Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Menggali Ingatan Fayza


__ADS_3

Hoshi memegang wajah Fayza lembut dan mata coklat tuanya menatap mata biru adik sepupunya itu.


"Fay, ini mas Hoshi. Ingat? Kita pernah bertengkar hanya gara-gara aku menendang kaki Pramana waktu latihan di Dojo Takei-sensei Jakarta. Kamu lalu melabrak aku dan kita gelut di ring. Ingat? Kamu kalah sama mas Hoshi tapi kamu juga curang main tusuk pinggang mas Hoshi pakai jari."


Fayza masih memegangi kepalanya sambil menatap pria cantik di hadapannya. Air matanya mengalir akibat menahan sakit.


"Abi sudah datang dan kini membawa Rama dan Ayrton bareng Anandhita dan Arga ke rumah sakit" lapor Arjuna melalui earpiece masing-masing.


"Kepolisian Turin dan ambulans sudah datang dan sekarang sedang dibereskan oleh Luca dan Joey. Kalian jangan khawatir, Ayrton dan Rama tidak serius lukanya serta sudah diberikan pertolongan pertama oleh duo A" ucap Emi.


Hoshi tersenyum menatap Fayza lalu melepaskan earpiece nya karena dia ingin fokus ke adiknya.


"Fay... " panggil Hideo.


Fayza menatap suaminya.


"Apa kepalamu masih sakit?" tanya Hideo lembut namun nadanya penuh kekhawatiran.


Fayza hanya mengangguk.


"Fayza, lihat mas Hoshi." Hoshi lalu mengeluarkan ponselnya. " Lihat ini siapa? Ini kamu, Pramana, Freya dan Haris."


Fayza memandangi foto di ponsel. "Siapa ini?" Jari Fayza menunjukkan ke wajah Pramana.


"Dia adalah Pramana Dewanto, tunangan kamu. Apa kamu ingat? Sembilan bulan lalu, kamu dan Pramana bertolak ke Seoul? Kamu mengalami kecelakaan, sayang." Hideo menatap intens ke Fayza dan melihat wanita itu mulai mencoba mengingat.


"Jangan kamu paksa, Hosh!" bentak Hideo.


"Apa kamu mau membuat Fayza amnesia selamanya, mafia kampret! Dia masih punya keluarga! Masih punya orang tua! Tega kamu!" balas Hoshi keras sambil menatap penuh amarah ke Hideo.


Fayza menatap nanar ke arah Hideo. "Amnesia selamanya?"


Hideo hanya terdiam.


"Apakah itu benar Hideo? Kamu ingin membuatku amnesia selamanya?" tanya Fayza dengan wajah terluka.


"Fay..." panggil Hoshi. "Apa kamu sudah mulai... mengingat?"


Fayza menggelengkan kepalanya. "Belum ... tapi wajahmu entah kenapa... membuatku hangat dan...jengkel" ucapnya ke Hoshi.


Pria cantik itu terbahak. "Aku memang hobinya membuat orang lain jengkel..."


"Mas Bima!" seru Fayza yang membuat semua orang disana terkejut dan menoleh ke arah pintu dimana Bima berdiri bersama dengan Pandu.

__ADS_1


"Fayza malah ingat Bima?" seru semua orang di earpiece.


"Eh?" Wajah Bima tampak bingung. "Apa kabar Fay? Mau ketemu Arka nggak?" Kalimat itu yang keluar dari mulutnya karena tidak tahu harus berkata apa.


"Mau. Apa masih nakal?" senyum Fayza.


"Arka nggak nakal, bukan anaknya Werkudara!" cebik Hoshi sambil manyun.


"Hideo, aku rasa kamu dan Jin harus menyingkir dari sini. Biarkan Fayza mengingat tanpa ada intervensi dari kalian" ucap Aidan sambil memberikan kode ke Rajendra, Pandu dan Ashley. "Jangan kamu hajar Hideo, sekarang Ash, kalau kamu juga tidak mau kehilangan putrimu lagi!" bisik Aidan ke Ashley.


Hideo pun berdiri namun sebelumnya dia menghampiri Fayza. "Aku tinggal dulu" ucapnya pelan sambil menggenggam tangan istrinya.


"Jangan jauh-jauh" balas Fayza dengan nada sedikit manja membuat Pandu sedikit tercekat teringat adiknya yang sudah tiada karena ekspresi Fayza seperti itu adalah ekspresi yang selalu dipasangnya jika Pramana hendak berpamitan.


"Aku tidak jauh-jauh, Fay." Hideo mencium kening Fayza lalu keluar bersama keluarga wanita itu.


Di dalam kamar hanya ada Hoshi dan Bima yang memandangi Fayza.


"Wah Arka mau punya adik lagi nih" kekeh Bima sambil melihat perut buncit adiknya.


"Iya, adik Arka nanti juga cowok" senyum Fayza. "Umur berapa sekarang Arka ya? Dua tahun ya?"


Bima mengangguk. "Fay, apa kamu tidak ingat makhluk menyebalkan ini?" tunjuk Bima ke Hoshi.


"Apa yang bisa kamu mulai ingat selain aku dan Arka. Apa kamu ingat siapa istriku?" tanya Bima lembut.


Fayza menggeleng lagi. "Aku hanya terbayang wajahnya tapi tidak ingat namanya."


Bima mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Arimbi. "Ini istriku, namanya Jeng Arimbi, sepupu kamu."


"Aku berapa bersaudara?"


"Dua. Kakakmu bernama Freya, sudah menikah dengan Haris Lexington dan punya anak kembar perempuan bernama Gemini dan Gemintang. Freya hobinya cari hantu tapi Haris takut hantu" kekeh Bima.


"Hantu?" bisik Fayza. "Beneran hantu?"


"Yup. Apa kamu ingat ada kejadian Freya dimarahi opa Jeremy saat main ke..."


"Kastil McCloud!" seru Fayza. "Aku ingat saat itu ada perempuan berambut blonde kena marah pria paruh baya..."


"Ini Freya" Hoshi menunjukkan ponselnya. "Dan ini opa Jeremy" sambung Bima yang melakukan hal yang sama dengan Hoshi.


Fayza menatap ponsel kedua pria itu bergantian. "Iya, ini orangnya" ucapnya sambil menunjuk foto Elang.

__ADS_1


Hoshi dan Bima saling berpandangan. Setidaknya sedikit demi sedikit ingatannya mulai muncul.


***


Di ruangan lain


Ashley, Aidan dan Arjuna berada di satu ruangan dengan Hideo yang didampingi oleh Jin Kawashima. Tiga pria berusia 50an itu menatap tajam ke arah pria berdarah Korea Jepang itu, sebenarnya Ashley lah yang paling galak menatap Hideo.


Rajendra dan Pandu memberikan kesempatan bagi para orang tua bersama dengan Hideo dengan meninggalkan mereka di sebuah ruang kerja. Kedua saudara ipar itu pun memutuskan turun ke lantai satu untuk membantu saudara mereka yang lain membereskan kekacauan disana.


"Well, bagaimana penjelasan kamu?" tanya Ashley ke arah pria yang menjadi menantunya, menantu durjana dan terpaksa.


"Seperti yang saya bilang, saya adalah suaminya Fayza yang sah dengan hukum pernikahan Korea Selatan dan apakah saya salah jika membawa kembali istri saya?" Hideo menatap tenang ke Ashley.


"Kamu bukan suaminya!" desis Ashley marah.


Hideo mengambil sebuah map dari dalam laci mejanya dan meletakkannya diatas meja. "Lalu ini apa? Apa bukti bahwa saya dan Fayza sudah menikah secara resmi masih anda ragukan? Saya yakin sebenarnya anda tahu bahwa saya menikah resmi dan pasti anda sudah berhasil mendapatkan copy sertifikat yang memang ada di catatan sipil." Hideo tersenyum smirk. "Saya tahu pria bernama Bryan Smith sudah membongkar semua dokumen saya yang tercatat resmi di negara."


"Brengsek!" semua orang mendengar umpatan Bryan.


"Jika memang kamu memiliki dendam ke keluarga Akandra, kenapa kamu membuat Fayza seperti itu?" tanya Arjuna.


Hideo menatap tajam ke arah pria tinggi itu. "Membuat Fayza seperti itu? Hamil maksudnya? Wajar kan kami sudah menikah resmi untuk berhubungan sek..."


BUGH!


Ashley merasa tidak tahan langsung menghajar Hideo hingga terjatuh. Jin yang hendak menolong bossnya mendapatkan tatapan tajam dari Arjuna dan Aidan, akhirnya memilih untuk diam di tempatnya.


Hideo yang terjatuh lalu berusaha bangkit dan mengusap bibirnya yang berdarah. Ketika dirinya masih dalam posisi hendak bangun, sebuah pistol ditodongkan di dahinya.


"Beraninya kamu! Apa salah anak saya sama kamu!" Ashley Sky menodongkan pistolnya ke dahi Hideo Kojima Park.



***


Yuhuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2