
Jenderal Smith yang tengah tertidur terbangun, saat mendengar bunyi Sirine tanda bahaya, bahkan suara tembakan dan bom.
"Cepat... serang balik mereka..!!! Jangan sampai mereka kuasai tempat kita. " Ujar Smith dengan senjata yang siap di tembakan.
Jenderal Smith terus memerintah kan anak buah nya untuk menyerang balik, bahkan Pasukan di bawah pimpinan Kapten Hardi berhasil masuk kedalam tempat tinggal Jenderal Smith, bahkan gedung di mana tempat perundingan milik Jenderal Smith yang terdapat penjara bawah tanah pun berhasil di duduki.
"Cepat.. kalian keluar...!! " Perintah Halim saat membebaskan para tawanan.
Semua tawanan berhasil lari, bahkan penjara bawah tanah pun di bakar hingga gedung milik Bangsa K berhasil di bakar.
"Kurang ajar...!!! " Ucap emosi Smith saat melihat milik nya di bakar. Bahkan anak buah nya pun berhasil tertangkap.
"Cepat... kita kabur dari sini, jangan sampai kita tertangkap. " Ucap Jenderal Smith.
"Jenderal, pasukan kita tinggal 20 persen, kita tidak bisa melawan mereka. Melihat mereka semakin banyak, kita tidak bisa melawan." Ucap salah satu anak buah Smith.
"Aaarrrrrgggghhhhh... kurang ajar, cepat pergi dari sini beri perlindungan pada saya. " Ucap Smith berlari keluar.
Namun saat akan sampai di depan pintu, Hardi masuk dengan senjata yang siap untuk di tembakan.
"Mau kemana Jenderal? " Tanya Hardi sambil mengarahkan senjata nya ke arah Smith.
"Rupanya kamu berhasil. " Jawab Smith sembari melangkah mundur.
"Sebaiknya, kamu menyerah tidak ada gunanya masih tetap mempertahankan negera kami. Lebih baik angkat kaki dari sini atau saya tembak tepat di jantung kamu. " Ucap Hardi.
"Apa kamu pikir, saya takut ancaman kamu hah.. kamu pikir saya akan memohon ampun sama kamu, tolong jangan tembak saya. Itu tidak akan pernah terjadi pada Smith. "
"Oh... iya, apa kamu lupa semua anak buah kamu berhasil saya lumpuh kan, bahkan gedung di sebelah kiri kini telah hancur. " Hardi terus berjalan hingga Smith punggung nya terhenti di sebuah tembok.
"Silahkan kalau kamu mau tembak saya. " Ucap Smith sambil tersenyum membunuh.
Dari pantulan cermin, Hardi melihat salah satu ujung senapan yang akan menembak ke arah diri nya dengan sigap suara letusan terdengar Hardi pun menghindar dengan melepaskan tembakan nya hingga tepat mengenai sasaran.
Jenderal Smith pun lari, Hardi menembakkan ke arah Smith, saling tembak menembak antara Hardi dan Smith.
Hardi terus mengejar nya, hingga tepat di depan nya Hardi menendang punggung Smith hingga tersungkur.
Smith pun bangkit, saling adu jotos terjadi. Hardi yang terkena pukulan di bagian perut nya membalas dengan menendang dada Smith hingga terjungkal.
"Awas kamu. " Ucap Smith maju dan akan memukul namun berhasil menghindar.
"Sebaiknya kamu menyerah. "
"Tidak akan. " Ucap Smith sambil membalas Hardi dengan mengangkat krah baju nya seperti Hardi lakukan padanya.
Buuuggghhh
Saling menendang, saling pukul pun terjadi kembali, Hardi tiada henti terus memukul Smith.
Buuuuhhhhggg
__ADS_1
Buuuuuhhhhgggh
Arrrrrggghhhh
Buuuuuhhhhggg
Smith mengusap sudut bibir nya yang telah robek akibat keras nya pukulan dan hantaman benda yang Hardi lakukan padanya.
"Kurang ajar....!!! "
Buuuuhhhhgggg
Buuuuhhhhgggg
Nafas kedua nya terlihat naik turun, keringat pun membasahi tubuh kedua nya.
"Menyerah lah. " Ucap Hardi.
"Tidak akan..!!! " Smith pun kembali mengarahkan pukulannya namun berhasil di hindari dan Hardi pun memukul perut Smith hingga berkali - kali.
Smith yang sudah tidak berdaya berusaha bangkit namun Hardi dengan salah satu kaki nya menendang kepala Smith hingga wajah nya terluka.
"Kalau kamu tidak mau menyerah, saya akan tembak. " Ancam Hardi.
"Tidak akan, saya tidak akan menyerah. " Ucap Smith sambil mengambil pistol cadangan di belakang pakaian nya. Hardi yang tahu langsung mengarahkan tembak nya pada kepala Smith berkali - kali.
Hardi berhasil menembak mati Jenderal Smith, Hardi pun langsung pergi meninggal jenazahnya dan menaruh bendera negera sendiri yang di taruh di depan gedung yang terbakar dan menurunkan bendera negara K.
"Kita berhasil merebut nya kembali... " Ucap Hardi dengan suara lantang.
Pasukan di bawah pimpinan Jenderal Smith pun menjatuhkan semua senjata nya, bahkan Pasukan yang di pimpin Kapten Hardi bersorak gembira Ibu Kota berhasil di lumpuh kan.
"Merdeka.....!!! "
"Merdeka....!!! "
"Hidup Kapten Hardi....!!! "
"Hidup....!!! "
****
"Jenderal, kita tidak mungkin maju. Karena mereka berhasil mengalahkan Pasukan Jenderal Smith, bahkan kemerdekaan pun telah di kumandangkan. " Ucap Wilson.
"Lapor Jenderal, pasukan yang di pimpin Kapten Hardi telah menduduki seluruh Ibu kota, bahkan daerah lain pun berhasil di kuasai. " Ucap Jack.
"Aaaarrrrrgggghhhhh... " Federick membanting gelas yang ada di atas meja nya. Bahkan kekalahan Smith berdampak buruk buat kepemimpinan nya.
"Kita harus segera buat benteng pertahanan." Ucap Federick memberikan perintah.
******
__ADS_1
Sahara tersenyum menyambut kedatangan suami nya, sebuah pelukan hangat kedua nya saling berbagi kebahagiaan.
"Abang, akhirnya Abang bisa mengalahkan mereka. " Ucap Sahara.
"Kita merdeka sayang. "
"Iya Bang. "
"Tapi, kemerdekaan ini akan membuat Federick dan anak buah nya angkat kaki. Karena satu persatu wilayah negara kita berhasil di rebut kembali. " Ucap Hardi.
Sahara kembali memeluk tubuh Hardi, tangan kekar nya mengusap punggung Sahara.
"Sahara bangga sama Abang, pahlawan yang tak pernah takut akan kematian." Ucap Sahara.
*****
Intan menatap tubuh nya di depan cermin, sepasang kebaya yang di berikan oleh Nenek Lembayung untuk dirinya nanti di saat menikah dengan Bima.
"Kebaya itu, adalah pemberian Almarhum kakek, dia memesan kebaya yang kamu pakai pada seorang desainer terkenal dari negara Z, dan lihat kemilau intan nya begitu sangat indah. "
"Nenek saya seperti nya tidak pantas, ini terlalu mewah. "
"Nggak sayang, itu cantik sangat cocok di tubuh kamu. "
"Nek, Abang tidak akan menikahi saya sekarang. Tapi nanti di saat Sahara bangun."
Nenek Lembayung terdiam, bahkan tampak mata nya berkaca - kaca.
"Anak itu masih saja belum bisa melupakan gadis itu, padahal tidak cinta sama sekali."
"Tapi Nenek juga menyukai nya, bahkan dia adalah wanita pilihan. " Ucap Intan.
"Dia seperti tidak akan kembali, bila cinta sejati tidak akan melepaskan. "
"Abang, adalah cinta sejati itu Nek. "
"Cinta nya tidak kuat. " Ucap Nenek Lembayung.
*****
Hardi dan Sahara saling memadu kasih, hingga kedua nya merasakan kenikmatan yang tiada tara.
"Sampai sayang...!!! " Hardi melepaskan ****** ***** nya hingga Sahara pun merasakan lahar cinta yang membanjiri surga kenikmatan nya.
"Saya berharap ada adik nya Lembayung segera hadir Bang. " Ucap Sahara sambil mengusap perut nya.
Hardi mencium perut Sahara dan beralih ke bibir dan keningnya, Sahara pun membalas ciuman di bibir Hardi.
"Abang juga berharap seperti itu. "
Mereka pun kembali melakukan kegiatan panas nya hingga tak terasa waktu fajar pun telah tiba.
__ADS_1