
Beraninya kamu! Apa salah anak saya sama kamu!" Ashley Sky menodongkan pistolnya ke dahi Hideo Kojima Park.
"Silahkan bunuh saya!" Hideo menatap pria bermata biru itu dengan tatapan dingin. "Asal anda tahu, saya lebih menyesal karena saya membawa Fayza di kehidupan saya!"
"Kenapa?"
"Karena saya jatuh cinta padanya!" jawab Hideo tegas bahkan nyaris berteriak. Dirinya sudah tidak peduli nyawanya harus hilang di tangan ayah mertuanya.
"Ash!" Suara Arjuna membuat Ashley bergeming. "Ingat janji kita ke Fumiko Kojima."
Hideo terkejut mendengar nama Okaasan nya disebut. "Apa hubungannya Okaasan ku dengan kalian semua?"
"Watashitachi wa anata o korosanai koto o anata no okāsan ni yakusoku shimasu ( kita semua berjanji pada ibumu untuk tidak membunuh mu )" ucap Aidan dingin.
"Haha ga anata ni atta toki ( kapan ibuku bertemu kalian )?" tanya Hideo dengan memicingkan matanya ke Aidan dan Arjuna.
"Anata no okāsan wa watashitachi ni denwa shite sono yōkyū o motomemasu ( Ibumu yang menelpon ke kami dan memintakan hal itu)" sambung Arjuna.
"Dangsin-eun geojismal ( Kalian berbohong )!" bentak Hideo.
"Dangsin-i ulileul midji anh-eumyeon dangsin-i jigjeob geunyeoleul hochulhal su issseubnida ( Kamu bisa telpon sendiri kalau tidak percaya pada kami )!" balas Aidan judes.
"Sejak kapan kamu belajar bahasa Korea?" bisik Arjuna ke Aidan.
"Sejak Thara hamil dan hobi nonton drama Korea." Aidan menjawab pertanyaan sepupunya sambil manyun.
Arjuna tersenyum tipis.
Jin pun segera menghubungi Fumiko Kojima dan segera memberikan ke Hideo setelah terdapat nada sambung.
"Apa boleh aku menelpon okāsan ku dulu?" tanya Hideo tanpa mengalihkan pandangannya ke Ashley.
"Speaker!" perintah Ashley.
Hideo menyalakan loud speaker dan menunggu sang ibu mengangkatnya. Tokyo sendiri sudah pukul enam pagi karena lebih dulu tujuh jam daripada Turin.
"Ohayo, sayang."
"Ohayo okāsan."
"Syukurlah kamu masih hidup. Bagaimana keadaan mu?" tanya Fumiko terdengar sangat cemas.
"Dihajar Mr Ashley Sky" jawab Hideo apa adanya membuat Ashley menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
Jujur kali ini bocah!
"Kan okāsan sudah bilang jangan mencari gara-gara. Dendam kamu itu sudah basi! Hanya kehaluan nenek Sadako yang harusnya tetap mati dalam sumur gak perlu nongol lagi, tidak terima Opa buyutmu tewas!" ucap Fumiko kesal.
Arjuna dan Aidan saling berpandangan. Emangnya film horor Ringu?
"Selesaikan masalah kalian baik-baik. Hemat okāsan, kamu lepaskan Silver Shinning ke Lee Chan atau Hyong-wa atau Jae-Hee. Kamu pindah ke Tokyo, pegang bisnis okāsan. Jika memang ayah Fayza tidak merestui kamu, terima karena disini kamu yang salah, Hide."
Hideo hanya terdiam mendengar ucapan Fumiko. "Aku tidak akan melepaskan Fayza, okāsan. For God's sake! Dia lagi hamil anakku!"
"Tapi kamu caranya salah Hide! Kalau nanti kamu punya anak perempuan, kamu akan merasakan apa yang Mr Ashley Sky rasakan!" bentak Fumiko yang terkadang gemas dengan kopeghnya Hideo. Heran ! Nurun si parky park beneran deh anakku satu itu !
Hideo memasang wajah datar mendengarkan Omelan ibunya.
"Satu pesan Okāsan. Buang semua dendam tidak jelas itu! Sudah lewat, Hide! Keturunan Hyun-ji juga tidak tertarik dengan klan mafiamu. Soal tanah Itaewon, lepaskan. Pikirkan baik-baik!" Fumiko menutup panggilannya.
Arjuna dan Aidan hanya tersenyum tipis. Dimana - mana istri mafia memang jauh lebih galak.
***
"Apa lagi yang kamu ingat Fay?" tanya Hoshi yang saat ini masih duduk bersama dengan Fayza dan Bima.
"Tolong kalian ceritakan apa sebenarnya yang terjadi karena Hideo bilang aku dan dia menikah di Las Vegas dan aku hendak kabur dan..."
"Berbohong? Lalu pernikahan aku dan Hideo?" tanya Fayza bingung.
"Pernikahan kalian resmi menurut hukum Korea Selatan tapi yang jadi permasalahan adalah kalian menikah tanpa ijab qobul" ucap Bima.
"Ijab qobul? Memang agama aku apa?" tanya Fayza bingung.
"Kau bahkan tidak ingat agama mu?" tanya Hoshi yang dijawab dengan gelengan.
"Kamu itu beragama Islam, Fay. Jadi secara agama kalian itu tidak sah." Bima menatap Fayza serius.
"Dan lagipula, kalian menikah tanpa restu dari orang tua mempelai perempuan. Kamu tahu kan bagaimana rasanya Oom Ashley mendengarnya. Memang semua kesalahan Hideo tapi kami semua sepakat untuk menyerahkan keputusan di tangan kamu. Jika memang kamu masih mau menerima Hideo, maka si mafia kampret itu harus menjadi mualaf dan membuktikan pada kami semua bahwa dia memang pantas masuk ke keluarga kita. Namun kalau kamu memang memutuskan untuk berpisah, kami semua pun akan mendukung." Hoshi merangkul bahu adiknya.
Fayza tampak tepekur mendengar penjelasan pria cantik di sebelahnya.
"Kalian bilang aku dulu punya tunangan?" tanya Fayza.
"Iya, namanya Pramana Dewanto, adiknya mas Pandu, pria yang tadi datang bersama dengan Oom Arjuna." Bima menatap Fayza sedih. "Saat kecelakaan, Pram tidak selamat. Oom Marco dan Oom Mario yang menemukan jenazahnya di banyak kantung jenazah."
"Ya Allah..." Fayza mulai menangis. "Mas Bima, bawa aku pulang. Aku ingin istirahat. Kepalaku sakit."
__ADS_1
"Mobilnya sudah siap, Bim. Bawa Fayza pulang ke villa, biarkan dia istirahat disana." Emi Takara Bianchi datang ke lantai dua
Fayza beringsut ke belakang punggung Bima.
"Jangan takut, itu mbak Emi, istrinya bang Luca. Mukanya saja judes tapi hatinya memang judes. Maklum putri Yakuza" bisik Bima dengan tersenyum.
"Sembarangan bilang hatiku judes! Dasar Bimasena!" hardik Emi sambil menghampiri Bima dan menjewer telinga adik iparnya.
"Aduuuhh duh duh! Ya Allah, jarang ketemu tapi sekalinya ketemu main jewer ih!" protes Bima sambil mengusap-usap telinganya.
Ada yang manyun dijewer
"Pulang mas" bisik Fayza yang tidak mau melepaskan cengkeramannya ke jaket kulit Bima.
"Ayo." Bima membantu Fayza berdiri dan keduanya berjalan menuju tangga ke lantai satu dan betapa terkejutnya Fayza melihat banyak orang di bawah.
"Fayza!" seru kakak-kakak sepupunya yang menatap haru adiknya masih hidup.
"Guys, aku bawa pulang Fayza ke villa dulu. Biar beristirahat disana. Kan kalian tahu sendiri kalau sidang mertua dan menantu itu bakalan lama apalagi menantu model Hideo dengan ayah mertua model Oom Ashley" ucap Bima sambil nyengir.
"Lu tuh bisa nggak sih kasih penjelasan yang enak gitu?" sungut Joey kesal. Pria berdarah Italia itu masih menghadapi pihak kepolisian namun jengkel mendengar celoteh adik sepupu iparnya.
"Lho memang..."
"Sudah sudah! Ayo pulang dulu!" potong Hoshi sambil mendahului Bima dan Fayza menuju mobil yang sudah diantar oleh pengawal Bianchi.
"Yes! Maserati!" Seru Hoshi namun sejurus kemudian, dia memasang earpiece nya lagi. "Bang Luca! Ini kenapa Maserati nya si Ghibli sih? Mana MC20 nya?"
"Cerewet! Yang penting kan Maserati! Sudah antar Fayza pulang!" hardik Luca jengkel dengan protes adiknya satu itu.
"Hadddeeehhh!" Hoshi membuka pintu mobilnya dan membantu Fayza masuk ke kursi belakang. Dan setelahnya mereka bertiga kembali ke villa Bianchi.
***
Yuhuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️