat kamu lagi tapi apa ternyata sedikit demi sedikit Saya hampir lupa sekarang kamu ada di depan mata Saya kembali. Saya berusaha untuk agar rasa ini tidak tumbuh lagi, tapi fakta sekarang kamu memiliki rasa yang sama. "

__ADS_1


__ADS_2