Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Menuju Halal


__ADS_3

Rumah Sahara ramai, saudara - saudara nya, yang datang dari luar kota. Besok adalah hari pernikahan Sahara dan Bima.


Sahara terus berdiam diri di dalam kamarnya, membaca buku biografi Kapten Hardi. Lembar demi lembar Sahara membuka, bagaimana dirinya masih ingat jelas tragedi dan cerita indah di setiap lembar nya.


"Bang Bima adalah reinkarnasi dari Kapten Hardi. " Ucap Sahara.


"Sahara, kamu kok di kamar saja? Semua pada kumpul loh di ruang keluarga. " Ucap Agnes.


"Anak kamu mana? " Tanya Sahara mengalihkan pembicaraan.


"Pada tidur semua di kamar Mami kamu, soalnya kamar tamu ada adik nya Papi kamu tidur. " Jawab Agnes.


"Agnes, dulu saat kamu mau nikah sama Robby grogi nggak ya? "


"Grogi nggak hanya jantung berdetak kencang, keringat dingin keluar. Kamu tahu, Robby sampai salah saat akad nikah, karena grogi sama aja."


"Saya tuh, mikirin besok takut. "


"Takut apanya, enak tahu kalau sudah nikah."


"Enak kalau sedang enak - enak hahahaha..!!! " Ucap Sahara tertawa bersama Agnes.


****


"Bang, selamat ya. " Ucap Intan.


"Makasih Intan. " Ucap Bima.


"Akhirnya, Abang nikah sama Sahara. Cinta pertama dan sejati nya Abang. "


"Kamu juga menemukan cinta sejati kamu, kalau kita jadi menikah kita ini adalah dua orang yang salah dalam membina suatu rumah tangga. "


"Abang sudah bahagia dengan kebahagiaan Abang, Saya pun sudah bahagia dengan kebahagiaan Saya sendiri."


"Kamu mau lahiran disini atau disana? "


"Sana sini tetap saja Bang, Abang Lukman jauh. Tapi nggak tahu juga sih, yang jelas sama Mertua lagi. "


"Kamu harus mengerti menjadi istri Tentara, sering di tinggal - tinggal. "


"Iya Bang, kadang ingin Bang Lukman tuh pindah saja di kota sendiri, biar bisa kumpul."


"Nanti juga bisa. "


"Sampe anak kedua mau brojol Bang."


"Nikmati setiap proses nya, oh iya rumah Kakek buyut ini boleh orang luar datang. Mungkin sekedar lihat - lihat karena rumah ini banyak sejarah nya saksi dimana Kakek buyut berjuang. "


"Jadikan Museum? "

__ADS_1


"Iya, dari pada kosong. Kan ada yang mengurus nya boleh pelajar datang kemari untuk belajar sejarah, asal rumah ini terus di rawat. "


"Saya setuju Bang, jadi Abang kalau pun suatu saat nanti pulang kemari tidak akan tinggal disini? "


"Tidak, Abang akan buat rumah baru. Ini rumah selain buat Museum tapi buat berkumpul anak cucu kita, ada rumah satu lagi kan di belakang, itu rumah peninggalan orang tua Saya. Hebat ya Kakek buyut beli tanah Luas sekali, sampai samping kiri kanan itu masih bisa satu rumahan lagi. "


*****


Rombongan keluarga Bima sudah sampai, Bima dengan gagah nya berbalut pakaian pengantin pria warna putih di padu peci warna putih, terlihat raut wajahnya yang sangat cerah.


Sahara pun sangat terlihat cantik, wangi melati pada dirinya membuat aura sang pengantin hidup. Dengan tersenyum menyambut Bima yang baru datang.


Bima dan Sahara berjalan beriringan setelah rangkaian acara adat mereka lalui, hingga pada acara puncak.


Dimana Bima duduk berhadapan dengan sang penghulu dan Sahara duduk di samping nya.


Paman Sahara bernama Safri yang seorang Tentara adik dari Papi nya Sahara menjadi wali nikah nya. Bima pun dengan lantang mengucapkan janji suci pernikahan yang sakral ini.


" Saya terima nikah dan kawinnya Sahara Maharani binti Sahril Alamsyah dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 111 juta 202 ribu 2 rupiah di bayar tunai. "


SAH


"Alhamdulillah."


Bima tersenyum lega dan Sahara yang kini resmi menjadi istri Bima langsung mencium punggung tangan nya, lalu Bima pun mencium kening Sahara.


"Sayang selamat ya. " Ucap Ibu Mike.


"Makasih Mami. " Ucap Bima.


"Bima, jaga Sahara, jangan kamu sakiti dia. Kalau kamu sudah tidak sayang dan cinta sama Sahara kembali kan pada Mami, seperti kamu meminta nya baik - baik, jadi kembali kan juga secara baik - baik. "


"Bima Janji, Bima akan selalu menjaga Sahara dan menyayangi Sahara. "


"Om Safri, makasih sudah jadi wali nikah Sahara. "Ucap Sahara dengan mata berkaca - kaca.


" Sama - sama Sahara, Papi kamu disana pasti senang, kamu menikah dengan pilihan kamu dan pilihan Papi kamu. Semoga kamu bahagia dunia akhirat bersama suami kamu, dan keturunan kamu menjadi keturunan sholeh dan sholehah. " Ucap Om Safri.


"Amin.. Om, Amin.. makasih."


*****


"Yank, tolong dong turunin resleting nya." Pinta Sahara.


Bima pun berjalan mendekati Sahara yang sedang berdiri di depan cermin besar, Bima menurunkan Resleting kebaya Sahara. Punggung putih mulus tersentuh jemari Bima yang halus, hingga membuat bulu kuduk Sahara berdiri.


Bima menurunkan kebaya Sahara hingga menampilkan pundak yang putih mulus, di cium nya kedua pundak kanan dan kiri, dan mencium tengkuk leher nya.


"Bang." Suara Sahara sedikit menggoda Bima, dengan menggigit bibir nya Sahara menikmati setiap ciuman Bima di setiap area yang membuat bulu kuduk nya berdiri.

__ADS_1


"Enak kan? " Bisik Bima di telinga Sahara dengan menggigit kecil daun telinga Sahara.


"Yank... ahhhhhhh...!!! " Ucap Sahara saat kedua tangan Bima berada di kedua gunung Sahara.


Sahara berbalik dan mencium bibir Bima dengan sangat rakus, Bima pun tak mau kalah hingga membalas ciuman Sahara.


Tubuh Sahara kini tanpa penutup , setelah apa yang di lakukan Bima, begitu pun juga Bima yang sama seperti Sahara.


Tubuh kekar dengan perut rata membuat Sahara semakin takjub menatap nya, yang kini halal untuk dirinya semua.


"Yank, siap? " Bisik Bima, dan di anggukkan oleh Sahara.


Kedua tangan Sahara mencengkram sprei dengan sangat kuat, saat Bima mencoba menerobos masuk walau dengan sangat pelan - pelan tapi Sahara sedikit merasakan sakit.


"Sedikit lagi Yank. " Ucap Bima saat mencoba terus untuk menerobos masuk.


Hingga beberapa kali hentakan kini, masuk sempurna dan berhasil menerobos nya. Sahara pun merasakan rasa sakit hilang berganti nikmat, hingga beberapa kali mencapai puncak.


Bima pun setelah beberapa kali menghentak kan hingga saat nya mencapai puncak, terasa lahar panas pun sudah berada di ujung. Hingga akhirnya menyembur sempurna kedalam lubang.


Kedua nya sama - sama nafas naik turun, Bima dan Sahara mengakhiri nya dengan ciuman.


"Makasih sayang. " Ucap Bima.


****


"Suami kamu belum bangun ? " Tanya Ibu Mike sambil menyiapkan sarapan pagi.


"Masih ngorok tuh. " Jawab Sahara dengan rambut masih acak - acak an.


"Memangnya tidur jam berapa? "


"Setelah sholat shubuh baru tidur. "


"Ya sudah, kamu sarapan dulu, bangunin Bima kasihan."


***


Sahara menciumi wajah Bima, hingga si pemilik wajah merasakan risih, hingga membuka mata nya dan langsung membalikkan tubuh Sahara yang kini berada di bawah nya.


"Kenapa hah.. ganggu orang tidur aja. " Ucap Bima sambil menciumi leher Sahara.


"Siang Yank, lihat jam berapa? Nggak lapar ingin makan. " Ucap Sahara.


"Mau nya makan kamu. "


"Abang....!!! "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2