Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Akhir Bahagia


__ADS_3

Semua keluarga berkumpul di rumah Dinas, menyambut Baby Boy anak Bima dan Sahara, bayi mungil yang di beri nama Hardiansyah Putra Nagari Bima Sakti.


Intan pun bersama kedua anak nya dan suami datang berkunjung bersama Ibu Mike, mereka sangat bahagia atas kedatangan anggota baru di keluarga nya.


"Naga, lihat sayang, ada Nenek, ana Bude sama Pakde datang. " Ucap Sahara.


Bayi yang masih merah itu tersenyum dengan lucu nya, Ibu Mike tak mau meletakkan Baby naga di kasur.


"Kalau dekat, bakalan Nenek gendong terus." Ucap Ibu Mike.


"Tapi Mam, nanti kalau di letakkan di kasur nangis itu. " Ucap Bima.


"Oh iya, Nenek coba ya. " Ucap Ibu Mike lalu meletakkan di atas kasur dan seketika Naga langsung menangis.


"Tuh kan Mam, benar kan. " Ucap Bima.


"Wah.. ini sih, seperti Yasmin pas baru lahir begini sekarang sudah nggak. " Ucap Intan.


"Benar Bima, Yasmin beda sama kakak nya Dito dia nggak begitu. " Ucap Lukman.


"Tapi kalau sudah besar sih, pasti nggak lah. " Ucap Ibu Mike.


"Iya benar, nggak akan bukti nya Yasmin menginjak usia 8 bulan nggak begitu lagi." Ucap Intan.


"Nanti nambah satu lagi ya, yang cewek. " Pinta Ibu Mike.


"Mami, minta seperti minta jajan request. Lagian nggak mau dulu, Naga saja masih kecil sudah minta nambah. " Ucap Sahara.


"Naga usia 1 tahun, kita program lagi. " Ucap Bima.


"Ogah, enak saja. Nanti kalau hamil di tinggal lagi bagaimana? Naga masih kecil, perut besar siapa yang mau bantu kalau Naga rewel. "


"Kan sekalian repot nya. "


"Nggak Bang, nggak. "


****


"Naga haus ya? " Ucap Sahara sambil menyusui Naga.


Naga sangat lahap minum asi, hingga suara sesap mulut nya terdengar keras.

__ADS_1


"Naga, belum tidur? " Tanya Bima yang baru saja pulang dinas.


"Ini baru bangun, Pah kalau mau makan ambil sendiri ya, soalnya Naga masih menyusu. " Jawab Sahara.


"Iya, nanti Papah ambil sendiri. " Bima mendekat mencium kening Naga.


Naga berhenti dan mencari wajah yang menciumnya lalu kembali menyusu pada Mamah nya.


"Mah, bahagia banget bisa memiliki keluarga kecil yang utuh. "


"Mamah juga bahagia banget Pah, Alhamdulillah punya suami seperti Papah, bertanggung jawab dan sayang sama keluarga. "


Bima mengecup kening Sahara, terlihat Naga pun tertidur kembali, dan dengan pelan Sahara meletakkan Baby Naga di tempat tidur.


"Sekarang giliran, Mamah nidurin Papah. "


****


"Aurel lagi rewel ya? " Tanya Sahara .


"Iya, kemarin habis imunisasi , agak sedikit demam. " Jawab Sita.


"Alhamdulillah, Naga nggak rewel. Saat di suntik nya saja nangis. Sempat demam tapi bentar nggak nangis itu juga " Ucap Sahara.


"Aurel juga kalau udah nggak rewel dia nanti nyenyak lagu tidur nya. "


****


"Jadi kalian pada pulang sekarang? " Tanya Sahara.


"Iya, Bang Lukman kan harus berangkat lagi. Ini juga saya pulang sama Mami Mike, sedangkan Bang Lukman beda pesawat. " Jawab Intan.


"Makasih ya, sudah pada nengokin. " Ucap Sahara.


"Bang, saya nggak bisa bawakan apa - apa, hanya oleh - oleh beginian saja. " Ucap Bima.


"Ah.. kamu ini, kami yang berterima kasih sudah di jamu. Nanti kalau sudah besar main sana, nanti kumpul semau ada Naga, Yasmin sama Dito. " Ucap Lukman.


"Pasti Bang, itu sih. Mami hati - hati ya Makasih. " Ucap Bima.


"Iya sama - sama, jaga diri kalian kalau ada apa - apa jangan lupa kasih kabar. " Ucap Ibu Mike.

__ADS_1


"Pasti Mami. "


Panggilan untuk para penumpang pun terdengar, pesawat Intan dan Ibu Mike telah siap, mereka pun langsung berpamitan.


"Mami hati - hati, Intan hati - hati. " Ucap Sahara.


"Kami pamit dulu ya. " Ucap Intan.


"Bima, saya juga masuk ke sana ya, itu sebentar lagi. "Ucap Lukman.


" Hati - hati Bang. "


Bima dan Sahara menatap punggung mereka hingga tak terlihat, Bima dan Sahara pun kembali untuk pulang.


"Habis dari sini kemana dulu? "


"Langsung pulang saja, kasihan Naga sama Sita dan Om Angga. "


"Ya sudah, yuk..!! " Bima menggandeng tangan Sahara meninggalkan Bandara.


Saat berjalan, Sahara melihat lingkaran hitam itu muncul kembali, mata Sahara pun tertuju pada satu orang yang sedang berdiri dengan seragam Tentara jaman dulu.


Pria itu tersenyum dan melambaikan tangan nya, Sahara berjalan dengan terus menoleh ke arah nya. Sahara pun membalas senyuman nya hingga tubuh itu hilang dengan lingkaran hitam yang lenyap.


"Namamu akan selalu di kenang Kapten Hardi, dunia kita berbeda semoga kamu bahagia disana. Amin...!! "


.


.


.


...TAMAT...


^^^.^^^


.


.


Lanjut yuk ke karya baru nya.. jadikan Favorit

__ADS_1


1.Cahaya Untuk Laila


2. Detak Jantung Terakhir


__ADS_2