
"Kalau jodoh, kita tidak akan berpisah. Bagaimana cara kita berpisah sekarang, pasti kita akan bersatu. " Ucap Bima.
"Ma- maksud nya? "
Bima mencium bibir Sahara, ciuman Bima terus menuntut Sahara untuk membalas nya. Tangan Sahara mencoba mendorong tapi Bima menarik tengkuk leher nya hingga membuat Sahara seakan sulit untuk berontak.
******* bibir Bima, membuat Sahara membalas nya hingga tak sadar mereka melakukan nya dimana.
"Bima." Ucap Sahara.
"Mau kan menunggu Saya? "
"Menunggu? "
"Iya, menunggu Saya. Kamu cinta kan sama saya? Kamu mau kan? "
"Jadi yang kedua. " Ucap Sahara.
"Kamu cinta kan? " Ucap Bima.
"Iya Saya cinta sama kamu."
"Kalau kamu cinta sama Saya, mau kan ? " Ucap Bima.
Plaaakkkk
"Kok kamu nampar Saya? " Ucap Bima.
"Kamu pikir, Saya wanita perusak rumah tangga orang. Memang nya pria itu hanya kamu saja apa? Secinta - cinta nya saya masih waras tahu. " Ucap Sahara mendorong tubuh Bima.
"Kamu tahu, ini ciuman pertama Saya. Tapi apa, endingnya nggak enak. "
Bima saat ingin meneruskan kata - kata nya, Sahara sudah berjalan menjauh, Bima hanya mengehela nafas panjang.
"Kamu itu Sahara, Saya belum selesai bicara sudah marah - marah. Ih.. gemes Saya, susah amat dapetin model cewek kayak kamu."
****
"Enak aja, mau jadikan yang kedua, gini - gini juga masih waras. Tahu Saya cinta juga, ambil kesempatan balas cinta saya. Heloooo... ngaca, cantik begini mau jadi istri kedua berbagi ranjang. Ih... geli saya, celup sana celup sini. " Ucap Sahara kesal.
"Kenapa muka kamu? " Tanya Menur.
"Habis kemalingan. " Jawab Sahara.
"Serius , kemalingan dimana? " Ucap Menur.
"Di lokasi tempat barang kuno."
"Kok bisa sih, kan keamanan disana ketat, wah harus lapor Pak Kades. " Ucap Menur langsung bangun dari duduk nya.
"Eh mau kemana kamu? " Tanya Sahara.
"Laporan sama Pak Kades, kalau kamu kemalingan. " Jawab Menur.
"Nggak usah, saya tahu siapa maling nya. "
"Terus kamu lepasin? "
"Iya di lepasin, buat apa di tahan nggak ada guna nya. "
"Maling kan harus di hukum kok kamu lepasin? "
"Ah.. udah, jangan bahas itu bete."
*****
Sahara melihat di lokasi tidak ada Bima, namun mata nya terus mencari berharap dia masih ada di kampung ini.
"Tumben ya, Pak Bima nggak ada. Padahal buat saya itu melihat dia adalah penyemangat, ngantuk juga melihat dia mata melek. " Ucap Menur.
"Ganteng an juga saya Menur. " Celetuk Aris.
__ADS_1
"Ih.. ganteng apanya, muka kayak gitu aja di bilang ganteng. " Ucap Menur.
"Ngapain juga saya kangen dia, bete banget deh. " Ucap Sahara.
"Tapi kalau cinta memang begini ya, walau sudah punya istri tetap aja rasa nggak hilang. Kalau begini kenapa tadi dia ngajak pacaran saya nggak mau ya, yang bodoh itu saya memang. Dari awal saya itu bodoh.😚
*****
" Papah...!! " Daren berlari ke arah Bima. Bocah laki - laki itu langsung memeluk tubuh Bima dan mencium kedua pipi Bima.
"Papah, sekarang lama kan pulang nya? "
"Satu minggu sayang, Papah satu minggu disini. " Ucap Bima.
"Horeeee... Daren bisa bermain sama Papah."
"Iya sayang. "
"Daren, Papah Bima ajak masuk dulu dong." Ucap Intan.
"Papah masuk yuk. " Ajak Daren.
"Yuk." Ucap Bima.
"Bagaimana kandungan kamu? " Tanya Bima.
"Alhamdulillah Bang, sehat semua." Jawab Intan yang sedang hamil anak kedua.
"Abang istirahat saja dulu nanti saya siapkan makan buat Abang. "
Nggak usah, Abang mau tidur dulu capek. Semalam nggak tidur. "
"Ya sudah, saya siapkan air hangat ya mau mandi dulu kan? "
"Iya."
"Papah." Panggil Daren saat Bima sudah ada di dalam kamar nya.
"Ada apa Daren? "
"Oh ya, nangis kenapa? " Tanya Bima sambil menjatuhkan pantat nya di atas tempat tidur.
"Mamah kangen Papah. " Jawab Daren.
*****
"Benar apa yang di katakan Daren? " Tanya Bima.
"Jangan suka percaya sama dia. " Jawab Intan.
"Maaf Abang nggak bisa, selalu ada disini padahal kamu sedang hamil."
"Nggak apa - apa Bang. "
"Tiga hari lagi kan acara khitanan nya Daren, senyum dong kan, kita kan berkumpul." Ucap Bima.
"Iya Bang, senyum kok tapi sayang bentar."
"Kamu nya juga kenapa, nggak mau ikut ke tempat tugas? "
"Abang tahu sendiri, Daren sehari disana sudah nggak betah Bang, mau gimana lagi LDR an, pulang aja nggak tetap kapan pulang."
"Namanya juga Tentara, di tugas kan jauh. Mau gimana lagi resiko, kamu kan dari awal sudah tahu kalau Tentara itu sering tugas jauh, rela di tinggal rela nahan rindu."
"Iya Bang, paham saya. "
"Kamu jangan nangis terus. "
"Masalahnya itu saya hamil kedua itu ingin dekat terus sama suami, wajar kalau nangis."
"Iya, paham bumil. "
__ADS_1
*****
"Besok akhirnya kita pulang, selesai juga tugas kita disini." Ucap Rudi.
"Yes.. kita cuti kan Prof beberapa hari? " Ucap Menur.
"Ok, karena kita full time kerja nya, kita cuti satu minggu. " Ucap Profesor Hasan.
"Mantap Prof. " Ucap Rudi.
"Kalau begitu, saya langsung pulang kampung aja deh. " Ucap Rudi.
"Kalau begitu, saya juga. " Ucap Menur.
"Kalau kalian mau pulang kampung langsung berarti ongkos di tanggung sendiri. "Ucap Profesor Hasan.
" Kok gitu sih Prof? "Ucap menur.
"Kalian pikir, itu semua perlengkapan sampai 4 koper saya semua yang bawa!! "
"Heeeee... sorry Prof. " Ucap Rudi sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Eh.. Sahara, kamu jangan melamun saja, nanti kesambet setan tahu. " Ucap Aris.
"Sahara itu lagi galau. " Ucap Menur.
"Galau, pas pulang Pak Bima nggak ada ya? " Ucap Rudi.
"Sudahlah, lelaki itu nggak hanya Pak Bima, ada Aa Rudi sama Kang Mas Aris. " Ucap Aris.
"Ogah sama kalian berdua, yang ada asem lihat nya " Ucap Menur.
"Yeeee itu kamu, mungkin beda lagi sama Sahara. " Ucap Aris.
"Benar nggak Sahara, ngomong dong jangan diam saja. " Ucap Aris.
"Apaan sih, lagi malas bercanda. " Ucap Sahara.
*****
"Gimana, kemarin kamu sempat telepon saya? " Ucap Lukman.
"Bang, dia sama mencintai saya. " Ucap Bima.
"Terus?"
"Dia salah paham. " Ucap Bima.
"Maksud kamu?"
"Dia mengira saya itu jadi menikah sama Intan, padahal Intan menikah sama Abang. "
"Kejar dia, itu kesempatan kamu. "
"Tapi dia itu susah Bang, selalu buat saya harus belajar terus bersabar. "
"Kalau kamu cinta, kejar dia. Kalau nggak usaha itu bukan namanya perjuangan." Ucap Lukman.
"Iya Bang. "
*****
"Mami, kemarin senang ya jalan - jalan? " Ucap Sahara sambil memeluk lengan Ibu Mike.
"Senang dong, walau janda harus happy nggak kayak kamu jones alias jomblo ngenes."
"Ih.. Mami mah kayak gitu aja sama anak tuh." Ucap Sahara cemberut.
"Memang fakta kan, hayo bukti nya wajah anak Mami ngenes gini. "
.
__ADS_1
.
.