Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Kontrol Rutin


__ADS_3

Fayza dan Hideo kini sudah berada di ruang periksa dokter obgyn mereka. Ini adalah kali kedua Fayza bertemu dengan dokter obgyn bernama Nieva Cruz yang merupakan putri dokter Juan Cruz yang membantu kelahiran Arjuna McCloud ( baca Elang Untuk Rain chapter Love You. ).


"Wah Fayza, akhirnya bersama daddynya si boy ya setelah kemarin bersama mama dan papa" senyum Dokter Nieva. "Apa kabar Arjuna dan Sekar?"


"Oom Juna dan Tante Sekar baik-baik saja di London, Tante Nieva. Tante dengan Oom Hideaki Akihiro gimana kabarnya?"


"Alhamdulillah baik." Dokter Nieva tersenyum. Putri dokter Juan Cruz itu memang seorang mualaf ketika bertemu dengan pengusaha asal Jepang yang beragama Islam. "Sayang ya anaknya Juna cowok semua. Aku ingin lho jodohkan si Haruto dengan anaknya Juna tadinya kalau anaknya cewek" kekeh Nieva.


"Ih Tante, mentang-mentang dulu dijodohin Opa Juan ke Opa Jeremy tapi Opa Jeremy tidak mau, sekarang malah ke anak deh main jodoh-jodohin." Fayza terbahak sedangkan Hideo hanya tersenyum mendengar ucapan dokter berdarah Spanyol itu.


"Iya lho Fay, Tante lebih ayem jika anak atau cucu Tante berpasangan dengan keluarga kalian. Entah kenapa kalian itu bukan tipe keluarga kaya yang brengsek."


"Brengsek kalau lagi kumpul keluarga saja Dokter Nieva. Sadis kalau sudah julid dan bertengkar antara anggota keluarga" senyum Hideo.


"Bukankah itu seru?" gelak Dokter Nieva. "Aku sempat ada simposium bersama Gendhis, Rani dan Seira Hayami plus Nathan dan Fuji. Ya ampun, kalian ya kalau sudah kumpul."


"Begitulah Tante" cengir Fayza.


"Sayang cucu Tante cowok dan anak kamu juga cowok. Kamu punya keponakan cewek nggak?" tanya Dokter Nieva.


"Ya Allah Tante, serius pengen besanan dengan salah satu keluarga kami?" Fayza menatap geli ke dokter yang seumuran dengan Arjuna.


"Anaknya Haruto cowok. Kan tahu sendirilah anak Tante cuma satu, si Haruto dan sudah menikah dengan Megumi Hayashi. Eh, cucu Tante keluarnya juga cowok, Romeo Akihiro. Tante kan pusing mendengar anaknya Rajendra, Dira lebih tua dari Romeo."


Fayza dan Hideo hanya saling berpandangan. "Masalahnya Tante, keponakan aku yang cewek-cewek itu memang lebih tua dari Romeo. Eh Romeo itu seumuran V ya?"


"V? Siapa itu?"


"Valentino Reeves anaknya mas Hoshi Reeves."


"Oh cucunya Levi?" ucap Dokter Nieva.


"Iya. Romeo setahunan kan Tante usianya?"


"Iya, Romeo setahun umurnya. Ayo dong Fay, siapa keponakan cewek kamu yang seumuran Romeo?" rengek dokter Nieva.


"Nggak ada Tante. Keponakan cewek aku tuh Leia, Dira, Blaze, Zinnia dan mereka lebih tua semua dari Romeo tapi yang dalam perut banyak sih. Sabar saja Tante, kalau memang keturunan Tante ada jodoh dengan salah satu keponakannya aku, pasti jadinya."


"Aamiin. Eh? Kamu nggak kontrol? Malah keasyikan ngobrol. Yuk naik ke bed." Dokter Nieva pun memulai ritual pemeriksaan Fayza.


***


"Si boy sehat Fay. Rencananya kamu ingin melahirkan normal atau Caesar?" tanya Dokter Nieva.

__ADS_1


"Normal saja dok. Panggul aku oke kan?" tanya Fayza.


"Kamu nggak mau operasi saja?" tawar Hideo.


"Nggak lah. Sakitnya lebih sebentar normal kata mommy. Mommy kan mengalaminya. Waktu mbak Freya normal, waktu aku harus operasi karena posisi aku sunsang dan mommy bilang sakitnya operasi lebih lama daripada normal."


"Memang sih, sakit normal tidak selama Caesar" timpal Dokter Nieva. "Dan aku lihat panggul Fayza mendukung kok untuk normal. Jangan khawatir Hideo, tak apa ya Tante panggil begitu, Fayza dan putramu insyaallah selamat semua."


Hideo menatap istrinya dengan perasaan cemas.


"It's okay Hideo. Itu memang proses yang alami. Toh ada dokter Nieva dan Tante Seira yang menemani nanti." Fayza memegang wajah suaminya.


"Iya, Seira Hayami Al Jordan kan dokter anak dan sudah meminta menjadi dokternya Fayza. Tenang saja Hideo, keluarga Fayza isinya dokter-dokter kompeten semua."


Hideo tersenyum meskipun dalam hati sedikit cemas.


***


"Kamu yakin Fay?" tanya Hideo sekali lagi saat mereka berada di cafetaria rumah sakit. Fayza sengaja meminta makan siang disana sebab makanan disana tidak beda jauh dengan restauran mahal.


"Yakin Hideo. Kamu kan nanti akan bersamaku di ruang bersalin jadi tenang saja. Apalagi ada kamu yang menemani aku, itu support yang sangat dibutuhkan oleh istri."


Hideo menatap lembut ke Fayza. "Kita tidak jadi berpisah kan Fay? Setelah beberapa malam ini kita ber*cinta dengan begitu ... Aduuuhh!" Hideo merasakan tulang keringnya kena tendang istrinya.


"Kamu tuh, hamil-hamil kok tetap bar-barnya" gerutu Hideo sambil mengusap kakinya.


"Hamil tidak menghalangi aku untuk bar-bar, Hideo!" balas Fayza judes.


"Astaga, Shinichi. Semoga kamu tidak ketularan mommymu yang bar-bar." Hideo melirik ke arah perut Fayza.


"Bar-bar itu sudah mendarah daging di keluarga aku, Hideo!"


"Iya, sampai-sampai kalian dengan santainya membunuh orang, sama seperti aku dulu" senyum Hideo.


"Semoga generasi anakku tidak seperti generasi mommy dan Daddy aku. Generasiku juga, syukurnya, tidak ada sampai membunuh orang."


"Hampir iya, Fay. Apa kamu tidak ingat saat mereka menyerbu ke Turin?"


Fayza tersenyum. "Tapi tidak ada yang kehilangan nyawa kan?"


"Oh aku penasaran, kamu kok bisa membawa helikopter? Ingat saat kamu mau kabur dulu di rumah Jeju?"


Fayza terbahak. "Aku ingat mengatakan kamu macam - macam. Tapi memang kamu pelecehan Hideo! Main angkat aku macam karung beras!"

__ADS_1


"Siapa yang tidak gemas dan marah melihat kamu seenaknya bisa menyalakan helikopter dan berniat kabur? Kamu itu penuh kejutan Fay."


"Apalagi yang membuat kamu terkejut?" tanya Fayza sembari menyesap juice jeruknya.


"Kamu bisa beladiri dan ternyata kamu masih perawan saat kita menikah. Sejujurnya aku tidak yakin Fay, mengingat kamu dan Pramana pacaran lama."


Wajah Fayza memerah. "Jangan kira keluarga kami termasuk penganut paham hidup bebas dan seenaknya sendiri. Kami tidak seperti itu Hideo. Keluarga kami sangat menjunjung tinggi martabat keluarga. Kami memang bar-bar, kami memang rusuh tapi kami tetap memegang teguh prinsip no s3k5 before married. Aku dan Pramana tidak pernah melakukan lebih dari sekedar ciuman. Dan kamu adalah pria kedua yang mencium aku setelah Pramana."


Hideo melongo. "Kamu serius?"


Fayza mengangguk. "Hanya para sepupuku yang pria yang biasa memeluk dan mencium pipi dan pelipis aku dan Pramana adalah orang diluar keluarga yang aku ijinkan untuk mencium aku."


"Kalian benar-benar keluarga Old Fashion, Fay."


"Kami memang dibilang keluarga kuno karena sampai generasi aku masih memegang prinsip seperti itu tapi bagi kami, jika kami mbedal atau bebas semaunya, entah berapa banyak skandal yang akan muncul di tabloid. Kami pun jika menghadiri pesta-pesta hanya seperlunya dan bukan penggemar clubbing kecuali undangan para klien dan relasi. Itu pun dengan kawalan ketat."


"Padahal kalian bisa, mau dan mampu untuk pesta liar semalam suntuk."


"Bisa banget tapi kami tidak mau. Aku pribadi lebih suka datang ke rumah sakit anak-anak yang menderita kanker untuk melakukan acara yang menghibur disana dibandingkan acara-acara hedonisme begitu, tidak ada manfaatnya. Nanti Shinichi pun akan aku didik dengan cara yang sama seperti kedua orangtuaku mendidik aku."


Hideo menatap kagum ke istrinya dan merasa malu dengan kehidupannya yang dulu.


"Aku tidak salah memilih mu menjadi istriku Fay."


"Kenapa Hideo?"


"Karena kamu memiliki semuanya untuk menjadi impian semua pria yang mendambakan istri idaman." Hideo tersenyum manis sambil mencium punggung tangan Fayza dan jari manisnya yang sudah terpasang cincin kawinnya lagi.


"Jangan memuji aku seperti itu Hideo, aku juga masih ada kekurangan."


"Tapi bagiku, kamu sempurna."


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_1


Bonus anaknya Hoshi dan Rina


__ADS_2