Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Amanat Yang Di Tinggalkan


__ADS_3

"Abang yakin, akan bawa Intan menemui Sahara? " Tanya Intan.


"Iya, kamu harus tahu Sahara. " Jawab Bima dengan menggandeng tangan Intan.


Langkah kaki nya mengarahkan masuk ke kamar Sahara, saat terbuka Ibu Mike sedang merapikan selimut yang menutupi Sahara.


"Siang Tante. " Sapa Bima sambil mencium punggung tangan Ibu Mike begitu juga dengan Intan.


Intan melihat Sahara yang tertidur dengan tenang, terlihat pancar wajah nya yang cerah. Intan pun melihat bagaimana cara menatap Sahara yang tidak berdaya.


"Tante sengaja, mempercantik Sahara untuk kamu Bima. " Ucap Ibu Mike.


"Tante, sampai segitu nya. " Ucap Bima.


"Tante sudah pasrah, bila terjadi sesuatu pada Sahara. Tante Ikhlas bila Allah mencabut nyawa nya. "


"Tante, Tante harus yakin kalau Sahara pasti akan siuman. Tante harus semangat."


"Iya, Tante selalu berdoa agar dia kembali."


"Tante, saya kemari hanya ingin mengatakan sesuatu. "


"Apa itu Bima? "


"Tante, sebelum nya saya mohon maaf bila ini membuat Tante kecewa, dan mungkin almarhum Om Sahril. Tante jujur saya mencintai Sahara, tapi tidak dengan Sahara. Tapi Nenek menginginkan saya menikahi Intan, dia wanita yang sudah seperti adik sendiri ini akan menjadi istri saya. "


Ibu Mike tersenyum, namun di balik senyuman nya ada rasa sedih dan kecewa dengan apa yang di sampaikan oleh Bima.


"Nggak apa - apa, Tante ngerti kok. Cinta tidak bisa di paksa. " Ucap Ibu Mike.


"Tapi saya akan tetap kemari sampai Sahara siuman, setelah itu saya tidak akan lagi menampakan diri di depan Sahara. " Ucap Bima.


"Tante, maaf kan Intan ya. " Ucap Intan.


"Kamu nggak salah, semoga kalian bahagia ya. " Ucap Ibu Mike sambil mengusap lengan Intan.


"Intan, kamu sekarang sudah tahu kan, ini adalah Sahara. Abang mencintai nya tapi cinta Abang tidak di balas, mungkin Nenek menyatukan kita adalah terbaik buat kita. " Ucap Bima.


Intan tersenyum sambil menatap tubuh Sahara, wajah cantik wanita yang sangat di cintai oleh Bima kini akan perlahan tergantikan oleh nya.


"Bang, bagaimana pun Intan adalah yang kedua. "


"Disaat kita sudah menjadi satu, kamu adalah yang pertama. "


*****


Acara pertunangan Bima dan Intan dihadiri Tetangga, saudara dan teman dekat Bima. Nenek Lembayung tersenyum saat Bima menyematkan cincin pertunangan pada jari manis Intan, momen tersebut pun tak lupa di abadikan.


"Selamat buat kalian. " Ucap Nenek Lembayung.


"Nenek." Ucap Intan memeluk tubuh Nenek Lembayung.


"Jadilah pendamping hidup Bima selama nya."

__ADS_1


"Selamat." Ucap Aldi.


"Selamat ya. " Ucap Ikbal.


"Terima kasih, sudah menyempatkan hadir." Ucap Bima.


"Akhirnya, calon persit sudah terpilih." Ucap Aldi.


"Itulah jodoh, ternyata orang dekat saja." Ucap Bima.


"Apa nanti akan kamu bawa di tempat tugas yang baru? " Tanya Ikbal.


"Seperti nya tidak, Nenek sendirian disini. Dan Nenek tidak mau meninggalkan rumah ini." Jawab Bima.


"Iya ya, Intan kan dekat sama Nenek kamu." Ucap Ikbal.


***


"Dek, kamu siapkan buat pengajuan nikah kita." Ucap Bima.


"Iya Bang, nanti saya siapkan. " Ucap Intan.


"Oh iya, ini ATM kamu pegang. Sekarang kamu nggak usah telepon Abang untuk meminta transfer uang buat kebutuhan rumah. "Ucap Bima sambil menyerah kan ATM nya.


" Nggak usah Bang, jangan. Saya kan belum jadi istri Abang. " Ucap Intan menolak.


"Ambil lah, sekarang atau nanti tetap saja ATM ini akan Abang berikan sama kamu nanti nya. "


"Tapi Bang, saya kan belum jadi istri Abang. "


Intan pun menerima kartu ATM milik Bima, dengan penuh kasih sayang Bima membelai rambut Intan.


"Kita harus sama - sama untuk belajar mencintai. " Ucap Bima.


*****


"Papi, amanat Papi tidak bisa di laksanakan, maaf kan kami ya Pap. Mami tahu itu pilihan terbaik buat kita tapi bukan terbaik buat Sahara atau pun Bima. " Ucap Ibu Mike sambil menatap photo suami nya yang terselip di dompet.


"Insya Allah, kalah Sahara masih diberi kan kesempatan kedua, Sahara akan menemukan cinta sejati nya. Kita harus yakin, pilihan Sahara adalah yang terbaik. " Ibu Mike mencium photo tersebut ada sedikit tetes air mata nya yang membasahi sudut kedua kelopak mata nya.


*****


"Kapten, kita sudah dekat. Dan terlihat beberapa Tentara kita yang berjaga di perbatasan kota. " Ucap Aji dengan mengunakan teropong nya.


"Kita segera turun, kita temui mereka. "Ucap Hardi.


" Tunggu Kapten. " Ucap Aji.


"Seperti nya, mereka di bawah pimpinan Mayor Topan." Ucap Aji kembali dan teropong pun di ambil alih oleh Hardi.


"Sial." Ucap Hardi.


"Kita tidak bisa kesana, kalau pun bisa sama saja menyerah kan diri ke kandang macan." Ucap Hardi.

__ADS_1


"Jadi bagaimana Hardi? " Tanya Sayuti.


"Tak ada jalan lain, hanya satu - satu nya jalan dimana anak saya ada di kota B, dan harus melewati kota A. " Jawab Hardi.


"Apakah Abang yakin, Lembayung sudah sampai di kota B? " Tanya Sahara.


"Hati Abang yakin, dia pun belum sampai ke utara, karena tidak mungkin dia akan berjalan sendiri jauh kesana tanpa halangan. "


"Kita harus menyerang mereka, itu jalan satu - satu nya. " Ucap Hardi.


"Itu ide yang bagus, lebih baik kita mendekat dan menyerang. " Ucap Ilham.


"Kita siap kan amunisi sebanyak mungkin, karena mereka sangat banyak di bandingkan kita. " Ucap Hardi.


"Apa kita akan langsung menyerang? " Tanya Sahara dan pandangan mereka langsung beralih ke arah Sahara.


"Iya." Jawab Hardi.


"Biarkan saya yang jadi umpan. " Ucap Sahara.


"Nggak..!!! Itu bukan suatu ide. " Ucap Hardi.


"Kalian akan melindungi saya dari jauh, kalian punya Bom, saya dekati mereka dan akan lempar Bom itu. " Ucap Sahara.


"Nggak, itu ide buruk. Kalau terjadi sesuatu sama kamu bagaimana? " Ucap Hardi.


"Bang, percaya sama saya. Itu tidak akan terjadi. Saya akan baik - baik saja. " Ucap Sahara.


"Seperti nya ide Dokter Sahara ada benar nya, tidak salah kita pakai ide nya. " Ucap Sayuti.


"Benar Kapten, begitu Bom di lempar kita serang mereka. " Ucap Aji.


"Baik, tapi ingat jangan sampai tahu apa yang akan kamu lakukan. " Ucap Hardi pada Sahara.


"Kalau itu gagal, saya tidak sia - sia meninggal, karena cara saya gugur adalah dalam jalan jihad. " Ucap Sahara.


"Baik, kita siapkan semua nya. "


Dengan senjata yang siap melindungi Sahara, yang kini berjalan sambil melambaikan bendera putih dengan Bom yang berada di dalam tas nya, berjalan mendekat.


Hardi, Ilham, Aji dan Sayuti pun siap dengan senjata yang siap di arahkan pada musuh.


"Mayor, ada warga sipil mendekat. " Ucap Salah satu anak buah Mayor Topan.


Mayor Topan mengambil teropong yang ada di tangan anak buah nya, dengan mengatur jarak lensanya, Mayor Topan melihat Dokter Sahara berjalan mendekat, dan melihat sendiri tidak ada pergerakan mencurigakan.


"Siapkan Senjata, tapi jangan menembak. Wanita itu istri Kapten Hardi. " Ucap Mayor Topan memerintah.


"Kalau dia menyerang langsung tembak. " Perintah Mayor Topan.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2