Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Kim Yoo-ra


__ADS_3

Semua keluarga Sky tampak antusias melihat putra Fayza dan Hideo yang tampak sangat bule dan sangat mirip Ashley.


"Kenapa ini cucu aku mirip opanya?" gumam Kristal.


"Tapi sepertinya lama-lama malah kelihatan asianya" senyum Fumiko.


"Biasanya begitu! Contoh tuh sepupu aku, Danisha casing bule seperti Tante Alexandra, nikah sama Iwan yang berdarah Indonesia. Eh anaknya si Ega lahir bule banget tapi lama-lama makin mirip Iwan" gelak Kristal.


"Apakah besok Shinichi akan seperti itu?" tanya Fumiko.


"Kita tak tahu" senyum Kristal yang tampak gemas dengan cucu ketiganya.


"Selamat ya Ash, akhirnya jadi opa lagi kau" kekeh Takeshi. "Untung menantumu memberikan nama bagus meskipun aku jadi teringat Shinichi Kudo dan semoga dia tidak menjadi detektif Conan."


Ashley menoleh ke arah Yakuza yang semakin membagongkan setelah mendapatkan restu bersama dengan cinta pertamanya.


"Kamu tuh, orang sedang jatuh cinta tuh makin absurd ya" sindir Ashley. Takeshi terbahak.


"Aku mencintai Rin, istriku yang sudah meninggal tapi sekarang aku diberikan kesempatan bersama Miko dan aku tidak ingin melepaskan kesempatan itu. Bagaimana pun cinta pertama itu sangat berkesan. Bersyukur Emi dan Hideo merestui apalagi mereka sudah dewasa dan aku yakin mereka lebih ingin melihat kedua orangtuanya bahagia dan ada teman hidup."


Ashley mengangguk. "You're right T. Jika sudah berusia seperti kita, mendapatkan teman hidup itu lebih ke bagaimana ada teman ngobrol, berdiskusi dan saling sharing. Ngomong-ngomong, apa kamu masih mampu dengan Fumiko?" kerling Ashley.


Takeshi cemberut. "Kamu menghina deh Ash! Gini - gini punyaku masih berfungsi dengan baik tidak perlu viagra!"


Ashley tertawa terbahak-bahak yang membuat semua orang menoleh dengan tatapan tajam. Baru kali ini pria yang selalu berwajah dingin itu bisa tertawa lepas.


"Ashley!" tegur Kristal dan tak lama Shinichi pun menangis keras akibat terkejut dengan tawa opanya.


"Lihat apa yang sudah Daddy perbuat!" sungut Freya sebal.


"Eh? Aku lupa kalau cucuku tidur" jawab Ashley merasa tidak bersalah. Fumiko langsung menggendong Shinichi dan memberikan pada Fayza.


"Cup cup cup, anak mommy kok nangis. Kaget sama tawanya Opa ya" bujuk Fayza. Hideo tersenyum melihat kerusuhan yang terjadi.


"Ayo semua pada keluar. Biar Shinichi tenang dulu sama mommynya." Ashley dan Fumiko mendorong para anggota keluarganya untuk keluar dari ruang tidur Fayza menuju ruang tamu. Fumiko menarik kain untuk menutupi Fayza yang sedang menyusui putranya.



"Kamu tuh lho Ash! Sudah tahu ada cucu, malah ketawa kencang !" tegur Kristal gemas.


"Salahkan Takeshi!"


Takeshi Takara mendelik. "Kok aku?"


"Sudah-sudah, ini para opa dan Oma keluar dulu deh! Kita makan siang yuk. Aku lapar! Cumi, makan yuk. Nanti kita bawakan buat Hideo dan bibi Mai." Freya menarik tangan Haris.


"Sotong, tidak apa tuh mereka ditinggal?" tanya Haris.


"Nggak papa, kan pengawal aku pada berjaga-jaga disini" ucap Takeshi.


"Kalian berdua tuh kok masih saja manggilnya sotong dan cumi sih!" gerutu Ashley yang sebal mendengar nama panggilan putri sulungnya dengan suaminya.


"Kan biar beda Dad" cengir Freya.


***


Akhirnya di ruangan itu hanya tinggal Hideo, Fayza, Shinichi dan Bibi Mai. Fayza tampak sedang menikmati acara bounding dengan putranya dan Hideo mengabadikan dengan ponselnya.


"Duh, yang mimik ASI. Sampai segitunya. Kamu tuh lapar atau emang doyan sih?" komentar Hideo yang mendapatkan tatapan judes dari Fayza.

__ADS_1


"Kamu nggak usah julid deh!" cebik Fayza.


"Tuh lihat, Shinichi heboh banget!" ucap Hideo.


"Kan ini memang jatahnya Shinichi!"


Bibi Mai yang mendengar percakapan keduanya hanya tersenyum.


Tak lama datang seorang suster yang menghampiri mereka dan mengatakan akan membawa baby Shinichi ke ruang rawat bayi.


"Sebentar ya sus, sedang dikasih ASI tuan Shinichi nya" ucap Bibi Mai ke suster itu.


Suster itu mengangguk dan melirik ke arah Hideo yang tampak bahagia bersama Fayza dan bayinya.


"Saya akan kemari lagi setengah jam lagi."


Bibi Mai mengangguk dan suster itu pun pergi.


"Ada apa bibi Mai?" tanya Fayza yang mendengar pengawalnya berbicara dengan seseorang.


"Ada suster datang untuk membawa tuan Shinichi ke ruang bayi."


Fayza dan Hideo saling berpandangan karena belum rela harus menyerahkan Shinichi ke ruang bayi.


"Bibi Mai, nanti tolong dikawal ya. Entah kenapa aku kok tidak nyaman" ucap Fayza.


"Mungkin hanya perasaan kamu saja Fay, belum mau lepas dari Shinichi" balas Hideo.


"Mungkin ya." Fayza menatap wajah tampan putranya yang sekarang mulai terlelap.


***


Setengah jam kemudian suster itu pun datang mengambil Shinichi sedangkan Hideo sedang berada di kamar mandi jadi hanya ada Fayza dan Bibi Mai.


Fayza menatap wajah putranya dengan tatapan tidak rela. "See you boy. Kamu kumpul dulu ya sama teman - teman kamu."


Suster itu tersenyum smirk yang tidak kentara.


Anakmu akan aku jual!


"Saya ambil ya nyonya." Suster itu pun mengambil tempat tidur bayi dan mendorongnya keluar namun Bibi Mai tetap mengikuti suster itu.


Hideo yang keluar dari kamar mandi melihat putranya tidak ada sedangkan Fayza menatap pintu kamarnya.


"Kemana Shinichi?" tanya Hideo.


"Dibawa suster ke kamar bayi" jawab Fayza.


Parfum ini?


"Fay, apa kamu perhatikan suster itu?" tanya Hideo dengan nada aneh.


"Tidak. Kenapa?"


"Bau parfum ini adalah harum parfum Yoo-ra! "


Fayza terkejut. "Papah aku!" Wanita cantik itu mengambil PPK yang disimpan oleh ayahnya di bawah bantal.


"Sialan Fay! Kita kecolongan!" Hideo membantu Fayza turun sambil memapahnya. Tangannya yang sudah sehat mengambil Glock yang tersimpan di belakang pinggangnya.

__ADS_1


"Dimana bibi Mai?" tanya Hideo.


"Mengikuti suster itu." Hideo merasa lega pengawal istrinya tetap mengikuti putranya.


***


"Berhenti!"


Yoo-ra menghentikan langkahnya ketika sebuah. suara terdengar di belakangnya.


"Kamar bayi bukanlah disana. Siapa kamu?" bentak bibi Mai ke arah Yoo-ra yang hendak masuk lift. Kamar bayi memang berada dalam satu lantai ruang rawat Fayza dan tidak mungkin pakai lift.


Yoo-ra berbalik sambil menodongkan pistolnya dan tersenyum smirk melihat bibi Mai juga menodongkan pistolnya.


"Benar-benar ya kalian itu! Sini adalah rumah sakit!" tawanya.


"Serahkan bayi itu!" bibi Mai menatap Yoo-ra dengan dingin.


"Yoo-ra !" suara Hideo terdengar di belakang bibi Mai bersama dengan Fayza dan beberapa pengawal Takeshi.


"Halo Hideo sayang. Apa kabarmu? Apa kamu tidak merindukan servisku?" seringai Yoo-ra. "Oh, seleramu sudah berbeda ya? Sekarang sukanya bule ya? Biasanya kamu mencari wanita Asia yang berkulit mulus bagaikan porselin."


"Lepaskan anakku!" hardik Fayza.


"Aku kok tidak yakin jika ini adalah anakmu Hideo. Tidak mirip sama sekali denganmu" tawa Yoo-ra. "Apa kamu tidak merasa dibohongi sama bule itu?"


Rahang Hideo mengeras. Aku yang pertama buat Fayza ! Membohongi gimana?


"Kamu tidak bisa kemana-mana Yoo-ra. Lihat, kamu sudah terkepung!" Hideo menatap tajam Yoo-ra yang memiliki wajah berbeda.


"Bagaimana kamu bisa mengenali aku? Mukaku sudah berubah, terimakasih kemampuan bermake up aku." Yoo-ra membalas tatapan Hideo.


"Bau parfummu tidak pernah berubah."


Fayza melirik ke arah suaminya. Meskipun ada rasa sakit tapi selama ini, Hideo sudah membuktikan bahwa dirinya dan Shinichi adalah yang utama. Fayza tidak bisa menghapus masa lalu suaminya sebelum bertemu dengan dirinya.


"Kamu lihat Fayza! Suamimu tidak bisa melupakan bau parfum aku!" Yoo-ra tertawa terbahak-bahak. "Berarti aku masih ada dalam hatinya."


Fayza hanya menatap datar ke arah wanita yang membuat kacau keluarganya hingga Benji terluka dan Emi tanpa sengaja membunuh orang hanya karena kegilaan otak j4l4ng itu.


"Bermimpi kamu mengira kamu masih ada di hatiku! Aku sudah melupakan kamu sejak bersama dengan Fayza!" balas Hideo.


"Ohya? Well, aku kok tidak yakin." Yoo-ra menodongkan pistolnya ke arah Shinichi yang terbangun dan menangis kencang. "Anakmu berisik juga ya?"


Ting!


Suara pintu lift terbuka dan tampak Ashley dan Kristal keluar dari pintu lift melihat bagaimana Yoo-ra menodongkan pistolnya ke arah cucu mereka yang baru beberapa jam lahir.


"Kim Yoo-ra" desis Ashley.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1



Bonus Fayza dan Shinichi bessr


__ADS_2