Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Merebut Kembali Kekuasaan


__ADS_3

"Terima kasih Pak Perdana Menteri, sudah datang menengok saya dan melindungi memberikan tempat tinggal untuk anak kami." Ucap Hardi pada Pak Sastrowardoyo.


"Sama - sama Hardi, anak kamu itu pintar dan pemberani. Dia pintar mencari orang yang di kenal nya, saya bangga kalau punya anak seperti Lembayung. " Ucap Pak Sastrowardoyo.


"Benar, di rumah ramai setelah ada Lembayung. Apalagi kedua anak kami berada di negara P dan C, terasa sangat sepi. " Ucap Istri Pak Sastrowardoyo bernama Ibu Tjikmutia.


"Alhamdulillah, makasih banyak bu. " Ucap Hardi.


"Dokter Sahara, apakah Dokter masih melayani pasien? " Tanya Ibu Tjikmutia.


"Selama seperti ini tidak Bu, tapi kalau ada yang meminta tolong bisa. Selama seperti ini saya tidak bisa untuk praktek, mereka pun mengincar saya, anak saya selain suami saya. " Jawab Sahara.


"Sekarang jangan takut, kita sudah berkumpul. Saat nya kita balas mereka. " Ucap Pak Sastrowardoyo.


"Benar, apa yang di katakan Pak Perdana Menteri. Kita susun strategi dari sekarang." Ucap Halim.


"Negera kita sudah di depan mata, akan kembali menjadi milik kita. Yang pertama kita singkirkan Jenderal Smith lalu Jenderal Federick. Mereka harus di hukum, dan baru bawahan mereka akan tumbang. Tapi kita tidak langsung mengalahkan tapi kita hancurkan dulu pasukan mereka yang sebagai pondasi di Negeri kita ini."Ucap Hardi.


" Tim Kapten Hardi sudah mulai bergabung, dan kami juga telah menyiapkan senjata dari Negara W dan pasukan bantuan untuk menyerang mereka atas balas dendam kehancuran negara W. Salah satu tujuan Negara W adalah menghancurkan kepemimpinan Jenderal Federick dengan menjatuhkan nuklir di Negara K. " Ucap halim.


"Baik, kita susun nanti malam. "


****


"Abang yakin, luka saja masih basah dan bekas operasi nya juga masih belum kering." Ucap Sahara saat melihat suami nya mencabut jarum infus dan langsung mengenakan seragam nya.


"Yakin, demi Negara Abang rela walau sedang sakit. " Ucap Hardi.


"Tapi Bang, ini akan bahaya. "


"Tidak akan kenapa - napa, percaya lah sama Abang. " Ucap Hardi menarik pinggang Sahara dengan menciumi leher jenjang nya.


"Abang." Ucap Sahara mendorong tubuh nya.


"Biarlah Abang seperti ini, buat amunisi karena Abang beberapa hari tidak akan pulang. " Ucap Hardi yang terus menciumi leher Sahara.


"Bang, apa Abang akan kembali seperti ini, tidak kurang satu pun. " Ucap Sahara yang memberhentikan aktivitas Hardi.


"Kamu takut Abang pergi lama? " Tanya Hardi sambil mengusap pelan bibir Sahara.


"Iya Bang, rasa takut kehilangan itu masih ada." Jawab Sahara.


"Abang akan baik - baik saja, kamu tahu sayang setelah kita mengalahkan mereka Abang akan bawa kalian ke utara, disana ada rumah dimana Abang kecil. "


"Saya juga rindu rumah tinggal kita berdua Bang. "


"Kita akan kembali kesana, setelah dari Utara." Ucap Hardi mencium bibir Sahara. Hardi menempelkan kening nya pada kening Sahara setelah mencium bibir tipis nya.

__ADS_1


"Abang sangat mencintai kamu, cinta Abang tak akan pernah terhenti dan akan tetap selalu di kenang sepanjang masa. Hanya padamu Sahara, tetap lah berada di sisi Abang. "


Hardi dan Sahara pun saling berciuman, saling ******* dan bertukar saliva dengan ciuman panas mereka. Dan seakan saling menuntut balas, mereka berdua hingga terhanyut pada permainan yang melupakan semuanya.


****


"Ih.. diam. " Bentak Sahara saat membantu menutup luka yang terbuka akibat permainan panas yang mereka lakukan.


"Apakah sudah selesai? " Tanya Hardi sambil meringis kesakitan.


"Sudah selesai, tapi jahitan resiko terbuka lagi kalau Abang melakukan seperti tadi. " Jawab Sahara kesal.


"Ini juga bukan salah Abang. " Ucap Hardi lalu Sahara berhenti menempelkan kain kasa nya.


"Iya, saya juga salah Bang mau saja di ajak sama Abang berhubungan badan di saat luka belum kering dan kondisi Abang pulih. Untung istri nya Dokter bisa mengatasi sendiri, kalau bukan bisa di marahin sama Dokter rumah sakit. "


Hardi tersenyum sambil menatap Sahara, melihat sesuatu hal yang tidak bisa di cerna akal sehat, bahkan Sahara benar - benar akan lupa siapa dirinya.


"Udah selesai nih. " Ucap Sahara.


"Kalau begitu, Abang pergi. " Ucap Hardi namun wajah Sahara tiba - tiba sendu.


"Kenapa? " Tanya Hardi sambil mengangkat dagu Sahara.


"Hati saya nyesek ya Bang, mau di tinggal. " Jawab Sahara dan mendapatkan senyuman dari Hardi.


****


"Kita lakukan serangan nanti malam,beberapa pasukan sudah di siapkan dan sudah berada di posisi masing - masing. Ini letaknya terlihat dalam peta yang sudah saya atur. " Ucap Hardi.


"Posisi di rumah Jenderal Sulaiman pun kosong, dan di duga beliau kabur bersama keluarga nya saat tahu tewas nya Mayor Topan serta pencopotan jabatan nya. Kami juga sedang mencarinya di seluruh titik keberangkatan mulai dari pelabuhan, perbatasan kota bahkan Bandara. " Ucap Halim.


"Tepat pukul 2 nanti kita lakukan serangan."


*****


"Tolong lah saya dan keluarga saya Jenderal Federick, saya tidak mau masuk penjara. " Ucap Sulaiman namun Federick hanya tersenyum menatap sinis Sulaiman.


"Kamu pikir, saya akan menolong kamu. Negera sudah menendang kamu, dan sekarang memohon meminta perlindungan dari saya. Kamu pikir saya mau, memungut sampah tak berguna. "


"Kurang ajar kamu Federick, kamu begitu jahat. Saya telah berkhianat pada negara sendiri agar mendapatkan apa yang saya ingin kan, saya telah membantu pemerintahan kamu tapi ternyata kamu kacang lupa kulit nya. "


"Hey.. kamu katakan apa hah.. siapa yang memberikan kebebasan dan membantu mengatasi kelaparan orang pribumi, saya Jenderal Federick apa kamu lupa. Seharusnya kalian harus ingat kedatangan kami adalah sejuta harapan buat Negara ini. "


"Tapi apa, kamu pun sama saja seperti Smith."


Hahahahaha..

__ADS_1


"Karena orang sini bodoh - bodoh. "


"Kurang ajar kamu Federick..!!! "


Dor


Dor


Dor


Dor


Federick menembak Sulaiman, saat Sulaiman akan menyerang dengan sebilah pisau, Sulaiman pun tewas tepat tembakan di kepala nya.


"Sampah, kamu pantas di singkirkan. "


*****


"Ibu, Ayah mana? " Tanya Lembayung saat berada di dalam kamar tidur.


"Ayah sedang bertugas sayang. " Jawab Sahara sambil membelai rambut panjang nya.


"Oh.. " Ucap Lembayung singkat dan kedua matanya mulai terkantuk. Sahara pun mengecup kening Lembayung lalu tidur dan bersama memasuki alam mimpi.


****


Pasukan yang di arahkan oleh Kapten Hardi pun telah berada di posisi masing - masing, dan sebagian pasukan berhasil masuk ke area gedung milik Jenderal Smith.


Suara Bom membangun kan tidur Jenderal Smith dan terdengar balasan suara tembakan. Hingga baku tembak pun terjadi, serangan demi serangan membuat malam menjadi terang karena percikan api yang keluar.


"Serang.....!!! "


Dor


Dor


Dor


Buuuuummmmm


Suara sirine tanda bahaya terus berbunyi, Kapten Hardi dengan semangat membara bersama Pasukan nya terus maju melawan Pasukan Jenderal Smith.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2