Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Bertemu Mertua


__ADS_3

Keenam anggota keluarga Arata itu tampak terdiam dan berpikir. Kalau Fayza bersama dengan orang biasa seperti nelayan atau pemilik tempat makan di Jeju, mereka tidak keberatan tapi ini menikah dan hidup bersama dengan pemimpin klan Silver Shinning yang sudah lama mereka kubur.


Javier dan Valora tahu bahwa Joshua Akandra memang putra Yudhi aka Kim Hyun-ji mantan pemimpin klan mafia itu tapi Joshua memilih mengacuhkan.


"Apa ada hubungannya dengan almarhum Oom Yudhi?" tanya Valora sambil menatap kakaknya.


"Aku tidak tahu Lora." Javier menoleh ke arah Levi. "Apa bisa kita menyusup ke rumah Hideo yang di Jeju?"


"Tampaknya sulit, Oom. Karena keamanan mereka sangat ketat. Ini Bryan sedang berusaha masuk ke dalam jaringan CCTV milik Hideo." Levi menatap ke enam orang itu. "Aku akan terbang ke Tokyo, biar dibicarakan dengan Luca dan..."


"Kami terbang semua ke Tokyo!" putus Agatha tegas.


"Tapi Tante..." Levi menatap pasangan tangguh itu tapi kini tampak usia membuat mereka rapuh apalagi Javier masih berjuang mengalahkan limfoma nya.


"Vi, Tante Agatha dan Tante Valora memang sudah tua tapi bukan berarti Tante tidak kuat menghadapi mafia kampret itu!" umpat Valora.


"Oom akan melanjutkan pengobatan di Tokyo. Kan ada Seira dan Fuji disana tho?" ucap Javier.


"Aku akan bawa pulang putriku, Vi! Tapi sebelumnya aku hajar dulu bocah Korea itu!" ucap Ashley geram.


***


Dua Hari Kemudian...


Luca Bianchi melongo melihat rombongan keluarga Arata datang ke mansion Al Jordan. Memang semalam Levi sudah menceritakan apa yang terjadi tapi dia tidak menyangka jika Opa dan Omanya pun ikut terbang ke Tokyo.


"Opa Javier, Oma Agatha, Opa Raymond, Oma Valora ... Apa kalian tak apa kemari?" tanya Luca bingung.


"Hei, ada Fuji dan Seira kan?" kekeh Javier.


"Iya tapi mereka kan dokter jantung dan dokter anak, Opa" ucap Luca bingung.


"Yang penting kan dokter!" sahut Raymond cuek.


Miki yang menyambut para sepupu-sepupunya tampak lebih sehat setelah sempat merosot kesehatannya setelah ditinggal Joshua dan Mamoru saudara kembarnya dalam waktu berdekatan.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Miki sambil memeluk Agatha dan Valora.


"Aku lebih bersyukur Fayza ditemukan hidup meskipun dia tinggal dengan orang yang menjadi bagian masa lalu bang Joshua" ucap Valora.


Miki tampak sendu mendengar nama almarhum suaminya yang sudah bersama dirinya sekian dekade.


"Maaf mbak Miki, Lora nggak bermaksud..." Valora memeluk kakak sepupunya.


"Nggak papa Lora, mbak cuma kangen bang Joshua saja kok." Miki memberikan senyum lembut ke Valora dan Agatha.


"Mom, mending mom istirahat di kamar ditemani Tante Agatha dan Tante Valora. Iya kan Tante?" Josephine Akandra Bianchi membujuk sang ibu untuk menenangkan hatinya.

__ADS_1


"Iya mbak, kita ke kamar saja yuk. Ngobrol-ngobrol seperti dulu" bujuk Valora.


Miki pun menurut dan berjalan bersama kedua sepupunya. Ketiga wanita yang dulu dikenal sangat bar-bar dan cantik pada masanya, kini sudah mulai menurun kesehatannya.


Setelah Miki, Valora dan Agatha masuk ke dalam kamar, baru para pria bersama dengan Josephine, Marissa dan Emi Bianchi menyusun rencana.


***


"Jadi pada saat kamu menanyakan pada Hideo apa dia sudah menikah, dia mengatakan sudah?" tanya Javier ke Luca.


"Iya Opa dan saat aku menanyakan apakah aku mengenal siapa istrinya, dia hanya mengatakan mungkin kenal tapi pernikahan dirinya adalah privacy." Luca menatap Opanya yang semakin tambah kurus akibat kemoterapi rutin. Bahkan rambut Javier yang dulu lebart kini mulai rontok dan dirinya memutuskan untuk membotakkan kepalanya.



Javier Arata


"Jelas saja dia bilang begitu karena dia tahu siapa Fayza!" umpat Ashley kesal.


"Tapi kok Fayza tidak berusaha menghubungi kalian?" celetuk Marissa. "Apa dia seperti Bara saat kecelakaan?"


Semua orang menoleh ke wanita cantik yang wajahnya perpaduan Miki dan Joshua. Ibu Luca Bianchi itu hanya menatap polos ke semua orang.


"Bisa jadi sayang" ucap Marco sambil memegang tangan istrinya.


"Kalau memang dia amnesia dan Hideo tahu tapi menyembunyikan Fayza dan menikahinya hingga hamil... Apa motivasi... Oh Astagaaa!" seru Luca. "Tanah Itaewon!"


"Apa maksudmu boy?" tanya Marco.


"Kapan kalian mulai berseteru?" tanya Ashley.


"Dua Minggu sebelum Fayza dan Pramana kecelakaan." Luca menatap Oomnya.


"Apa mungkin Hideo menemukan Fayza lalu memanfaatkan kondisinya untuk balas dendam karena kita sudah mengambil tanah Itaewon?" gumam Emi Takara Bianchi.


"Lebih baik kita bertemu dengannya baik-baik. Karena kondisi Fayza sekarang sedang hamil dan kita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya bukan?" ucap Josephine.


"Aku akan menghubungi Fabio dan mengatakan akan mengajak bertemu dengan Hideo lusa di Seoul."


"Kenapa tidak di Tokyo saja Luca?" tanya Ashley.


"Biar dia tidak curiga. Aku setuju dengan ide Luca" ucap Levi. "Bryan kan juga ada di Seoul bersama Fabio. Bilang padanya untuk berjaga-jaga."


***


Hideo mengerenyitkan dahinya ketika Jin mengabarinya bahwa Luca Bianchi akan datang ke Seoul untuk menemui dirinya.


"Ada apa Luca Bianchi ingin bertemu dengan ku?" tanya Hideo.

__ADS_1


"Hanya ingin makan siang dengan anda, boss."


"Dimana?"


"Pierre Gagnaire de Seoul."


Hideo mengangguk.


***


Luca Bianchi dan Fabio sudah tiba di restauran ekslusif di Seoul. Mereka sudah memesan tempat VVIP agar leluasa berbicara.


Tampak Hideo bersama Jin dan dua pengawalnya sudah tiba disana. Kedua pria itu pun saling bersalaman lalu duduk berhadapan sedangkan Jin bersama Hyong-wa dan Jae-Hee berdiri di belakang Hideo, begitu juga Fabio yang memilih berdiri di belakang Luca.


"Ada perlu apa Signore Bianchi datang ke Seoul? Apakah anda sudah berubah pikiran hendak menjual tanah Itaewon?" tanya Hideo ke Luca.


"Bukan itu, Mr Park." Luca mengambil amplop yang dibawa oleh Fabio. "Kembalikan adik saya."


Hideo mendelik. "Kembalikan adik anda?" tanyanya sambil membuka amplop itu dan wajahnya tampak terkejut melihat foto dirinya dan Fayza sedang berada di restauran saat ke Seoul.


"Dia bukan adik anda." Hideo menatap datar.


"Cukup bermainnya Hideo. Kembalikan Fayza kepada kami!" hardik Luca.


"Saya tidak mungkin akan mengembalikan adik anda" jawab Hideo tenang.


"Kenapa?"


"Karena dia adalah istri saya yang saya nikahi secara resmi. Dan anda tidak ada hak pada Fayza." Hideo menatap tajam.


"Apakah kalau aku melepaskan tanah Itaewon, kamu akan mengembalikan adikku?" tanya Luca.


Hideo tertawa sinis. "Bagaimana jika saya bisa mendapatkan semuanya?"


Luca menatap kesal.


Tiba-tiba pintu ruangan VVIP itu terbuka dan tampak Ashley Sky, Javier Arata dan Raymond Ruiz disana.


"Kembalikan putriku!" bentak Ashley.


***


Yuuuhhuuu Up Siang Yaaaaaa


Maaf terlambat, momong bocah dulu


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2