Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu

Lorong Waktu ( Tentara) Masa Lalu
Disini Dunia nya


__ADS_3

Bima langsung terbang menuju ke rumah Nenek nya, baru 4 bulan meninggal kan tempat dimana penuh banyak cerita, kini kembali setelah mendengar kabar duka.


Bima meneteskan air mata nya, saat melihat tubuh Nenek nya sudah terbujur kaku. Dalam balutan kain kafan, dan telah siap untuk segera di makam kan.


"Nenek, maaf kan kesalahan Bima. " Ucap nya sambil terisak.


"Abang, Nenek tidak bicara apa - apa untuk terakhir kali ny, tahu - tahu Nenek sudah nggak ada. " Ucap Intan.


"Iya, dan kita juga harus ikhlas, Nenek juga sudah tua. Tapi banyak sekali kenangan dari Nenek yang tidak bisa di lupakan."


"Mas Bima, Jenazah sudah siap untuk di sholat kan, mungkin Mas Bima mau mengucapkan sepatah kata . " Ucap salah satu Tetangga Bima.


"Nggak Pak, nggak ada. Kita langsung di Sholat kan saja. Kasihan Nenek jangan menunggu terlalu lama. "


Para kerabat dan Tetangga mengikuti sholat Jenazah di Masjid, Bima di perjalanan berusaha untuk tegar tidak dengan Intan yang terus menangis. Karena kehilangan Nenek Lembayung bagai kan kehilangan orang tua nya. Bagi Intan Nenek Lembayung adalah Ibu dan Ayah untuk nya.


****


"Tante."


"Agnes, kamu dari mana? " Tanya Ibu Mike.


"Tante, saya sengaja kemari. Ada berita duka." Jawab Agnes.


"Berita duka apa? " Tanya kembali Ibu Mike.


"Bima nggak cerita? " Jawab Agnes kembali bertanya.


"Apa sih, soalnya Tante lowbat dari kemarin nggak tengok itu ponsel. "


"pagi tadi Nenek nya meninggal dunia, sore ini di makam kan. "


"Inalilahi wainnailaihi rojiun, kok Tante nggak tahu. " Ucap Ibu Mike langsung membuka ponsel nya dengan bersamaan men charger ponsel nya.


"Astagfirullah, benar kata kamu. Ada 50 kali panggilan tak terjawab dan beberapa chat."


"kita melayat sama - sama saja, nanti Sahara di titipkan sama suster saja. " Ucap Agnes.


"Ya sudah, Tante siap - siap dulu. " Ucap Ibu Mike.


******


"Selamat jalan Nek, sampai jumpa di keabadian. Bima sedih Nek, disaat terakhir kita tidak sama - sama. Bima masih ingat, kemarin Nenek sempat telepon kata nya Nenek ingin istirahat, ternyata maksud nya istirahat selama nya. Terima kasih Nek, selama ini Nenek sudah mengasuh dan merawat Bima hingga sampai Bima seperti ini, karena doa Nenek setiap saat untuk Bima." Bima menatap pusara Nenek nya yang baru saja di makam kan.


"Nenek, sekarang sudah bahagia. Sampai bertemu di keabadian ya nek. " Ucap Intan


"Kita pulang. " Ajak Bima pada Intan, dan satu persatu - satu pelayat pun meninggalkan area pemakaman.

__ADS_1


*****


"Tante Mike. " Sapa Bima saat pulang dari pemakaman melihat Tante Mike, Agnes dan Robby yang baru saja tiba menyusul.


"Kami turut berdukacita. " Ucap Ibu Mike.


"Terima kasih, terima kasih semua nya. Mohon maaf kalau Nenek punya salah. " Ucap Bima.


"Walau Tante belum pernah bertemu, tapi Tante merasakan sangat dekat dengan beliau."


"Bima minta maaf, karena permintaan Nenek saya tidak bisa menjalankan perintah Om."


"Sudah jangan bahas itu. "


Agnes dan Robby melihat banyak sekali photo masa muda Nenek Lembayung, bahkan deretan photo Kapten Hardi semasa muda nya.


"Maaf, kalau photo istri nya Kapten Hardi kok nggak ada? " Ucap Agnes.


"Oh, itu ada di dalam kamar kakek buyut. Dan disana di jadikan tempat untuk saya kalau menyendiri. Karena sengaja kamar saya dan kamar itu dibuat kan pintu. "


"Ternyata, kamu cucu dari seorang pahlawan nasional. " Ucap Robby.


"Kabar Sahara bagaimana? " Tanya Bima.


"Masih tetap. "Jawab Ibu Mike.


" Jadi kamu calon istri nya? " Ucap Agnes, dan di anggukan oleh Intan.


"Jadi kamu sendirian dong disini? " Ucap Ibu Mike.


"Nanti Intan saya akan bawa Tante, setelah menikah. " Ucap Bima.


"Iya, lagian kan sudah nggak ada yang di berat kan."


"Tapi bagaimana juga, masih berat meninggalkan rumah ini. Mungkin saya nggak langsung pergi setelah menikah nanti. " Ucap Intan.


"Tapi lama - lama juga, Abang akan bawa kamu. "


*****


Hardi melihat sebuah lingkaran hitam di atas langit saat dirinya selesai berolah raga, angin besar bahkan tiba - tiba terdengar suara petir.


"Apa itu, kemarin malam juga Sahara melihat nya dan seperti seakan terseret. " Ucap Hardi sambil menatap ke atas langit.


Angin semakin kencang, bahkan awan putih berubah menjadi awan gelap.


"Apakah itu pintu rahasia Sahara." Ucap Hardi.

__ADS_1


"Berarti kalau benar, Sahara akan kembali."Ucap Hardi.


" Nggak, dia tidak boleh kembali. Bagaimana juga saya tidak ingin berpisah, Sahara harus tetap berada di sini. "


*****


"Ibu, apakah nanti kedua kaki Lembayung bisa di operasi? " Tanya Lembayung.


Sahara terdiam dan menatap kedua mata Lembayung dengan sangat lekat.


"Sayang, kedua kaki kamu sudah tidak berfungsi lagi, dan tidak bisa di operasi lagi. " Jawab Sahara dengan sangat sedih.


"Lembayung tidak akan pernah bisa berlari lagi Ya bu. " Ucap Lembayung dan di anggukkan oleh Sahara.


"Tapi kamu jangan sedih nak, kamu bisa bermain dengan teman - teman sebaya kamu."


"Benar Bu? " Ucap Lembayung sumringah.


"Benar sayang, dan ingat Ayah Ibu ini adalah kaki kamu sekarang. Mau kemana Ibu sam Ayah siap menuju ke arah kamu mau. "


*****


Hardi membuka lembaran buku tersebut, bahkan lembaran atau halaman tersebut sisa dua yang kosong.


"Apakah semua nya akan berakhir, apakah kisah di buku ini berakhir Sahara akan pergi dari sini? " Ucap Hardi.


"Nggak, dia nggak boleh kembali. Dia sudah tidak ingat siapa dirinya yang sebenarnya, kalau seperti itu berarti dia itu tidak akan pernah kembali ke dunia nya. Seharusnya dunia dia ada disini, selamanya karena sejarah sudah berubah di masa depan. "


Hardi terus menatap buku tersebut hingga Hardi mendengar suara petir kembali dan saat menatap ke arah jendela sebuah awan hitam dan lingkaran hitam kembali muncul.


"Kenapa, lingkaran hitam itu muncul lagi? Apakah ini tanda nya kamu akan kembali ke masa depan. " Ucap Hardi berjalan mendekat ke arah jendela yang terbuka.


Angin semakin kencang, kilat pun terlihat sangat jelas, hingga suara petir terus menggelegar.


"Sahara tidak boleh kembali, saya tidak ingin kehilangan nya. Karena Kinanti telah lama mati, sekarang berganti Sahara. Iya Sahara istri Kapten Hardi yang seorang Dokter umum. Dunia dia sekarang ada disini."


Awan hitam itu tiba - tiba menghilang dengan bersamanya angin dan petir, Hardi tersenyum sambil menjauh dari jendela ruang kerja nya.


****


"Bang, 7 hari nenek sudah. Apakah Abang akan sering kemari? " Tanya Intan.


"Abang akan sering hubungi kamu, tapi untuk sering pulang mungkin tidak bisa. Tapi insya Allah Abang dalam setahun pasti pulang ." Jawab Bima tersenyum.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2