
5 Tahun Kemudian
"Kamu kapan menikah Sahara? Mami ini sudah semakin tua. " Ucap Ibu Mike sambil menyiapkan sarapan pagi.
"Sabar Mami, nanti juga kalau sudah ketemu jodoh nya nggak akan bakalan lari. " Ucap Sahara santai.
"Mau cari yang bagaimana lagi kamu? Katanya nggak mau yang Tentara, ada yang deketin kamu satu nya karyawan Bank, satu nya PNS tapi kamu malah nggak mau. "
"Mereka nggak cocok Mam. "
"Kenapa nggak di coba dulu sih? "
"Mami, pertama jalan saja sudah bikin saya Ilfil apalagi jadi pasangan suami istri. Mending ditolak. "
"Apa kamu mau Mami kenal kan sama anak teman - teman Mami? "
"Nggak perlu Mami, biar Sahara yang cari sendiri. "
"Tapi Mami ingin kamu cepat menikah, dan Mami ingin cepat gendong cucu. "
"Sabar ya Mami, nanti kalau sudah waktu nya Mami bakalan gendong cucu. "
"Agnes sama Robby sudah mau punya dua loh. "
"Ya biarin, kalau mau cucu ambil saja anak Agnes sama Robby. "
"Kamu itu, kalau di ajak serius malah bercanda. "
"Habis, Mami itu setiap hari pertanyaan nya selalu itu - itu saja. "
*****
Sahara menatap benda bersejarah yang baru saja di temukan, sebuah mahkota raja yang tertimbun tanah ratusan tahun yang lalu, dengan sangat teliti Sahara memeriksa dengan secara detail.
"Mahkota raja ini,bisa tertimbun saat terjadi gempa 200 tahun yang lalu. Ini Mahkota raja milik Raja Kenan jaman kerajaan Wo, kerajaan pecahan dari Kerajaan Andara dan Kerajaan Guldipa. " Ucap Sahara.
"Pada jaman itu memang pernah terjadi gempa dahsyat yang menewaskan ribuan manusia bahkan hancur nya Kerajaan Wo pada saat itu. Bahkan Raja nya di nyatakan hilang dan di temukan 15 kilometer dari lokasi pada saat itu tewas kota Andara. " Ucap Profesor Hasan.
"Tewas nya juga kan beredar karena kelaparan, dampak bencana itu kan hingga beberapa wilayah terkena termasuk Andara juga dan saat itu memang sedang kelaparan, banyak manusia mencari suaka di sana ternyata Andara sendiri sedang di landa bencana kelaparan. " Ucap Sahara.
"Mahkota ini akan masuk museum, tapi kita akan perlihatkan replika ny saja untuk keamanan. " Ucap Profesor Hasan.
"Ok Prof masalah Mahkota sudah selesai, saya masih memeriksa benda - benda yang di temukan lain nya selain Mahkota raja." Ucap Sahara.
"Oh iya, nanti jangan lupa kamu kirim soft copy photo - photo dan keterangan lain nya."
"Siap Prof. "
Sahara pun memeriksa benda - benda lain nya yang di temukan bersamaan dengan Mahkota tersebut, bahkan dengan teliti Sahara mengecek keutuhan dan jenis nya.
__ADS_1
******
"Suami kamu perjalanan Dinas berapa hari? " Tanya Sahara pada Agnes saat makan siang bersama.
"Satu minggu, biasa Jefri rewel kalau Papah nya pergi, setiap malam cariin Papah nya. " Jawab Agnes.
"Jefri susah besar, sudah mengerti kalau Papah nya nggak pulang. " Ucap Sahara.
"Iya, dia itu memang anak cowok dekat sama Papah nya, kebanyakan kan sama Mamah nya malah anak cewek yang dekat sama Papah nya. "
"Sebentar lagi kamu melahirkan, anak. yang di kandungan kan calon baby girl. "
"Insya Allah, terus kamu kapan? "
"Kamu sih kayak Mami, setiap ketemu nanya kapan nikah. "
"Kamu masih belum bisa Move on dari Bima?"
"Mungkin ini dinamakan karma."
"Dia pasti sudah bahagia disana, punya keluarga kecil sama anak dan istri nya. Kamu nggak boleh begitu, kalau kamu masih belum bisa Move on jadi nya kan seperti ini."
"Saya selalu lewat setiap hari depan rumah nya, berharap bisa melihat dia sedang pulang tapi nihil pagar selalu tertutup dan pintu pun juga sama. Giliran pintu rumah terbuka dan pagar nya terbuka, sudah senang eh malah orang yang mengurus rumah nya."
"Jadi setelah itu, sudah putus kontak? " Tanya Agnes.
"Sama Mami kamu, apa dia masih komunikasi?" Tanya Kembali Agnes.
"Nggak tahu, nggak pernah saya tanya." Jawab Sahara.
"Kirain, Mami atau kamu tanya atau kasih tahu tentang Bima. "
"Jaman 5 tahun Agnes, sudah lama banget. Dia nya juga mungkin sudah lupa sama saya."
"Kalau cinta pertama itu tidak akan pernah lupa, dia akan selalu ingat. "
"Kalau ingat kenapa gitu nggak sesekali chat saya atau titip salam sama Mami? " Celetuk Sahara.
"Beda sayang, kalau orang sudah berumah tangga. Terus kalau dia pulang kamu lihat dia, mau kamu samperin tuh si Bima? Kamu mau bilang kangen atau mau nembak dia ngajak pacaran gitu? " Ucap Agnes.
"Ya nggak juga kali, saya juga masih punya harga diri. "
"Syukur deh kirain kamu mau jadi pelakor."
"Gini - gini masih waras kali."
******
Sahara membuka lemari pakaian nya, saat sedang memilih pakaian Sahara melihat jaket milik Bima. Di ambil nya jaket tersebut, dan di pakai nya dengan berkaca di depan cermin besar.
__ADS_1
"Hi.. apa kabar si pemilik jaket nya? Pasti kamu sudah bahagia dengan Intan dan sudah memiliki anak. Sekarang kamu ada di kota mana? Jujur saya kangen sama kamu, saya menyesal dulu kamu saya tolak. Kenapa sampai saat ini saya selalu menolak setiap pria yang mendekati saya, mereka tidak seperti kamu, mereka sangat berbeda. Saya ingin pria seperti kamu, ini mungkin karma dan saya sampai sekarang tidak menikah - menikah. " Sahara melepaskan kembali jaket milik Bima dan menggantung kembali di dalam lemari."
******
"Kamu gimana disana? " Tanya Bima.
"Alhamdulillah Bang baik, kabar Daren juga sehat. " Jawab Intan dari seberang.
"Abang kapan pulang? Daren kangen sama abang. "
"Nanti Abang atur waktu, sekarang sedang banyak kegiatan. "
"Oh.. ya sudah nanti saya sampaikan ke Daren, dia itu selalu nanya Abang, karena setiap Abang telepon selalu menuruti apa kata nya. "
"Nggak apa - apalah, Abang masih mampu buat menuruti permintaan Daren, oh iya nanti Abang transfer uang buat acara kirim doa untuk Nenek minggu depan, Abang tidak bisa pulang. "
"Iya Bang, nggak apa - apa. Abang jaga kesehatan disana, cuaca sedang nggak bagus. "
"Iya, kamu juga, ingat Daren jangan main hujan - hujan an dia kan gampang flu."
"Nanti Abang bicara sendiri, kalau saya yang bilang dia nggak akan nurut. "
"Sekarang mana Daren nya? "
"Sedang main ke luar. "
"Ya udah nanti Abang telepon lagi kalau Daren sudah pulang. "
Bima mematikan sambungan telepon nya, dan saat itu teman nya pun datang menghampiri nya.
"Bima tuh pesanan kamu datang. " Ucap nya.
"Oh iya, makasih ya. " Ucap Bima.
"Kamu beli apa lagi buat jagoan? "
"Saya pesan pesawat mainan yang bisa terbang tinggi. "
"Mau pulang kampung? "
"Nggak, saya simpan dulu pas pulang baru di bawa, nggak tahu kapan pulang nya belum di jadwal kan. "
.
.
.
.
__ADS_1