Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Shinichi Kojima Sky Park


__ADS_3

Hideo duduk bersama dengan Fayza di kursi tengah Range Rover Ashley sedangkan calon opa yang menyetir sendiri didampingi Kristal sedangkan Takeshi dan Fumiko mengikuti dari belakang plus pengawal dari klan Yakuza Takara.


Di belakang mereka Jin Kawashima dan Bibi Mai pun mengikuti mereka. Lima mobil Range Rover itu menuju Lennox Hill Hospital dan Kristal menelpon dokter Nieva dan Siera Hayami Al Jordan yang sudah stand by disana.


"Hideo" panggil Ashley.


"Yes Mr Sky?"


"Apa kamu membawa Glock kamu?"


"Always."


"Ash, kamu tidak berpikir?" Kristal menatap suaminya.


"Aku hanya berjaga-jaga. Nanti di kamar Fay tolong sisipkan PPK di bawah bantalnya." Ashley menatap putrinya yang sedang menahan sakit.


"Dad..." panggil Fayza.


"Yes princess?"


"Terimakasih."


Ashley tersenyum tipis. "Always princess."


Hideo melihat bagaimana interaksi Fayza dan Ashley merasa jantungnya ditinju. Betapa dirinya bodoh memisahkan Ashley dan Fayza. Tapi sekarang dia bersyukur, semuanya akan baik-baik saja. Semalam Fayza mengatakan bahwa dia sudah mencabut surat pendaftaran perceraian di pengadilan Seoul.


Hideo langsung menciumi wajah istrinya dan berulang kali mengucapkan terimakasih sampai-sampai Fayza merasa suaminya seperti kucing membuat wajahnya basah.


Rombongan keluarga Sky, Park dan Takara tiba di rumah sakit dan tampak Freya bersama dengan Haris sudah tiba disana.


"Sudah berapa lama jaraknya?" tanya Freya ketika melihat Fayza berjalan sembari dipeluk Hideo dan dipegang oleh Kristal.


"Setiap satu jam tapi ini sudah mulai sering" ucap Fayza yang senang melihat kakaknya. "Si kembar mana?"


"Ish! Mikir kamu dulu sama si boy!" cebik Freya. "Halo Hideo."


"Halo mbak Freya" balas Hideo. Meskipun usianya lebih tua setahun dari Freya, Hideo tetap mengikuti cara Fayza memanggil.


"Ini kursi rodanya, princess" ucap Ashley sambil membawakan untuk putrinya.


Fayza pun duduk di kursi roda yang dibawa oleh Ashley. "Thanks Dad."


"Sudah mulai sering kah kontraksinya?" Dokter Nieva datang menghampiri Fayza.


"Lumayan dok" senyum Fayza.


"Yuk langsung ke ruang bersalin" ajak dokter Nieva.


"Halo sayang" sapa Seira Hayami Al Jordan yang langsung memeluk keponakannya.


"Halo Tante" sapa Fayza sambil tersenyum dan membalas pelukan istri Fuji Al Jordan itu.


"Halo Hideo. Ayo, kita sambut cucu Tante yang kesekian" gelak Seira sambil menghela Hideo masuk ke dalam ruang bersalin.

__ADS_1


***


Ashley dan Takeshi memeriksa kamar yang akan menjadi ruang rawat putrinya. Entah kenapa perasaan Ashley tidak enak mengingat Kim Yoo-ra dan Park Jung-Min belum ditemukan.


"Kamu sangat waspada ya Ash" ucap Takeshi yang ikutan memeriksa kamar itu.


"Selama dua orang itu belum ditemukan, aku harus waspada. Fayza dalam kondisi paling rentan soalnya" jawab Ashley.


"Apakah kamu sudah menerima Hideo sebagai menantu kamu?" tanya Takeshi.


"Masih setengah hati sih tapi aku belajar ikhlas dan menerimanya."


Takeshi menepuk bahu Ashley. "Kamu tahu, aku takut saat menyatakan bahwa aku mencintai ibunya. Biasanya, anak laki-laki agak keberatan jika ibunya bersama pria lain tapi Hideo langsung memberikan ijin."


Ashley menatap Takeshi. "Apa karena kamu Yakuza, T?"


Takeshi terbahak. "Pada saat itu aku adalah Takashi Takara bukan ketua Yakuza Takara. Dan aku benar-benar gugup, takut Hideo menolak."


"You know T, aku jadi bingung dengan hubungan keluarga kita. Kamu menjadi besan Marco dan besan aku jika jadi menikah dengan Fumiko lalu Emi dan Hideo menjadi saudara tiri plus ipar. Pusing aku!" sungut Ashley.


Takeshi semakin terbahak. "Tidak usah dipikirkan. Intinya kita tetap keluarga."


Ashley tersenyum ke arah pria berdarah Jepang itu.


***


Bibi Mai ditugaskan oleh oleh Ashley untuk berjaga di kamar perawatan Fayza selama putrinya masih berjibaku di ruang bersalin.


Seorang suster datang dan Bibi Mai menatapnya curiga.


Suster itu menunjukkan nama Karen Lee.


"Kamu orang Korea?" tanya bibi Mai.


"Bukan, saya orang China. Saya meletakkan selimut dan bantal disini nyonya."


Bibi Mai memperhatikan suster itu dan memeriksa kembali selimut dan bantal yang dibawanya untuk diletakkan di sofa.


"Saya permisi dulu nyonya." Suster itu pun pergi meninggalkan bibi Mai.


***


Hideo menatap putranya dengan tatapan takjub, bayi laki-laki yang sempurna, berambut pirang seperti Fayza dengan kulit bule. Sang istri melahirkan secara normal dan prosesnya cukup lancar.


"Fay, kenapa semuanya dikompeni kamu?" bisik Hideo ke Fayza yang tersenyum bahagia melihat putranya.


"Sekali-kali si bapak nggak dapet kenapa?" kekeh Seira. "Fay, Alhamdulillah sempurna semuanya."


Fayza menangis melihat bayinya. "Halo Shinichi, akhirnya mommy melihatmu."


Hideo hanya terpaku melihat putra nya dan pelan-pelan menyentuh jari Shinichi yang langsung menggenggamnya. Air mata Hideo mengalir melihat keajaiban yang diberikan Tuhan kepadanya.


__ADS_1


Hidupku sempurna, ya Allah.


"Hideo, dibacakan adzan dan Iqamah dulu" ucap Nieva.


"Tapi...aku belum berani menggendongnya" bisik Hideo sembari terus menatap bayinya.


"Pelan-pelan. Sini Tante ajarin" ucap Seira.


Hideo mencoba menggendong Shinichi dan perlahan dia membisikkan adzan dan Iqamah di telinga putranya. Fayza menatap haru melihat suaminya sekarang benar-benar mampu menjadi imam untuk dirinya dan Shinichi.


***


Dokter Nieva Cruz keluar dari ruang bersalin dan menemui keluarga yang menunggu. Ashley, Kristal, Fumiko, Freya tampak tidak sabar berbeda dengan Takeshi dan Haris yang lebih santai.


"Alhamdulillah sudah lahir cucumu Ash, Kristal. Laki-laki, berat 3,6 kg panjang 52 cm, sempurna dan mirip Fayza."


Semua keluarga melongo.


"Tumben kita yang menang, biasanya kita yang cewek klan Pratomo sering kalah sama pasangan kita. Contohnya aku, kalah sama Haris! Sampai jirihnya pun nurun ke dua G! Payah!" sungut Freya kesal.


"Ya ampun Freya..." keluh Haris yang sebal kejirihannya selalu menjadi bahan ledekan.


"Apakah cucu kami rambutnya blonde?" tanya Fumiko.


"Sayangnya, iya nyonya Fumiko" ucap Dokter Nieva dengan wajah sedikit menyesal.


Fumiko dan Kristal saling berpandangan lalu sama-sama tertawa.


"Padahal yang ngidam Hideo, yang muntah-muntah Hideo, tapi anaknya ikut Fayza" kekeh Kristal.


Suara brangkar didorong membuat semua keluarga menoleh dan tampak Fayza dengan wajah berseri-seri melihat keluarganya. Gurat lelah masih tampak di wajahnya namun tidak menghilangkan kebahagiaan yang terpancar.


"Selamat ya, kalian sudah menjadi orang tua" ucap Kristal sambil memeluk putri bungsunya.


"Terimakasih mom. Terimakasih Dad."


Ashley tampak berkaca-kaca sembari memeluk putrinya. "Daddy sayang kamu Fay."


Fayza mengangguk dan tampak terharu mendengar pernyataan Ashley. Hideo hanya menggenggam tangan istrinya.


"Yuk kita ke ruangan rawat, nanti bayimu akan dibawa kesana" ucap dokter Nieva.


Ashley dan Fuji Al Jordan sengaja memesan pelayanan VVIP sehingga tidak banyak orang lalu lalang. Dan kini mereka semua menuju ke ruang rawat dan tanpa menyadari ada seseorang yang tersenyum mengerikan.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Maaf terlambat. Rajendra, Alaric besok yaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2