
"Ih.. udah cantik deh, anak ibu. " Ucap Sahara setelah mengkuncir kuda rambut Lembayung.
"Ibu, besok ulang tahun Lembayung. Ayah Ibu nggak lupa kan? " Ucap Lembayung.
"Nggak dong sayang, masa lupa. " Ucap Sahara.
"Ibu."
"Iya sayang? "
"Lembayung tidak ingin hadiah apa - apa, dari Ayah atau Ibu. Yang penting Ibu sama Ayah selalu ada di samping Lembayung. "
"Jelas itu sayang, pasti Ibu sama Ayah akan selalu ada buat anak secantik kamu. " ucap Sahara sambil mencubit pipi nya.
Lembayung mencium kedua pipi Sahara lalu memeluk nya, Sahara mengusap punggung Lembayung dengan Lembut membuat Lembayung sangat nyaman.
"Ibu, pelukan ini yang membuat Lembayung merasakan damai. Selain Ayah, pelukan Ibu lah yang selalu Lembayung rindu setiap akan tidur. "
"Ibu tidak akan pernah pergi jauh nak, Ibu akan selalu ada untuk kamu begitu juga Ayah."
*****
Sahara membereskan pakaian kotor Hardi yang masih berada di kamar, saat akan mengambil pakaian kotor yang terjatuh, Sahara melihat sebuah tas yang berada di kolong tempat tidur. Dengan rasa penasaran, Sahara menarik tas tersebut.
Sahara membuka tas nya, dan melihat ada sebuah buku dan ponsel. Sahara terus merogoh isi tas nya namun tidak ada lagi.
"Apa ini? Seperti sebuah radio. " Ucap Sahara saat memegang sebuah ponsel. Sahara pun lalu memegang buku yang berjudul Biografi Kapten Hardi. Dengan rasa sangat penasaran, Sahara pun membaca buku tersebut.
Namun Sahara merasakan sesuatu yang janggal terhadap buku tersebut, karena saat membaca mengingat kan sesuatu yang terjadi pada dirinya.
"Ini kenapa , seperti kejadian kemarin. Bahkan gambar nya pun sangatlah mirip. " Ucap Sahara terus melanjutkan kembali membaca nya.
****
"Bang, ini apa? " Sahara meletakkan buku di atas meja kerja Hardi.
"Kamu dapat dari mana? " Tanya Hardi dengan pura - pura santai.
"Katakan, ini buku apa? Kenapa setelah saya baca, buku ini menceritakan sesuatu yang terjadi kemarin. Bahkan gambar nya pun sama persis nya seperti apa yang terjadi. Bahkan, ada halaman kosong yang belum terisi, katakan Bang, apakah ini semacam buku catatan, tapi seperti bukan buku catatan dari bentuk nya saja berbeda, ini seperti bukan di tulis. Belum ada Bang, buku seperti ini. " Ucap Sahara.
"Itu memang bukan tulisan tangan memakai tinta, itu seperti tulisan dari sebuah mesin. " Ucap Hardi.
__ADS_1
"Mesin ketik, tapi tidak seperti ini model nya."
"Sudahlah, sini buku nya jangan dibahas lagi." Ucap Hardi mengambil buku tersebut.
"Ini apa, ini bukan sebuah radio. " Ucap Sahara.
"Ini mainan, dari luar negeri. " Ucap Hardi bohong.
"Jangan bohong Bang, ini menyala lihat gambar nya photo saya, dan di dalam nya banyak photo - photo saya dengan orang yang tidak saya kenal. Dan lihat gaya pakaian nya, tolong jelaskan saya tidak pernah merasa ini semua saya lakukan. "
"Itu milik kamu, apa kamu benar - benar lupa."
"Maksud Abang apa? "
"Kedatangan kamu, hadir di dalam tubuh Kinanti membuat semua nya berubah. Dan membuat nama Kinanti mati dan hanya ada nama kamu Sahara. Kamu sebenarnya berada dalam tubuh Kinanti tapi jiwa nya adalah Sahara. "
"Saya tidak mengerti. "
"Buku dan itu adalah seperti telepon di masa depan, tadi nya buku itu tidak seperti itu isinya tapi isinya berubah saat hari itu. Kamu tahu, di mana hari Lembayung tertembak dan kita harus kehilangan calon anak kita. Dalam buku tersebut saya tewas akibat ledakan sebuah bom tapi sejarah berubah, sebagai ganti nya kedua kaki Lembayung tertembak bahkan kita kehilangan calon anak kita. Dan kamu, pun tidak ingat siapa kamu dan kamu menjadi Sahara istri Kapten Hardi bukan Kinanti yang sebenarnya seorang pengkhianat yang mendekati pria di depan kamu ini bahkan semua nya berubah saat semua orang tidak mengenal Kinanti dan hanya kenal Sahara. "Ucap Hardi menjelaskan.
" Nggak, itu nggak masuk akal. "
"Tapi ini memang nyata, kamu itu Sahara dari masa depan yang terdampar di masa lalu dan hidup di dalam tubuh Kinanti. Hanya saya yang tahu, yang ingat bahkan semua nya telah berubah begitu juga kamu. Sejarah masa depan telah berubah dengan apa yang terjadi di masa kini. "
Hardi membuka gorden jendela nya bahkan jendela tersebut Hardi buka hingga angin kencang memasuki ruangan tersebut.
"Kamu tahu itu apa? " Tunjuk Hardi.
"Saya melihat sesuatu yang aneh, hanya pada satu titik. Kamu lihat ini. " Ucap Hardi membuka Jendela di seberang nya yang memperlihatkan halaman depan rumah.
"Apa yang kamu pikirkan sekarang? "Udah Hardi kembali.
Sahara melihat sesuatu yang berbeda, bahkan awan gelap di belakang nya, awan cerah di depan nya.
" Ini apa Bang? " Tanya Sahara.
"Abang melihat ini semua, hilang dan muncul kembali. " Jawab Hardi.
"Maksud Abang apa? "
"Mungkin, itu jalan kamu kembali. "
__ADS_1
"Maksudnya, itu menuju jalan pulang saya? "
"Iya."
"Saya juga melihat nya kemarin, tapi saya kira itu akan terjadi sebuah badai. " Ucap Sahara.
"Bukan, bukan badai. Itu jalan pulang kamu, kalau kamu kembali, kita usai. "
"Maksudnya Abang? "
"Kamu tidak seharusnya disini, itu tanda nya kamu harus kembali. "
"Nggak, nggak Bang saya ingin tetap bersama Abang. Saya tidak mau berpisah sama Abang dan Lembayung. "
"Tapi kenyataan itu, mungkin raga ini akan tetap ada tapi jiwa nya mungkin berbeda, Sahara asli di masa kini bukan Sahara dari masa depan. Karena hari itu pasti akan datang. "
"Nggak Bang, nggak itu tidak boleh terjadi. "
Hardi memeluk tubuh Sahara, pelukan erat Sahara rasakan begitu juga Sahara membalas nya dengan sangat erat tidak ingin berpisah.
"Kamu akan pergi, dengan apa yang kamu bawa kemari. Tubuh ini akan tetap ada dan hanya jiwa yang berbeda. Setelah kamu pergi mungkin, Abang akan lupa tetang kejadian ini semua, hanya ingat apa yang ada dalam buku tersebut. Begitu juga kamu di masa depan, mungkin kamu pun akan lupa tentang ini semua. "
"Nggak Bang, saya tidak ingin berpisah dari Abang. "
*****
"Yeeeeee... tumpeng nasi kuning nya udah jadi. " Ucap Lembayung bersorak gembira.
"Selamat ulang tahun kesayangan Ayah Ibu. " Ucap Hardi menaruh tumpeng nasi kuning yang di hias sesuai janji nya pada Lembayung.
"Selamat ulang tahun sayang. " Ucap Sahara sambil mencium kedua pipi putri nya.
"Selamat ulang tahun sayang. " Ucap Hardi.
"Terima kasih Ayah Ibu. "
"Sekarang potong tumpeng nya. " Ucap Hardi.
Lembayung pun memegang pisau untuk memotong puncak tumpeng. Namun saat sedang memakan potongan tumpeng tersebut, tangan Sahara berubah, berubah bahkan terlihat tembus pandang. Sahara memegang tangan satu nya namun tak tersentuh. Sahara pun mencoba menyembunyikan tangan kiri nya dengan masuk kedalam sweater rajut nya.
.
__ADS_1
.
.