
Hideo segera mengambil pistol dan batonnya ketika menerima telepon dari Jang Geun-moon kalau Benji dihadang para anggota Infinity One di gang dekat apartemennya. Jin yang juga mendengar pesan itu pun membawa pistolnya.
"Kamu disini dengan bibi Mai" ucap Hideo ke Fayza yang tampak cemas mengingat adik bontotnya dalam bahaya.
"Hati-hati Hideo" bisik Fayza yang merasa kesal tidak bisa membantu. Hideo langsung Melu*mat bibir Fayza dengan penuh perasaan.
"Aku akan kembali. Ayo Jin!" Hideo pun segera keluar bersama Jin.
Fayza kemudian mencoba melihat dari jendela apartemen untuk mencari lokasi Benji diserang.
***
Benji tampak kepayahan melawan delapan orang yang bergantian menyerangnya. Meskipun dirinya juga dibekali krav maga tapi tetap saja, dikeroyok delapan orang membuatnya keteteran.
"Mau kalian apa sih?" bentak Benji yang sudah berantakan, bahkan bibirnya pun pecah hingga berdarah terkena pukulan.
"Membuat Hideo Kojima Park keluar dari tempat persembunyiannya!" jawab salah satu preman itu.
Benji merutuk dalam hati karena lebih memilih naik subway daripada naik motornya ke apartemen Hideo.
"BENJI!" suara Joey yang datang dengan menggunakan motor Ducatinya membuat Benji bernafas lega.
Joey Bianchi
Dokter tampan itu langsung memarkirkan motor dan meletakkan helm full face nya.
"Akhirnya datang lagi satu orang yang hendak mengantarkan nyawanya" kekeh salah seorang yang diyakini sebagai pemimpinnya.
Joey memegang Benji yang kepayahan. "Are you okay?" tanyanya ke adiknya yang sudah babak belur.
"Never much better" cengirnya. Joey hanya menggelengkan kepalanya melihat adiknya sudah kepayahan tapi masih nyengir.
Joey pun mengambil batonnya. Selama mereka tidak memakai senjata api, Joey dan Benji tidak mengambil pistol yang tersimpan di pergelangan kaki mereka.
Hideo dan Jin yang berlari menuju gang tempat Benji diseret, akhirnya tiba dan membuat semua orang disana tersenyum lebar kecuali Joey dan Benji.
"Akhirnya datang juga yang dicari. Memang harus memancing dulu" kekeh pemimpinnya.
"Mana Han-sol? Kenapa hanya kalian yang dikirim?" ucap Hideo dingin.
"Kalian cuma berempat, eh bertiga karena adikmu payah tidak bisa melawan kami!" kekeh orang itu diikuti oleh para anak buahnya.
Tak lama datanglah sekitar segerombolan orang lagi yang mengepung Hideo dan Jin sedangkan Joey dan Benji berada di sebelah grup pertama.
"Boss, kita bisa hadapi kan?" bisik Jin melihat banyak yang membawa senjata tajam.
"Kita hadapi Jin" ucap Hideo.
Tak berapa lama datanglah Luca mengendarai Maserati nya bersama sang istri Emi yang membawa pedang Kendo. Melihat saudaranya dikepung, Luca menatap kesal.
Luca Bianchi
__ADS_1
Emi Takara Bianchi
"Sayang, kamu yakin bisa berkelahi dengan Stiletto setinggi sepuluh Senti itu?" bisik Luca melihat istrinya memakai sepatu Jimmy Choo dengan hak runcing.
"Jangan khawatir! Bisa jadi senjata ini!" cengir Emi.
Luca hanya tersenyum smirk melihat istrinya cuek. Belum tahu saja kalau putri Yakuza satu ini ngamuk.
"Em, total 24 orang."
"Hideo dan Jin ambil delapan, kita ambil delapan, Joey dan Benji sisanya."
"Kalian bisa apa dengan enam eh lima orang melawan kami?" teriak sang pemimpin.
"Bisa menghajar kalian" ucap Emi tenang.
Orang-orang di sekitar gang itu ada beberapa memanggil polisi dan mengambil gambar mereka. Levi Reeves datang bersama dengan Abi O'Grady tak lama kemudian. Benji akhirnya ambruk karena kelelahan yang kemudian dipapah Joey untuk menyingkir.
"J, mereka benar-benar nekad" ucap Abi yang sekarang berdiri bersama Joey.
"Memang." Joey melirik ke arah Benji yang pingsan.
"Benji teler" ucap Abi. "Lagian dikeroyok delapan orang."
Dua mobil polisi datang dan mereka hendak menahan orang-orang yang mode bertarung itu tapi ditahan Levi.
"Mr Reeves, tapi mereka ... "
"Kalian nanti tinggal menahan saja. Lagipula borgol kalian kan nggak cukup menahan 24 orang?" cengir Levi.
"Saya tahu tapi lebih enak kalau menahan mereka pada saat sudah pingsan kan?" seringai Levi.
Polisi-polisi itu pun hanya mengangguk.
***
"Kalian benar-benar deh!" ucap Joey.
"Serang!" Delapan orang menyerang Abi dan Joey yang menggunakan baton dan tangan kosong. Kedua sepupu itu saling membahu untuk menghajar delapan orang yang badannya lebih kecil dari mereka.
Joey menggunakan jurus karate mix krav maga sukses membuat dua orang pingsan begitu juga dengan Abi yang menghajar dengan pencak silat mix krav maga.
Disisi lain, Luca pun melakukan hal yang sama dengan menggunakan baton menghajar orang-orang yang menyerangnya sambil melirik bagaimana istrinya Emi menghajar dengan pedang kendo yang terbuat dari bambu.
"Emi! Awas! Dibelakang mu!" teriak Luca ketika seorang penyerangnya hendak menusuk dari belakang. Emi reflek melakukan tendangan berputar dan hak sepatu runcingnya langsung menusuk dada penyerangnya. Sepatunya pun menancap di dada pria itu.
"Jimmy Choo aku!" teriak Emi kesal membuat semua orang disana melongo karena wanita berambut hitam panjang itu lebih heboh sepatunya tidak kembali daripada nyawa orang yang ditendangnya masih ada atau tidak.
Astaga! Istriku! Luca hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Emi sendiri akhirnya melepaskan sebelah sepatunya dan melemparnya ke arah orang yang hendak menusuk Hideo saat sedang berkelahi. Lagi-lagi sepatu runcingnya itu menusuk punggung pria itu.
"Kan aku sudah bilang bakalan jadi senjata!" teriak Emi ke suaminya.
__ADS_1
Delapan orang yang mengeroyo pasangan suami istri bar-bar itu akhirnya bisa dikalahkan. Polisi yang dekat dengan Emi dan Luca pun memborgol mereka dengan cable ties.
***
Hideo dan Jin Kawashima berjibaku melawan si pemimpin dan anak buahnya yang berjumlah tujuh orang. Setelah Emi melumpuhkan satu orang dengan sepatunya jadi tinggal tujuh orang.
Jin dan Hideo bisa melumpuhkan enam orang dan tinggal si pemimpin yang dari tadi hanya berdiri menonton.
"Kalau berani, ayo satu lawan satu!" bentak Hideo. "Tangan kosong!"
"Siapa takut!" ucap si pemimpin.
Keduanya saling Berkelahi dengan tangan kosong bahkan Hideo sampai harus mengeluarkan semua jurusnya. Ternyata lawannya pun seimbang hingga wajah Hideo pun tidak luput dari pukulan. Tenaganya sudah berkurang banyak akibat perkelahian sebelumnya.
"Come on Hideo!" teriak Joey dan Abi mensupport ipar mereka sedangkan polisi semakin banyak yang datang untuk membawa orang-orang yang pingsan untuk ditahan.
Hideo akhirnya bisa melihat kelemahan lawannya dan menjegal kakinya lalu dengan sekuat tenaga dia banting orang yang badannya sebesar Abi O'Grady itu lalu meninjunya hingga tak berdaya.
Hideo pun berdiri dengan sedikit terhuyung setelah berhasil mengalahkan lawannya. Joey pun akhirnya menghampiri Benji yang pingsan untuk memeriksanya.
Hideo tersenyum tipis ke Jin, Luca dan Emi yang menghampiri.
Tiba-tiba...
DOR!
Semua orang terkejut dan menoleh ke belakang Hideo. Tampak orang yang barusan dikalahkan menodongkan senjatanya ke arah Hideo dan kepalanya sekarang sudah berlubang tertembus peluru. Seorang polisi menembak orang itu dengan wajah dingin.
"Dia mencoba membunuh Anda, Sir" jawab polisi itu.
Hideo hanya bisa mengangguk. "Terima kasih."
Joey dan Abi lalu menggotong Benji menuju ambulans yang sudah dipanggil Levi dengan ditemani Joey. Motor Ducati milik Joey dibawa oleh Abi.
"Mrs Bianchi, maaf. Tapi orang yang terkena tendangan anda, nyawanya tidak selamat karena hak sepatu anda menusuk jantungnya." Seorang petugas polisi lainnya memberitahukan ke Emi.
"Apa saya ditahan?" tanya Emi.
Polisi itu mengangguk. Emi menatap suaminya.
"Aku akan mengawal mu" jawab Luca.
"Oom akan telepon Travis Blair agar segera kemari." Levi memberikan solusi.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Maap kalau kurang seru.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1