Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Salah Paham


__ADS_3

"Bu Bima beli apa? " Tanya salah satu Ibu - ibu.


"Ini Bu, saya lagi memilih lauk, bingung mau masak apa. " Jawab Sahara.


"Pak Bima mah nggak usah pusing, bini nggak makan juga nanti makan di luar. " Ucap Ibu Harti istri dari Pak Karya.


"Benar Bu, Pak Bima sih sering makan nya di warung si Lastri janda kembang itu. " Ucap Ibu Neni istri dari Pak Husen.


"Oh.. gitu ya. "Ucap Sahara dengan hati yang begitu sangat panas.


Setelah kedua ibu - ibu itu pergi, Sahara pun tak jadi membeli sayuran.


" Loh, kenapa Bu nggak beli? " Tanya Sita yang seumuran dengan Sahara dan baru tiga bulan menikah.


"Nggak jadi masak, malas. " Jawab Sahara.


"Jangan di masukan ke hati, kalau sering makan di warung Lastri kan jaman masih bujangan, sekarang sudah nikah beda loh."


"Tapi tetap saja kan, kalau keluar pasti ke sana. "


"Ibu, percaya suami atau mereka. Kalau Ibu tahu, suami mereka itu malah sering nongkrong di warung Lastri, malah parah sering kasih uang ke Lastri hanya untuk sekedar mengobrol. "


"Masa? "


"Benar, saya kata suami. Tapi saya pun lihat sendiri. "


"Oh gitu ya, bodohnya mereka. "


****


"Bang, Lastri itu cantik Ya sampai para pria sini sering nongkrong di warung nya? " Tanya Sahara sambil memijat kedua kaki Bima.


"Lastri mana? " Tanya kembali Bima.


"Masa Abang nggak kenal, katanya waktu belum nikah Abang itu suka makan di luar, di warung nya Lastri. " Jawab Sahara.


"Iya, emang kenapa? "


"Enak, kenapa sih? mau coba masakan dia? "


"Enak mana masakan saya sama Lastri? "


"Enak Lastri, eh salah enak kamu sayang." Ucap Bima keceplosan.


"Tuh kan, iya kan Abang lebih suka sama masakan Lastri dari pada istri sendiri." Ucap Sahara kesal.


"Nggak sayang, salah ngomong tadi. " Ucap Bima sambil memohon.


"Bohong, Abang bohong. "


"Sayang, se enggak enak nya masakan istri, tetap nyaman dan nikmat makan di rumah bersama istri untuk sekarang. Kalau pun dulu, Abang kan nggak ada yang masak, terus mau masak sendiri malas jadi beli lah sama Lastri kalau lagi ingin makan di luar. "


"Benar, nggak ada niat apa - apa sama itu janda? "


"Sumpah Yank, demi Allah. "


"Tapi kata Ibu Neni dan Ibu Harti bilang nya begitu. "


"Sudah, jangan dengar kan apa kata orang. Percaya sama suami, percaya kan? "

__ADS_1


"Insya Allah. "


"Jangan InsyaAllah, percaya kan? "


"Iya, percaya. "


"Bagus, kalau percaya. "


****


"Maaf Bu Harti. " Sapa Bima.


"Eh Pak Bima, mari masuk suami saya ada sedang di belakang main sama burung nya." Ucap Bu Harti.


"Nggak Bu, biar saya disini saja. Dan Saya ada perlu sama Ibu. "


"Ada perlu apa ya? "


"Bu, maaf sebelumnya tolong jangan bicara seperti itu sama istri saya. Sebelum fakta itu benar - benar adanya. Kalau saya itu sering makan di warung Lastri memang benar kenapa Bu? Itu kan dulu waktu masih bujangan. Tanya saja sama suami Ibu, setelah menikah sering lihat saya nggak di warung Lastri nya? Kalau belum menyakitkan jangan suka mengompori istri saya." Ucap Bima.


"Tahu apa, suami saya makan di Lastri. Jangan suka menutupi kesalahan sendiri dengan orang lain. " Ucap Ibu Hasti.


"Ibu main nya kurang jauh, jadi nggak tahu Bapak itu di luar seperti apa, sama seperti suami nya Ibu Neni. Jadi sebelum menilai orang, nilai lah diri sendiri dulu. " Ucap Bima langsung pergi meninggalkan Ibu Hasti.


****


"Mau ajak kemana Bang? " Tanya Sahara.


"Abang mau ajak kamu bertemu Lastri. " Jawab Bima sambil menggandeng tangan Sahara.


"Ngapain? " Ucap Sahara.


"Biar kamu nggak kepo. "


"Mau kemana? Pulang, Ikut Abang. "


"Nggak mau Bang. "


"Kepo nggak? Kalau nggak kita pulang. " Ancam Bima.


"Iya, kita kesana. "


"Nah gitu. " Ucap Bima tersenyum.


Mereka berdua pun sampai di warung Lastri, ramai pembeli laki - laki baik muda maupun tua.


"Eh.. Abang, kopi biasa Bang? " Tanya Lastri dengan gaya centil nya dan membuat Sahara gemas.


"Iya, biasa manis ya. " Ucap Bima sambil menaik turun kan alis nya.


"Abang ngapain tadi? Godain dia di depan istri sendiri. " Ucap Sahara kesal.


"Bercanda Yank. " Ucap Bima sambil mencolek dagu Sahara.


"Bang ini kopi nya, kalau mau susu bisa di tambahkan. " Ucap Lastri dengan suara seksi nya.


"Mba, suami saya ini sudah kenyang susu. Malah minum langsung dari sumber nya, jadi susu luar dia akan muntah dan mencret." Ucap Sahara membuat Bima tersedak dan tertawa.


"Abang kenapa? " Tanya Sahara kesal.

__ADS_1


"Kamu lucu. " Jawab Bima.


"Abang, nemu dimana istri nya? " Tanya Lastri.


"Ini barang langka, Lastri. Kamu juga nggak akan bisa seperti dia. Makan nya saya jadikan dia istri. " Jawab Bima.


"Mba say, jangan cemburu sama Lastri. Bang Bima sama saya sering bercanda. Saya pun paham sama mba say, tapi tenang saja saya nggak ada main sama Bang Bima." Ucap Lastri menjelaskan.


"Tuh, percaya nggak? Abang nggak akan mungkin jadi jangan percaya sama omongan Bu Harti sama Ibu Neni. " Ucap Bima.


Sahara hanya tertunduk malu, lalu pelayan Lastri membawakan dua piring nasi goreng spesial sea food.


"Ini kesukaan Bang Bima, kalau kesini makan nya ini mba say. " Ucap Lastri lalu meninggal kan mereka berdua.


"Makan yank, enak loh. " Ucap Bima.


Sahara pun makan nasi goreng tersebut, sambil menundukkan kepala nya.


"Sudah jangan begitu, Lastri nggak marah kok."


"Bukan malu sama dia, tapi sama Mas. "


"Kenapa? "


"Sahara salah terus jadi istri. "


"Sudah makan tuh nasi goreng nya, kalau sudah dingin nggak enak. "


*****


Aaaaaaaaa


Bima menumpahkan lahar panas saat permainan mereka yang berkali - kali membuat malam mereka berkeringat.


"Abang udah dulu capek. " Ucap Sahara langsung memejamkan kedua matanya.


"Makasih sayang, maaf ya. " Ucap Bima.


"Hem."


Bima pun turun dari atas tempat tidur dan memungut pakaian nya lalu memakai nya, dengan berjalan keluar kamar Bima membuka lemari es nya dan minum di botol yang dia ambil dari lemari es nya.


"Alhamdulillah, pernikahan kami berjalan sudah satu bulan, semoga pernikahan kami selalu seperti ini bahagia selalu dan di hindari dari segala fitnah. "


****


"Yank, sarapan nya mana? "


"Ini, maaf ya tadi bangun kesiangan. Sarapan nasi kemarin saja tak buat nasi goreng."


"Iya nggak apa - apa, Ayank nggak sarapan?"


"Nggak Bang, nanti saja. Mau cuci baju dulu terus ngepel. "


"Sarapan dulu nanti sakit, Abang suapin kamu." Bima pun menyuapi Sahara hingga mereka pun jadi nya makan satu piring berdua sampai habis tak tersisa.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2