Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Harus Memilih


__ADS_3

New York, Seminggu usai insiden


Fayza menatap kamarnya yang berada di rumah milik keluarga Sky di New York, kamar yang sedikit asing namun ada rasa familiar. Ada beberapa foto disana dan yang membuatnya sedih adalah foto dirinya dan Pramana.


Pramana Dewanto. Cinta pertamanya.


Kristal, sang mommy sudah menceritakan semuanya. Bagaimana Pram sudah melamar dirinya, berencana akan menikah sepulang dari Seoul namun takdir berkata lain. Benar dia menikah tapi bukan dengan Pram, melainkan dengan Hideo Kojima Park.


Hideo.


Fayza merasa putranya menendang perutnya setiap dirinya memanggil nama Hideo.


"Kamu kangen Appa ya boy? Sama, mommy kangen Appa mu juga" bisik Fayza dan tanpa terasa air matanya mengalir. "Kamu sedang apa sayang? Aku kangen."



***


Turin, Italy


"Kamu apain?" seru Rama ke istrinya yang masih dengan santainya mengupas kan mangga untuk suaminya.


"Aku banting lah!" jawab Astuti santai.


"Oh Astagfirullah! Sayang, kamu tuh lagi hamil muda kok ya banting Hideo sih?" gerutu Rama yang tidak habis pikir bisa-bisanya istrinya yang kalem dan cenderung halus, main banting orang.


"Bawaan si jabang bayi kayaknya" sahut wanita manis itu sambil meletakkan potongan buah mangga diatas piring.


"Ya Allah sayang, kalau kamu ada apa-apa gimana? Aku kan tidak ada disana! Mana kamu pakai Stiletto gitu?" Rama mengacak-acak rambutnya kasar.


"Cuma tujuh Senti kok!"


Rama makin mendelik. "Cuma tujuh Senti? Cuma tujuh Senti? Astuti Yasmine McCloud! Yang benar saja?"


"Sssttt. Sudah jangan marah-marah. Ini mangganya manis lho" senyum Astuti manis.


Rama hanya pasrah ketika istrinya mulai menyuapkan potongan mangga itu ke mulutnya. Menurut rencana, besok Rama dan Astuti akan kembali ke New York bersama dengan Levi, Javier dan Raymond.


***


The Park House, Jeju Island, South Korea


Hideo menatap pemandangan laut dari kamarnya di rumah Jeju. Ya, pria itu memutuskan kembali ke Jeju karena disana lah banyak kenangan bersama dengan Fayza. Bahkan baju-baju istrinya masih ada semua di dalam walk in closet. Pria itu menghembuskan asap rokoknya.



Semua pelayan sudah kembali bekerja seperti semula tapi memang tidak sama seperti enam bulan terakhir ini sejak Fayza sadar dari komanya.


Banyak pelayan yang sayang dengan wanita berambut pirang itu karena sifatnya yang apa adanya dan bukan tipe wanita lemah. Bahkan kepala pelayan sempat menanyakan kepada Jin kapan nyonya mereka pulang dan Jin hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Ucapan Javier Arata membuatnya berpikir. Melepaskan Silver Shinning yang sudah dipegang selama tiga generasi nya atau melepaskan Fayza.


No! Aku tidak bisa melepaskan Fayza.


Hideo mengambil ponselnya.


"Jin, siapkan rapat para anggota Silver Shinning besok malam. Katakan penting!"


***


New York, USA


Javier Arata bersama dengan rombongan sudah tiba di New York dan dirinya bersama Agatha memutuskan untuk kembali ke Roswell Park Cancer Institute Buffalo New York untuk melanjutkan pengobatan limfoma nya.


Rama dan Astuti sendiri menuju rumah sakit Mount Sinai untuk memeriksakan luka tembak di betis pria itu sekalian mengontrol janin Astuti. Keduanya sendiri memang belum mengumumkan tentang kehamilan pertama mereka karena baru mengetahui saat Astuti iseng melakukan test pack saat menemani suaminya di rumah sakit karena dirinya merasa mual beberapa hari terakhir.


"Ayrton juga sudah membaik punggungnya" ucap Astuti saat membaca grup WhatsApp para sepupu perempuannya.


"Mariana yang bilang kah?" tanya Rama saat mereka menunggu dokter datang.


"Iya dan kamu tahu apa kata Tante Sabine?"


"Apa?"


"Tante Sabine bilang 'Akhirnya merasakan kena tembak ya Ay' ... Gitu katanya" ucap Astuti sambil manyun.


Rama terbahak lalu mengucapkan dengan bahasa isyarat.


Astuti tersenyum. Aku selalu surprise dan takjub dengan kekacauan keluarga mu.


***


Markas Silver Shinning, Seoul, South Korea


Hideo menatap ke semua letnannya termasuk Lee Chan, Hyong-wa dan Jae-Hee serta semua anak buahnya yang tersebar di seluruh Korea Selatan. Mata Hideo tampak cekung dan terlihat dia kurang tidur dengan lingkaran hitam tampak di bawah matanya.


Semua orang akhirnya mengetahui pria itu harus berpisah dengan istrinya karena berurusan dengan keluarga yang namanya pun jauh lebih terkenal dari Silver Shinning. Mencari penyakit batin banyak orang disana.



"Seperti yang kalian tahu, kita mendapatkan masalah karena keputusan aku. Dan untuk membayar semuanya, mulai malam ini, aku akan melakukan voting untuk mencari pengganti diriku. Dan sementara, klan dipimpin oleh Lee Chan."


Semua orang disana langsung heboh dan ramai berbicara, tampak yang pro dan kontra. Bukan perkara mudah menjadi pemimpin Silver Shinning dengan segala bisnis ilegalnya. Selama ini Hideo bisa menjembatani semua klien - klien mereka dan sekarang dia hendak melepaskan semuanya.


"Aku serahkan acara voting kepada Jin Kawashima. Kita semua tahu letnan ada sepuluh orang, silahkan voting secara online dan offline yang disini."


"Boss, apakah anda benar-benar hendak meninggalkan legacy dengan aset dan nominal unlimited?" tanya Lee Chan.


"Iya Lee Chan, akan aku lepaskan semua."

__ADS_1


"Anda akan mengejar nyonya?" tanya Jae-Hee.


"Yup. Istri dan anakku adalah harta yang tidak ternilai. Kuserahkan semuanya pada kalian. Kelola seperti biasa." Hideo tersenyum.


"Boss, apa boss tidak mau mengambil bagian boss?" tanya Lee Chan.


"Kirimkan seperti biasa tapi itu yang terakhir." Hideo menyalami Lee Chan, Jae-Hee dan Hyong-wa, tiga orang paling loyalnya setelah Jin Kawashima.


"Boss, usai aku urus voting, aku akan ikut boss" ucap Jin Kawashima.


"Terserah kamu." Hideo tersenyum lalu memberikan kode agar semua anak buahnya terdiam.


"Terimakasih semuanya." Pria itu lalu membungkuk hormat kepada semua anak buahnya yang hampir seumur hidupnya bersamanya.


Semua yang melihat pemimpin mereka memberikan hormat, sontak membalas dengan membungkuk hormat juga.


Tanpa terasa air mata Hideo mengalir karena harus melepaskan apa yang menjadi kebanggaannya selama ini.


Maaf Appa, tapi aku lebih memilih istri dan anakku.


***


Sebulan kemudian, New York, USA


Hideo mendapatkan foto-foto istrinya sedang berjalan-jalan dengan sepupunya Reana O'Grady Dewanata dan wajahnya tampak melembut melihat perut buncit Fayza.



Hideo sudah mendapatkan nomor ponsel Fayza yang baru dari Levi Reeves. Ayah Hoshi itu ditugaskan Javier untuk memantau Hideo dan ketika tahu pria itu sudah melepaskan Silver Shinning dan memutuskan menjadi mualaf, baru Levi memberikan nomor ponsel Fayza.


"Hubungi dan temui Fayza. Bicarakan bagaimana kelanjutan hubungan kalian selanjutnya, mau terus atau cukup sampai disini" ucap Levi dengan nada tegas.


"Saya tidak akan melepaskan Fayza, Mr Reeves."


"Tapi jika Fayza bersikeras melepaskanmu, terima karena bagaimanapun kamu bersalah disini."


Hideo hanya terdiam mendengar ucapan Levi.


Dan kini dirinya menunggu di sebuah ruang VIP restauran milik Rajendra McCloud, RR's Meal Hell's Kitchen. Sengaja Hideo meminta bertemu disini karena tahu agar Fayza nyaman di tempat milik keluarganya.


Suara ponsel Hideo berbunyi dan wajahnya tersenyum.


"Halo, sayang."


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2