Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Bagas Di Turin


__ADS_3

Entah nasib, karma atau kutukan, Hoshi harus satu kamar dengan Bima yang membuat keduanya protes keras.


"Yang benar saja bang! Gue satu kamar sama DIA?" hardik Hoshi ke Joey yang hanya menatap sepupu bon cabe nya dengan tenang.


"Gue OGAH satu kamar sama muka cewek!" protes Bima ke Luca.


"Kalian masuk kamar! SEKARANG!" Bentak Abi kesal. "Udah punya anak kelakuan masih macam jaman SMA!" Melihat Hoshi dan Bima masih saling berpandangan dengan judes, seketika membuat Luca dan Joey terbayang dua tokoh One Piece.


"Kenapa gue kebayang Sanji dan Zoro ya sedangkan Abi jadi Nami" gumam Joey yang diikuti tawa Luca tapi pendelik Abi.



"Apa lu bilang?" pelotot Abi ke kedua sepupunya yang tidak berbeda jauh usianya.


"Udah, kita istirahat yuk!" elak Luca yang langsung ngeloyor bersama Joey.


***


Turin, Next Morning


Hideo menatap layar monitor yang menunjukkan empat buah bis mini yang kemudian tampak keluarga Fayza turun dari sana. Wajah pria itu berubah menjadi dingin dan tersenyum smirk.


"Halo, ayah mertua" ucapnya saat melihat Ashley Sky turun bersama dengan Javier Arata dan Raymond Ruiz.


"Bagaimana mereka tahu boss?" tanya Jin ke Hoshi yang duduk di ruang monitor.


"Kita terlalu meremehkan mereka, Jin. Suruh anak-anak siapkan senjata karena aku yakin mereka juga sudah mempersiapkan semuanya." Hideo menatap rumah dua lantai di monitor.


"Sayang, ayo sarapan" panggil Fayza membuat Hideo dan Jin saling berpandangan.


"Jangan sampai Fayza tahu." Hideo menatap tajam ke Jin dan dua anak buahnya yang berada di ruang monitor.


Pria itu lalu keluar dan tersenyum melihat istrinya sudah siap membuatkan sarapan. "Mari sarapan."


***


"Jadi ini hasil drone kemarin yang dilepaskan oleh salah satu penjaga rumah Bianchi?" tanya Javier yang melihat bagaimana Hideo berjalan bersama Fayza sambil bergandengan tangan lalu setelahnya mereka menghilang.


"Tampaknya mereka berjalan di bawah pohon-pohon willow yang menjuntai panjang Opa" jawab Rajendra.


"Iya, itu kelihatan bayangan -bayangan kaki disana." Anarghya berdiri dan menunjukkan di layar monitor tv besar yang ada di ruang tengah.


Kini semua keluarga klan Pratomo sedang berada di ruang tengah yang sangat luas hingga bisa menampung semua.


"Kita langsung ke lokasi? Main serbu hajar bleh?" tanya Anandhita sambil membersihkan PPK nya.

__ADS_1


"Kamu tuh dokter kok sadis sih?" ledek Hoshi.


"Lha habis gemes mas" rengek putri Arya Ramadhan itu.


"Jangan grusah grusuh, Dhit. Mboten pareng" sahut Bima. "Kecuali mas Bima sama mas Hoshi. Sudah cukup kami berdua yang grusah grusuh."


"Gue kagak heran kalau si Arka bakalan bikin gegeran generasi ke enam" sahut Hoshi. "Secara dibanding Bayu, Raveena, Radeva, Luke, Leia, Blaze,V ku, Arka paling rusuh kayak elu!"


"Berarti beneran anak gue dong. Kalau kalem kayak Arimbi, malah entar gue ajarin biar rusuh."


Javier, Raymond dan Ashley hanya saling berpandangan menatap cucu dan keponakannya ribut sendiri.


"Javi, jadi ingat Oom Abi dan Oom Edward ya" bisik Raymond.


"Setidaknya generasi rusuh selalu ada" kekeh Javier.


"Mereka kok sepertinya tidak ada beban ya Pa" ucap Ashley ke Raymond. "Padahal kita akan menyerang markas Silver Shinning."


"Terbiasa berantem jadi bukan hal yang mengejutkan" senyum Raymond.


***


"Dendam tanpa alasan jelas?" Aidan menatap Levi, Bryan, Luca, Emi dan Arjuna. Mereka sedang berada di ruang makan menghindari keributan di ruang tengah.


"Park Kang-dae bertengkar dengan adiknya park Mal-chin bahwa dendam itu harusnya sudah lewat karena Silver Shinning sudah diambil alih oleh keluarga Park. Entah karena doktrin si nenek gayung itu membekas di otak keluarga Park, mereka tetap ingin menghabisi keluarga Opa Joshua tapi lagi-lagi tidak bisa karena sulit mendekati mom dan dad" tambah Emi.


"Sekarang park Mal-chin kemana?" tanya Arjuna.


"Mati setahun lalu karena ditembak saingan Silver Shinning di Busan." Luca menatap ke semua Oomnya.


***


"Jadi aku meminta kalian besok pagi, jangan sampai membunuh Hideo Kojima Park. Pertama, aku sudah berjanji pada ibu Hideo, Fumiko Kojima, akan membawanya hidup-hidup." Luca menatap Ashley. "Jangan ditembak ya Oom Ashley."


"Aku tidak janji, Luc" jawab Ashley dingin.


"Kedua, kita belum tahu apakah Fayza sudah ingat atau belum karena terakhir sebelum Fay diambil lagi oleh Hideo, kondisinya masih amnesia" lanjut Luca.


"Klan Bianchi sudah mempersiapkan rompi anti peluru untuk kita semua lalu Daddy dan Oom Marco sudah menghubungi pemerintah Turin. Intinya, mereka tutup mata untuk segala insiden yang akan terjadi besok. Dan karena semua disini tidak memiliki kewarganegaraan Italia selain aku dan Luca, jadi sebisa mungkin jangan sampai membunuh. Kita lumpuhkan di titik yang membuat mereka tidak bisa bergerak" timpal Joey.


"Kita ada banyak dokter disini, ada Joey, Arga, Anandhita..." suara Luca terhenti ketika ponsel Hoshi berbunyi.


"Sorry." Hoshi mengambil ponselnya dan mengernyitkan dahinya. "Bagas?" Segera tombol hijau ponselnya digeser. "Assalamualaikum Oom pedofil."


Semua orang disana hanya melengos mendengar panggilan khusus Hoshi ke Bagas, suami Safira.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam. Kalian ngapain di Turin?" tanya Bagas.


"Merebut Fayza kembali."


"Berikan alamat mu!"


"Ngapain Gas?"


"Aku sekarang berada di Turin, baru saja bertemu dengan petinggi Juventus. Kasih share lokasinya! Aku akan kesana! Assalamualaikum." Bagas mematikan panggilannya membuat Hoshi menatap bingung ke ponselnya.


"Ini si Oom meshum ngapain mau kesini ya?" Hoshi menatap ke seluruh anggota keluarganya.


***


Satu jam kemudian Bagas datang dengan mobil Fiat yang disewanya. Semua keluarga menyambutnya hangat dan mengucapkan selamat karena Safira sedang hamil sekarang.


"Akhirnya Oom meshum mau punya anak juga nih" ledek Hoshi.


"Iyalah. Nunggu hampir dua tahun baru dikasih. Kan biar Fira selesai kuliah dulu" jawab Bagas. "Lho kalian tahu dari siapa?"


"Oom Nathan lah laporan di grup kalau Safira sedang hamil dua bulan" ucap Rama.


"Lha elu ngapain ke Turin? Ke markas Juventus juga?" tanya Rajendra.


"Oh, bank aku mengajukan kerjasama ke Juventus biar go Europe."


"Kenapa nggak Manchester United?" tanya Joey. "Kan ada Tristan Neville disana."


Bagas nyengir. "Kalian tuh gimana? Saham Manchester United sudah dibeli 49% oleh keluarga Neville per tanggal 1 Juli kemarin. Makanya aku tidak jadi investasi kesana."


"HAAAAHH?"


***


Er soal Man Utd n Juve, cuma halunya gue aja ya jangan diambil hati. 🤣🤣🤣


Yuhuuuu Up Sore Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Siap-siap mau gegeran

__ADS_1


__ADS_2