
*Kalau ditanya perbedaan Maserati Ghibli dengan Maserati MC20 adalah Ghibli memang dibuat empat pintu, sedangkan MC20 adalah Supercar dengan pintu keatas dan hanya 2 seat*
Ini mobil yang diminta Hoshi ke Bianchis
***
Arjuna dan Aidan mendengar laporan dari Anarghya bahwa Rama dan Ayrton sudah dibawa ke hospital Amadeo di Savioa yang segera mengadakan tindakan untuk keduanya.
Keduanya melihat bagaimana Ashley dan Hideo masih saling berpandangan dengan dingn seolah memindai kekuatan dan kelemahan masing-masing.
"Gue yakin, pasti mereka bakalan gelut" bisik Arjuna.
"Kalau jadi, sayang aku tidak mempersiapkan pop corn terlebih dahulu" balas Aidan.
Kedua ayah dua putra yang tampan - tampan itu menahan nafas saat Hideo menepis pistol yang dipegang Ashley hingga terjatuh lalu menendang pistol itu hingga menjauh. Setelahnya dengan secepat kilat, Hideo mengambil pistolnya dan berbalik dirinya yang menodongkannya ke Ashley.
"Whoah!" Arjuna dan Aidan melongo betapa cepatnya gerakan Hideo.
"Apa kamu berani menembak saya, Hideo?" tanya Ashley dengan wajah dingin.
Daddy Ashley Sky
"Jika perlu!" balas Hideo dingin. "Apalagi jika saya tidak diijinkan menemui Fayza."
"Fayza sudah dibawa oleh kakak-kakaknya" jawab Ashley sama dinginnya. "Kami akan merawat Fayza sampai mengingat semuanya karena dia sudah mengingat sedikit demi sedikit. Dan kamu, dilarang keras menemuinya! Saya tidak perduli kalau anak yang dikandung Fayza adalah anak kamu, karena bagi saya, kamu bukan menantu saya!"
Tangan Hideo gemetar memegang pistol itu dan tampak jelas dirinya menahan emosi dan marah yang mencapai ubun-ubun.
"Suka atau tidak suka Mr Sky, saya adalah menantu sah anda! Anda mau mengajukan pembatalan pernikahan, tidak akan bisa karena yang berhak mengajukan adalah saya atau Fayza. Dan usia kami sudah dewasa bukan anak remaja! Hakim manapun tidak akan menyetujuinya karena Fayza, syukurlah, bukan wanita berkebutuhan khusus! Jika pun kami harus berpisah, itu karena keputusan Fayza, bukan intervensi anda atau keluarga Anda sekalipun!" Hideo mengucapkan kalimat terakhir dengan nada bergetar.
"Suka atau tidak suka Mr Sky, saya mencintai putri anda! Dan saya berhutang maaf padanya karena saya sudah menyakiti dirinya. Tapi saya mohon jangan pisahkan karena keinginan anda tapi saya ingin mendengar sendiri dari mulut Fayza!" Emosi Hideo tampak sudah mencapai puncaknya.
Ashley, Arjuna dan Aidan melihat bagaimana mata Hideo berkaca-kaca, tampak pria itu sangat mencintai Fayza sampai untuk berkata 'perpisahan' dengan Fayza seperti tidak ikhlas.
"Boss" bisik Jin Kawashima yang pelan-pelan memegang tangan Hideo yang gemetar. "Biarkan nyonya bersama keluarganya dulu."
__ADS_1
"Tapi Jin..." Hideo melirik ke arah asistennya.
"Emosi anda yang akan merusak semuanya. Pikirkan tentang nyonya, pikirkan tentang si boy di dalam kandungan." Jin memegang tangan Hdieo yang masih memegang pistol. "Anda tidak mau kan nyonya Fayza akan membenci anda seumur hidup karena melukai ayahnya."
Hideo tampak lelah luar biasa akibat emosinya yang bercampur aduk, akhirnya menyerah kepada Jin yang mengambil pistolnya dan membawa bossnya untuk duduk di kursi kebesarannya.
Jin Kawashima, sang asisten loyal
Pria bertubuh gempal itu kemudian menyimpan pistol milik Hideo untuk ditaruh di belakang pinggangnya lalu menatap ke ketiga pria di hadapannya.
"Gentlemen, tampaknya pembicaraan ini tidak akan menemukan titik temu jika sama-sama emosi. Saya minta anda semua keluar dari ruangan ini karena saya tidak mau adanya pertumpahan darah meskipun sudah terjadi." Jin mengangguk kepada Ashley, Aidan dan Arjuna. "Kami akan membantu membereskan semuanya tapi untuk sementara anda semua saya minta keluar dulu."
Ketiga anggota keluarga Pratomo pun memilih keluar dari ruang kerja meninggalkan Hideo yang menutup wajahnya dan Jin yang setia menemani bossnya.
***
"Perasaan Hideo ke Fayza itu tidak berbohong, Ash. Kita semua tahu bagaimana rasanya mencintai seorang wanita sedemikian rupa. Dan wajahnya sangat tidak ikhlas jika harus berpisah dengan Fayza." Arjuna menatap mantan asistennya yang menjadi sepupu iparnya. "Kamu mengalami kan dengan Kristal? Nyesek bukan?"
"Kita semua pernah mengalami Ash meskipun dengan situasi yang berbeda tapi kejadian yang sama. Jatuh cinta teramat dalam" sambung Aidan.
"Dih, diingat-ingat!" cebik Aidan.
"Iyalah! Wajib itu!" kekeh Arjuna.
"Eeerrr, Dad. Apakah kalian sadar earpiece kalian masih terpasang dan semua orang bisa mendengar?" suara Rajendra terdengar di earpiece Arjuna dan Aidan.
"Astaghfirullah!"
***
Jin membiarkan bossnya melampiaskan emosinya dengan menangis. Hideo terakhir menangis adalah saat ayahnya meninggal dan setelahnya dia tidak pernah menangis lagi. Kini dia menangis karena akan kehilangan wanita yang dicintainya.
Bagi Hideo, dia tidak peduli menghadapi keluarga besar Fayza tapi jika mendengar istrinya memintanya untuk berpisah, sangat menyakitkan.
"Boss, polisi sudah berada di bawah. Dan semua anggota Silver Shinning yang terluka sudah diurus semua oleh keluarga nyonya."
Hideo mengangkat wajahnya. "Dimana Lee Chan, Hyong-wa dan Jae-Hee?"
"Mereka di bawah Boss. Masih diinterogasi pihak polizia."
__ADS_1
"Siapa saja yang tertembak?"
"Dari kita ada enam orang yang tertembak di tempat tidak mematikan sedangkan dari pihak keluarga nyonya, ada tuan Rama dan Emir Ayrton."
"Emir?" Hideo menatap Jin. "Maksudmu pangeran?"
"Yes boss. Ayrton Schumacher adalah keturunan Al Jordan, Emir kelima setelah Senna, Kai, Reyhan dan Enzo Al Jordan."
Damn!
***
Polizia de Turin akhirnya menginterogasi Hideo dengan didampingi Jin yang sudah mempelajari semua hukum di Italia. Pihak kepolisian pun meminta agar semua orang disana untuk kembali ke negara masing-masing untuk menghindari masalah internasional.
Namun kasus gegeran ini sampai juga ke Kedubes Korea Selatan dan Kedubes Jepang karena beberapa anggota keluarga Pratomo memegang paspor Jepang seperti Javier Arata, Emi Takara, Levi Reeves dan Hoshi Reeves terlibat dalam kejadian itu.
Empat nama besar itupun menjadi kericuhan internasional karena sebagai anggota keluarga Pratomo yang berseteru dengan klan mafia terkenal di Korea Selatan. Javier Arata didampingi oleh James Blair pun menyanggupi pertemuan dengan pemimpin dua kedutaan besar itu bersama dengan Hideo Kojima Park yang didampingi oleh Jin, ketiga pengawalnya dan pengacara yang disewanya.
Pertemuan dua klan yang berseteru itu dilaksanakan di Roma, Italia, seminggu usai peristiwa di Turin. Javier yang datang terlebih dahulu didampingi oleh Hoshi, James, Levi, Emi Astuti dan Ashley sendiri melihat bagaimana Hideo tampak jauh lebih kurus dari terakhir mereka lihat seminggu sebelumnya.
Sebagian besar anggota keluarga sudah kembali ke negara masing-masing dan di villa tinggal Kristal, Valora, Agatha, Raymond, Bima, The Bianchis dan Bagas yang masih mengurus urusan bisnisnya dengan Juventus.
Dua duta besar dari masing-masing kedutaan Korea Selatan dan Jepang sudah masuk ke dalam ruangan pertemuan yang disiapkan oleh pemerintah Italia di sebuah gedung parlemen.
"Apakah itu yang bernama Hideo mbak?" bisik Astuti ke Emi.
"Iya, Tuti. Kenapa?" tanya Emi ke wanita manis di sebelahnya.
"Tidak apa-apa." Mata hitam Astuti tidak berhenti memindai Hideo. Gara - gara kamu, suamiku tertembak. Meskipun hanya betis kan tetap saja kena tembak!
***
Yuhuuuu Up Pagi menjelang Siang ( Bruch )
Maaf terlambat
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1