Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Mempertaruhkan


__ADS_3

"Kamu makan dulu. " Ucap Bi Irah sambil memberikan sebuah singkong rebus yang sudah dingin.


"Bibi dapat dari mana? " Tanya lembayung.


"Bibi dapat dari rumah itu yang tidak ada penghuni nya. " Jawab Bi Irah.


Lembayung dan Bi Irah pun makan sangat lahap, dan sebagian makanan Bi Irah masukan kedalam tas nya untuk bekal di perjalanan.


"Bi, kita masih jauh ya? " Tanya Lembayung di sela - sela makan nya.


"Iya, karena tidak ada kendaraan yang bisa kita tumpangi. " Jawab Bi Irah.


"Bi, apa bekal kita cukup?"


"Tenang sayang, Ayah memberikan bekal yang lebih. "


"Alhamdulillah, kita aman ya Bi nggak kelaparan. "


"Iya, tapi dalam kondisi seperti ini. Ada uang tapi kita susah untuk membeli. "


"Tapi Bibi ada kan makanan lagi? "


"Tenang saja ada. "


*****


Braaaakkk


Jenderal Smith melemparkan semua yang ada di atas meja, kemarahan nya memuncak saat melihat pasukan nya tewas di medan perang.


"Jenderal, pihak kerajaan meminta kita untuk kembali, kita mudur karena dari pada kehilangan banyak nyawa lebih baik mundur. " Ucap Kapten Hawkins.


"Apa kamu bilang, mundur!!! Tidak akan mundur, kita lebih dulu dari bangsa K, kita yang harus menyingkirkan pasukan Federick, bukan kita yang mundur. Sampai kan pada pihak kerajaan, saya menolak untuk mundur."


"Baik Jenderal, saya akan sampaikan."


"Hawkins, kita harus memiliki negeri yang kaya akan harta karun ini, Negeri ini harus di bawah pimpinan kerajaan K. "


"Maaf satu lagi Jenderal saya lupa. "


"Apa lagi? "


"Beberapa wilayah sudah di duduki oleh pasukan yang di perintahkan langsung oleh Perdana Menteri Sastrowardoyo. " Ucap Hawkins.


"Dan wilayah, yang akan kaya barang tambang batu bara pun sudah di rebut kembali oleh mereka. "Ucap Hawkins kembali.


" Kita tidak boleh menyerah, kita harus rebut." Ucap Jenderal Smith.


****


"Kamu lihat Sulaiman, orang kamu sendiri yang berhasil menghalangi kemenangan saya. " Ucap Jenderal Federick marah.


"Maaf kan saya, kami tidak tahu ternyata penyerangan mereka di atas perintah Perdana Menteri Sastrowardoyo. " Ucap Jenderal Sulaiman.


"Di medan pasukan ini di pimpin oleh Lettu Halim, dan di balik semua nya ini Kapten Hardi ikut serta dalam rencana yang di perintahkan oleh Pak Sastrowardoyo." Ucap Mayor Topan.


"Kita harus cari dimana Hardi berada, kita bawa hidup atau mati. " Ucap Mayor Topan.


"Jangan lupa, tangkap anak Smith. " Ucap Jenderal Federick.


*****


"Berhenti." Ucap Aji dengan memberikan kode untuk bersembunyi.


"Ada apa? " Bisik Dokter Alif.

__ADS_1


"Pergerakan musuh di arah pukul 10." Ucap Aji.


Mereka pun melihat beberapa pasukan Bangsa K yang berjalan sembari membawa senjata, sekitar tiga orang menyisiri jalan.


"Mereka pasti masih mencari musuh yang masih berkeliaran. " Ucap Ilham.


Tentara Bangsa K pun menjauh, mereka pun merasakan sangat lega dan kembali melanjutkan perjalanan. Namun saat sedang berjalan Sayuti tak sengaja menendang sebuah kaleng hingga terpental jatuh.


Klontang.....


Tentara K pun menoleh dan berbalik saat mendengar suara yang mencurigakan, hingga akhirnya pergerakan mereka pun tertangkap.


"Lari....!! " Ucap Kapten Hardi.


Dor


Dor


"Itu Kapten Hardi. " Teriak salah satu Tentara Bangsa K.


Dor


Dor


Dor


Kelompok Kapten Hardi pun menyerang balik, hingga terjadi baku tembak, namun Dokter Alif tertembak di bagian kepala nya.


"Dokter Alif..!!! " Teriak Kapten Hardi.


Dokter Alif terkapar tak berdaya, darah pun keluar banyak, hingga Hardi membalas dengan maju mendekat sambil mengarahkan senjatanya.


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Saling serang pun terjadi hingga Tentara k pun mati tertembak. Terdengar suara HT, Hardi pun menerima panggilan tersebut.


"Baron one, stand by. "


"Sampai kan pada Jenderal Federick, ketiga anak buah nya berhasil di tembak mati oleh Kapten Hardi dan pasukan nya. "


Hardi langsung membiarkan HT tersebut bersuara hingga satu tembakkan mengarah pada HT tersebut hingga hancur.


"Kita harus cepat tinggalkan tempat ini, karena mereka akan membawa pasukan lebih banyak. " Ucap Hardi.


"Dokter Alif. " Ucap Sahara.


Hardi memeluk tubuh Sahara, rasa sedih pun di rasakan semua nya, di depan mata Dokter Alif tertembak saat melawan diri.


"Kita harus pergi, dan sebelum nya kita harus mengubur secara layak jenazah Dokter Alif. " Ucap Hardi.


***


Dokter Alif pun di makam kan di tempat yang layak, pemberian penghormatan terakhir untuk nya.


"Selamat jalan Dok. " Ucap Sahara.

__ADS_1


"Semoga jihad mu membawa kamu ke surga." Ucap Hardi.


"Amin..!! " Ucap Sayuti, Aji, dan Ilham.


****


Lembayung terbangun saat mendengar suara berisik, mata Lembayung terbuka lebar saat beberapa orang sedang menjarah tas Bi Irah.


"Jangan ambil uang dan makanan kami." Ucap Lembayung.


Namun ketiga pria tersebut tak memperdulikan teguran lembayung. Bi Irah terbangun saat mendengar Lembayung terus meminta kembalikan uang dan makanannya.


"kalian mau apa, kembalikan uang dan makanan kami, atau saya tembak. " Ucap Bi Irah sambil mengarahkan senjatanya.


"Kembali kan..!!! " Bentak Bi Irah.


"Hahahaha.. enak saja, ini milik kami. " Bentak pria bertubuh besar.


"Kembali kan... kembali kan...!!! " Lembayung memukul salah satu pria yang sedang memegang uang milik nya dengan kedua tangan kecil nya.


Aaaawwwww


Pria yang di pukul Lembayung mendorong tubuh Lembayung hingga terjatuh lalu Bi Irah pun langsung menolong Lembayung.


"Kalian jahat, sudah merampas dan juga kasar." Bentak Bi Irah.


Salah satu pria berbisik sambil mata nya tertuju pada senjata yang di pegang Bi Irah.


"Serah kan senjata itu!!! " Ucap nya.


"Tidak, ini perlindungan kami. " Ucap Bi Irah.


Dengan kasar salah satu pria mencoba merebutnya hingga terjadi tarik menarik dan tak sengaja pelatuk senjata akhirnya melepaskan satu kali tembakkan mengenai tepat di perut Bi Irah.


Dor


"Bibi....!!! " Teriak Lembayung.


Ketiga pria itu pun lari dengan membawa senjata, uang dan makanan, Lembayung menangis saat melihat Bi Irah tertembak.


"Bibi.. hiks.. hiks... " Isak Lembayung.


"Nak, ka - kamu per- gilah ke utara, te - temui Sersan Mansur di - dia akan melindungi kamu. "


"Hiks... hiks... nggak Bi, kita sama - sama kesana. "


"Uhuk.. uhuk.. " Bi Irah mengeluarkan darah dari mulut nya pandangan nya pun mulai kabur.


"Ikuti, arah langkah lurus sepintar - pintar Lembayung harus berhasil masuk ke wilayah Timur. Sersan Mansur berjaga di perbatasan kota. "


"Hiks.. hiks.. hiks... nggak Bi, Lembayung takut. "


"Jangan takut nak, Allah melindungi kamu. Cepat per - pergi. " Bi Irah pun terdiam dengan mata perlahan tertutup hingga tak bergerak lagi.


Hiks.. hiks..


"Bi Irah....!!! "


Lembayung yang masih berumur 4 tahun itu, langsung pergi meninggalkan jasad Bi Irah. kedua kaki kecil nya berlari kencang meninggal kan tempat yang sangat mencekam, tangis nya tiada henti sepanjang kedua kaki nya berlari.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2