
Fayza dan Hideo tertegun ketika mendengar penjelasan Ashley dan Levi tentang Park Jung-Min yang mengalami karma dari perbuatannya.
"Meskipun aku tidak menyukai sepupu aku itu tapi mendengar dirinya mengalami akan hal itu, aku kasihan juga" ucap Hideo. "Karena aku tahu pasti dia tidak bisa seperti dulu lagi."
"You're right. Karena sarafnya juga pasti kena akibat zat adiktif yang dijadikan satu oleh Yoo-ra. Dan kita juga tidak bisa menuntut mereka atas kejahatannya." Levi menatap ke arah keponakannya.
"Yoo-ra sudah tewas, Jung-Min juga dalam kondisi seperti itu. Apa yang bisa kita tuntut?" sahut Fayza.
Hideo mengusap bahu istrinya dan mencium keningnya. "Sudah selesai Fay."
"Kalian sudah bisa tenang sekarang dan kata Seira dan Nieva, kalian bisa pulang besok" ucap Ashley.
"Alhamdulillah, aku sudah kangen tinggal di apartemen" senyum Fayza.
"Rencana kalian akan kembali ke Tokyo kapan?" tanya Levi.
"Ijab qobul dulu! Kamu kira kamu akan seenaknya saja pergi membawa Fayza dan Shinichi tanpa ijab qobul? Jangan harap ya!" pendelik Ashley ke Hideo.
Hideo menatap Ashley dengan tenang. "Baik, Mr Sky."
Levi hanya menggelengkan kepalanya. "Oh Astagaaa!"
***
Hideo menemani Fayza yang sedang memberikan ASI untuk Shinichi sebelum tidur dan dibawa ke kamar bayi lagi. Mai dibebaskan dengan jaminan dan sudah mengawal Fayza lagi.
"Dia semakin besar ya sepertinya" gumam Hideo ambigu.
"Iya, Shinichi semakin besar" senyum Fayza meskipun putranya baru berusia empat hari tapi tampak besar dari saat dilahirkan. Apa perasaan aku ya?
"Maksud aku itu, dadamu yang semakin besar" kekeh Hideo tanpa beban.
Fayza mendelik. "Kamu tuh!"
"Lho tapi benar lho Fay, punyamu semakin besar" balas Hideo dengan wajah polos.
"Kamu nyebelin! Ya jelas dadaku tambah besar kan isinya makanannya Shinichi!" Fayza memanyunkan bibirnya.
Shinichi melepaskan bibirnya dari sumber makanannya dan tampak tertidur lelap. Fayza menatap penuh sayang dan cinta kepada putranya.
"Anaknya mommy, dari kamu dalam perut mommy, sudah banyak peristiwa ya. Mommy dipaksa nikah dengan Appa mu, kamu hadir dalam kehidupan kami berdua. Dan tahu kah kamu, pada saat mommy hamil kamu trisemester pertama, yang muntah-muntah, yang pusing adalah Appa mu dan mommy tidak merasakan yang namanya morning sick. Kata orang, jika Appa mu yang merasakan seperti itu, berarti Appamu sangat mencintai mommy."
Hideo tersenyum lalu mencium pucuk kepala istrinya. Keduanya memang berada diatas tempat tidur dengan posisi Hideo memeluk Fayza di sebelahnya dan istrinya menggendong putranya.
"Mommy baru tahu kalau selama ini mommy dibohongi Appamu dan ternyata mommy masih punya keluarga. Kamu tahu, semua keluarga mommy datang ke Turin untuk membawa mommy pulang dan meninggalkan Appa untuk tinggal bersama Opa dan Oma. Terus Appamu datang menyusul kita tapi mommy merasa kecewa dengan Appamu dan mommy ingin berpisah. Tapi Appamu membuktikan bahwa dia benar-benar mencintai kita, Ichi."
"Aku benar-benar mencintaimu, Fay. Mencintaimu dan Shinichi. Aku tidak sanggup membayangkan kita harus berpisah." Hideo semakin erat memeluk Fayza.
Fayza meletakkan kepalanya di dada Hideo. "Kamu tahu Shinichi, kamu adalah keturunan Sky, Arata dan Park. Tiga nama Opamu itu adalah nama orang-orang yang kuat dan mommy berharap kamu akan menjadi orang yang kuat dalam agama, kepribadian dan prinsip hidup. Mommy dan Appa tidak akan memaksa kamu ingin menjadi apa besar nanti tapi mommy harap, janganlah mengikuti jejak Appamu dan Opamu yang mafia dan Yakuza itu."
"Yakuza?" Hideo menatap istrinya.
__ADS_1
"Kamu kira mama tidak akan menikah dengan Oom Takeshi? Lihat saja Oom Takeshi macam anak ABG jatuh cinta begitu?" kekeh Fayza.
"Dang it! Aku lupa. Terus kapan dua orang tidak ingat umur itu akan menikah?"
"Kata mama kalau kita sudah kembali ke Tokyo, mereka akan melakukan pernikahan." Fayza menatap Shinichi yang tidurnya dengan mulut terbuka. Jari Fayza dengan lembut menaikkan dagu putranya agar mulutnya menutup.
"Shinichi benar-benar anak yang tabah ya." Hideo mengusap pipi putranya dengan jarinya
"Dia akan jadi anak kuat seperti Appa dan Opanya." Fayza mencium kening Shinichi.
"Kamu ingin kembali ke rumah Jeju?" tawar Hideo.
"Sebenarnya aku lebih suka pulang ke rumah Jeju tapi nanti kamu ditarik ke Silver Shinning lagi" senyum Fayza.
"Gimana kalau pas ada liburan, kita ke rumah Jeju. Hari-hari kita di Tokyo tapi kalau ada kesempatan libur lama, kita ke Jeju. Mau?"
Fayza mengangguk. "Aku mau."
***
Dua Minggu kemudian, Hideo dan Fayza mengadakan ijab qobul di Manhattan Mosque dengan disaksikan para keluarga yang tinggal di New York. Ijab qobul sederhana itu tetap saja membuat Ashley menangis karena akhirnya dirinya bisa menikahkan putri bungsunya meskipun mereka sudah menikah resmi secara hukum.
"Alhamdulillah, kalian sudah sah secara agama dan hukum" senyum Freya yang datang bersama Haris dan dua putrinya, Gemini dan Gemintang yang mirip dengan daddynya.
"Kalian akan tinggal dimana?" tanya Kristal.
"Kami akan tinggal di Tokyo tapi jika ada waktu libur, akan ke rumah Jeju karena itu rumah kenangan kami" senyum Fayza sambil menggendong Shinichi.
"Katanya sih begitu. Oom Takeshi sudah heboh sendiri" kekeh Fayza.
***
"Akhirnya kamu bisa manggil Ashley Daddy, Hideo" ledek Joey. "Kan udah ijab qobul."
"Iya bang." Hideo tiba-tiba memeluk Joey. "Terimakasih bang buat semuanya."
"Hei, kamu kalau mau berterimakasih, ngomong di grup." Joey melepaskan pelukan Hideo.
"Grup? Grup apa?"
"Grup chat lah!" timpal Haris. "Karena kamu sudah resmi masuk ke keluarga Fayza, jadi sudah boleh masuk ke grup durjana." .
"Hah? Memang isinya apa?" tanya Hideo bingung.
"Nanti kamu akan tahu sendiri" seringai Joey.
***
Ashley dan Takeshi serta Levi, asyik mengobrol usai acara ijab dan kedua sepupu ipar itu menggoda besan Marco Bianchi tersebut.
"Yakin kamu akan nikah bulan depan? Sudah persiapan? Pil biru sudah siap?" ledek Ashley.
__ADS_1
"Dibilang aku tidak butuh viagra, Ashley!" sungut Takeshi.
"Tapi kan kamu sudah lama puasa, T. Yakin masih bagus onderdilnya?" ledek Levi durjana.
"Kalian berdua memang brengsek! Gini-gini selalu diasah tahu!" sungut Takeshi kesal.
"Apanya yang diasah?" Suara Fumiko membuat ketiga pria itu menoleh.
"Katananya Takeshi" jawab Ashley ambigu.
"Hah? Kamu mau bunuh orang?" tanya Fumiko terkejut.
"Iya! Bunuh dua durjana ini!" Takeshi menunjuk ke arah Ashley dan Levi.
"Astagaaa! Takeshi!" hardik Fumiko judes.
"Habis mereka tidak percaya kalau katanaku masih berfungsi dengan baik" adu Takeshi.
Fumiko melongo dan sejurus kemudian wanita itu tertawa terbahak-bahak. "Astagaaa... pria yaaa!"
Takeshi tampak memerah wajahnya.
"Tenang saja Takeshi, kalau sudah menikah, kita buktikan" goda Fumiko yang langsung disambut tawa Ashley dan Levi.
"Daddymu, Oom Levi, okāsan dan Oom Takeshi kenapa?" tanya Hideo sambil menghampiri istri dan anaknya.
"Biasa, paling saling rusuh tidak jelas" senyum Fayza.
"Terimakasih sayang, terimakasih mau menikah denganku meskipun terpaksa, terimakasih kita tidak jadi berpisah dan terimakasih atas semua cinta dan kasihmu padaku." Hideo mencium kening Fayza. "Saranghae, Fayza Minara Sky Park."
"Love you too Hideo Kojima Park." Hideo pun mencium bibir Fayza.
"Astaghfirullah! Kalian berdua! Ini tuh masih di dalam mesjid!" teriak Kristal.
Hideo dan Fayza hanya tersenyum sambil memeluk dan Shinichi pun masih terlelap dalam gendongan mommynya.
*** END ***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Fayza n Hideo End ya guys. Tapi masih ada beberapa novel yang on going kok.
Terimakasih atas semua dukungannya di cerita Fayza dan Hideo.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Insyaallah bulan depan giliran generasi ke enam klan Pratomo.
__ADS_1