Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Masih Tetap Menolak


__ADS_3

Hideo pagi ini bersiap - siap untuk terbang ke Tokyo dan Fayza hanya menatap suaminya dengan tatapan bingung karena aura yang dikeluarkan pria itu tampak ingin bertengkar.


"Kamu kenapa Hideo?" tanya Fayza.


"Tidak apa-apa, Fay" jawab Hideo dingin.


Fayza menghampiri Hideo yang sedang memakai jasnya. "Jangan bertindak aneh-aneh, Hideo."


Hideo menatap Fayza dengan lembut lalu memeluknya erat. "Tunggu aku pulang, Fay."



Fayza membalas pelukan suaminya. "Aku akan tunggu kamu disini."


Hideo menangkup wajah Fayza dan mencium bibirnya lembut lalu tangan kirinya yang tersemat cincin kawinnya. "Aishiteru, Fayza. So much!"


Fayza tersenyum. "Ditto."


Hideo lalu mencium bibir Fayza lagi dan keduanya keluar kamar dimana Jin, Jae-Hee dan Hyong-wa sudah menunggu.


"Semua sudah siap?" tanya Hideo sambil merangkul pinggang Fayza.


"Sudah boss" jawab Jin dan kedua pengawal setianya.


Kelimanya kini menuju halaman belakang tempat helipad berada dan helikopter yang akan membawa mereka ke Incheon sudah siap.


"Kalian masuk lah dulu" perintah Hideo. Ketiga pengawalnya pun mematuhi perintah Hideo.


Fayza menatap wajah suaminya lalu menangkupnya. "Be careful."


Hideo mengangguk dan mencium kening Fayza beserta bibirnya yang membuat para orang disana menundukkan wajahnya. Semua orang tahu, Hideo sekarang benar-benar bucin dengan istrinya.


"Aku pergi dulu." Pergi menemui sepupumu.


"Hati-hati."


***


Pesawat yang membawa rombongan Hideo tiba di bandara Narita Tokyo dan segera menuju ke RR's Meal di Ginza dengan rombongan empat mobil. Dua mobil diperintahkan Hideo untuk menjaga di sekitar Ginza


Rombongan itu tiba di Ginza tepat pukul 11.45 dan perjanjian pertemuan mereka adalah pukul 12.00. Hideo memang selalu berusaha datang lebih awal di setiap pertemuan sebab dengan begitu dia bisa memindai situasi dan kondisinya.


Setibanya di depan RR's Meal, seorang pelayan menghampiri Hideo dan rombongan. Setelah memberitahu siapa dirinya, pelayan itu membawa mereka ke ruang VIP yang sudah disiapkan.


Hideo melihat rupanya Luca Bianchi sudah berada disana dengan Fabio Marchetti, asistennya.


"Signore Bianchi" sapa Hideo.


"Mr Park."


Keduanya saling berjabat tangan dan Luca melirik ke arah jari manis pria itu.


"Anda sudah menikah?" tanya Luca melihat cincin kawin di jari manis Hideo.



Luca penisirin

__ADS_1



Ketahuan deh cincinnya


"Iya, saya sudah menikah" jawab Hideo tenang.


"Siapa wanita itu? Apakah saya mengenalnya?" tanya Luca sambil mempersilahkan Hideo duduk.


"Mungkin anda mengenalnya tapi saya ingin kehidupan rumah tangga saya adalah sesuatu yang private." Hideo menjawab dengan lugas.


"Wah, anda benar-benar penuh kejutan Mr Park." Luca tersenyum kepada pria Korea - Jepang itu.


"Mari kita membahas bisnis, Signore Bianchi."


***


Fayza masih asyik membaca novelnya ketika Na-eun mengetuk pintu kamarnya. Wanita berambut pirang itu memang setelah makan siang, memutuskan kembali ke kamarnya karena dirinya sedang malas berolahraga hari ini.


"Ya Na-eun?" tanya Fayza setelah membuka pintu kamarnya.


"Nyonya, anda mau ikut?"


"Kemana?" tanya Fayza bingung.


"Ke dapur. Kata koki utama, nyonya pernah bilang ingin membuat masakan Korea."


"Oh iya. Mumpung Hideo pergi kan berarti koki utama nganggur ya karena tidak banyak orang yang harus diberi makan.


"Iya nyonya."


Fayza lalu meletakkan novelnya di nakas kemudian keluar kamarnya dan menutupnya. Pintu kamar Hideo sangat secure karena hanya dirinya dan Fayza yang bisa masuk. Apalagi banyaknya CCTV di setiap sudut, membuat para penghuni rumah Jeju sangat terawasi.


"Mari kita membuat dosirak nyonya" ucap koki utama itu.


"Aku sungguh tidak sabar." Fayza pun mengambil apron dan memulai untuk belajar memasak.


***


"Maaf Mr Park, saya tetap tidak akan menjual tanah Itaewon itu kepada anda meskipun penawaran anda sangat menggiurkan karena memang kami sudah bersikukuh untuk mempertahankan tanah Itaewon itu." Luca menatap Hideo dengan tatapan serius.


"Oh come on Signore Bianchi. Saya beli tanah Itaewon, dan saya akan barter dengan tanah milik Silver Shinning di Gangnam. Bagaimana?" Hideo berusaha bernegosiasi meskipun harus mengorbankan tanah miliknya di Gangnam.


Luca Bianchi menggelengkan kepalanya. "No, Mr Park. Maaf, tapi kami tetap tidak akan menjual tanah Itaewon."


"Anda tidak tahu berhadapan dengan siapa, Signore Bianchi" ucap Hideo dingin.


"Saya tidak peduli jika anda menguasai Seoul sekalipun karena saya membeli tanah Itaewon itu legit dan legal. Jadi jika anda akan membawanya ke ranah hukum, saya yakin saya tetap akan menang" jawab Luca tenang.


"Kita lihat saja siapa penguasa Seoul." Hideo menatap Luca dengan tajam dan wajah dingin.


"Anda juga jangan lupa berhadapan dengan siapa Mr. Park. Saya seorang Bianchi dan kami pun sama dengan anda meskipun kami berkuasa di Italia." Luca tersenyum smirk.


"Anda yang datang ke rumah saya jadi resiko di tanggung sendiri."


Luca mencondongkan tubuhnya ke arah Hideo. "Saya tidak takut Mr Park. Apapun yang hendak akan anda lakukan, saya tetap bertahan untuk tidak menjual ataupun menukarnya dengan tanah manapun."


Hideo tersenyum sinis. "We'll see about that."

__ADS_1


"Bring it on." Luca membalas tatapan Hideo dengan senyum yang sama.


***


Hideo dan Jin Kawashima beserta Hyong-wa dan Jae-Hee keluar dari ruang VIP RR's Meal dengan wajah kesal.


"Jin, jika mereka memulai membongkar bangunan disana, teror mereka agar terjadi banyak kerugian."


Jin hanya mengangguk. "Sudah kita persiapkan boss."


"Bianchi benar-benar menantang kesabaran aku!" desis Hideo penuh amarah.


"Boss."


"Ya?"


"Rekan bisnis kita disini ingin bertemu dengan anda." Jin membaca pesan yang diterimanya. "Mereka menawarkan opium jenis baru."


Hideo menoleh. "Dimana?"


***


Fayza menikmati acara masak memasaknya bersama dengan koki utama dan sekarang hendak mencicipi hasil karyanya. Para penghuni rumah Jeju pun mendapatkan semua dosirak yang dibuatnya bersama tadi di dapur.



"Duh tampaknya enak ini" gumam Fayza yang takjub dengan dirinya sendiri yang bisa membuat masakan Korea.


"Ini pasti enak, nyonya" ucap Na-eun yang malam ini bersama dengan Yumi menemaninya makan malam di ruang makan.


"Mari makan" ucap Fayza sambil memasukkan beef dengan nasi dan kimchi. "Hhhhmmmm enaknya!"


"Nyonya memang pintar memasak" puji Na-eun dan Yumi hampir bersamaan.


"Ah biasa saja" ucap Fayza tersipu.


"Tapi kalau memang tidak talent, tidak bisa nyonya membuat masakan seenak ini" sahut Yumi.


"Ah biasa saja Yumi. Mungkin karena aku memang suka memasak dulunya?" Fayza menatap ke kedua perawat nya.


"Mungkin juga nyonya."


***


Hideo mendapatkan laporan dari anak buahnya di rumah Jeju kalau Fayza menghabiskan waktunya dengan memasak dan membuat dosirak.


Pria itu tersenyum ketika melihat bagaimana istrinya asyik makan malam bersama dengan Na-eun dan Yumi.


Maaf Fay tapi aku akan berperang dengan keluarga mu.


***


Yuhuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2