Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Ke Rumah Keluarga Sky


__ADS_3

Fayza mendengarkan berulang lagu yang dulunya dinyanyikan oleh grup boyband New Kids On The Block ( NKOTB ) lalu dinyanyikan ulang oleh salah satu personel nya Jordan Knight ( bisa dicari di Spotify atau Joox ). Semua kalimat di lagu itu seperti mengungkapkan semua isi perasaan Hideo. Pria itu benar-benar tidak ingin berpisah dengannya.


Ditambah si boy pun tidak mau berpisah dengan appanya.


Fayza menatap langit. Aku harus gimana ya Allah ?


***


Hideo menatap pemandangan kota New York dari balkon apartemen yang disewanya dengan perasaan kosong. Istrinya satu kota dengannya bahkan satu area di Manhattan tapi tidak bisa bersamanya.


Usai mengirimkan lagu yang mengungkapkan semua isi hatinya, Hideo berharap agar istrinya berubah hatinya. Pria itu masih terbayang wajah istrinya yang serius ingin berpisah dengannya setelah melahirkan. Hideo tidak sanggup jika harus berpisah seterusnya disaat dirinya sudah mulai meninggalkan semuanya yang selama ini menjadi kebanggaannya.


Ya Allah, disaat aku sudah mulai berhijrah, diberi ujian seperti ini.


Merasa dirinya tidak tenang dan gelisah, akhirnya Hideo menelpon seseorang.


"Assalamualaikum Adrian."


***


Hideo tiba di sebuah rumah yang bertema American country dengan kolam koi di depannya. Rumah yang terletak di dekat sungai Hudson itu tampak sangat menyatu dengan alam dan nyaman.



Hideo menelan salivanya dengan susah payah saat penjaga mengijinkan dirinya masuk ke dalam halaman rumah. Setelah memarkirkan mobilnya, Hideo pun menuju pintu utama. Seorang butler mempersilahkan dirinya masuk.


Hideo diantarkan ke sebuah ruang keluarga dengan nuansa putih abu-abu coklat khas country lengkap dengan perapian disana.


Diakui selera keluarga Sky sangatlah country sangat Amerika karena memang Ashley Sky dan Kristal Ruiz adalah orang Amerika Serikat.



"Silahkan duduk Mr Park, Mr dan Mrs Sky sebentar lagi akan menemui anda." Butler paruh baya itu lalu membungkuk hormat.


"Terimakasih." Hideo pun duduk di sofa abu-abu itu.


Dirinya melihat ada foto Ashley bersama sang istri Kristal dan kedua putrinya, Freya dan Fayza.


Tak lama Ashley pun datang ke ruang keluarga itu dengan wajah dinginnya. Hideo pun berdiri begitu ayah mertuanya datang.


"Selamat pagi Mr Sky" sapa Hideo ramah.

__ADS_1


"Selamat pagi. Ada apa kamu kemari?" tanya Ashley dingin yang berjalan menuju sofa dan duduk di hadapan Hideo yang ikut duduk setelah Ashley.


"Saya ingin bertemu dengan Fayza, Sir."


"Sebenarnya saya ingin tidak mengijinkan kamu bertemu dengan putriku tapi karena kalian masih suami istri dan Fayza sedang hamil, terpaksa saya ijinkan. Toh kalian akan berpisah juga!" ucap Ashley judes.


Hideo hanya bisa mengetatkan bibirnya. "Saya tidak akan menalak Fayza sampai kapanpun, Sir."


"Tapi kamu kan menikah tanpa seijin saya dan hanya berdasarkan hukum negara."


"Jika memang saya harus menikahi Fayza lagi secara agama, saya lakukan.."


"Tidak perlu, Hideo." Sebuah suara wanita membuat kedua pria yang sedang berseteru itu menoleh. Tampak seorang wanita cantik berusia sekitar akhir empat puluhan dengan badan tinggi semampai ala model datang menghampiri mereka.


"Mrs Sky" sapa Hideo sopan sembari berdiri dan mencium punggung tangan Kristal.


"Ash, jangan bertengkar pagi-pagi." Kristal lalu duduk di sebelah suaminya. "Fayza memang sudah bilang ingin berpisah dengan Hideo. Biarkan mereka bersama dulu sebelum bersidang usai cucu kita lahir di Seoul. Hideo masih ada hak ke Fayza karena belum ada kata talak kan?"


Ashley hanya mendengus kesal sambil menatap judes ke Hideo.


"Kamar Fayza di lantai dua, pintu warna putih dengan tulisan 'FAY' di depannya. Naik saja, Hideo." Kristal tersenyum ke menantunya.


"Tapi Lara..." Ashley menatap istrinya dengan wajah tidak suka.


"Baik Mrs Sky." Hideo pun menaiki tangga menuju kamar Fayza.


"Aku tidak mau Fayza berubah pikiran lagi untuk berpisah dengan mafia kampret itu!" sungut Ashley.


"Kalian itu para pria. Apa kalian akan sanggup kehilangan kami, para wanita yang sudah membuat kalian bucin?" kekeh Kristal.


"Aku tidak sanggup kehilangan dirimu, Lara. Bahkan sampai dihajar kedua orangtuamu, aku jabani."


"Sudah melihat sendiri kan bagaimana Hideo di dirimu?" senyum Kristal.


"Beda cerita sayang! Aku tidak menghamili kamu!"


"Tapi Fayza hamil setelah menikah dengan Hideo secara resmi. Dan bukan karena paksaan tapi karena mereka berdua saling cinta. Aku sudah berbicara banyak dengan Fay."


"Tapi bisa saja Fay kena Stockholm Syndrome, Lara."


"Aku rasa tidak karena Fayza menceritakan tentang Hideo dengan mata sedih tapi rindu dan penuh cinta di setiap ucapannya. Jika dia mengalami Stockholm Syndrome, dia tidak akan bisa berpikir rasional untuk berpisah setelah tahu yang sebenarnya. Dan ingat, Fayza pada saat itu amnesia jadi siapa yang dipercaya hanyalah orang-orang sekitarnya dan selama itu mereka semua memperlakukan putri kita dengan baik."

__ADS_1


Ashley terdiam.


"Bahkan ketika Fayza hamil, justru Hideo yang hampir tiga bulan mengalami morning sick seperti saat aku hamil Freya, kamu sempat kan mengalaminya. Itu adalah bukti bagaimana kalian para pria itu mencintai istrinya hingga mengalami kehamilan simpatik." Kristal memegang tangan Ashley. "Biarkan mereka menyelesaikan permasalahan mereka tanpa intervensi kita berdua atau siapapun karena yang menjalani semuanya ya hanya Hideo dan Fayza. Karena hanya mereka yang tahu hendak dibawa kemana pernikahan mereka. Ingat Ash, mereka sudah menikah resmi."


***


Hideo mengetuk pintu kamar Fayza dan mendengar suara istrinya yang mempersilahkan masuk. Perlahan pria itu membuka pintu itu dan tampak istrinya sedang berdiri di tengah kamar memakai gaun bunga-bunga tanpa lengan dan tampak cantik meskipun tidak ada make up di wajahnya.


"Assalamualaikum, Fayza."


"Wa'alaikum salam Hideo."


Hideo pun masuk ke dalam lalu menutup pintu kamar.


"Apa kabar kamu dan boy hari ini? Boleh aku menyapa boy?" Hideo berjalan mendekati Fayza.


"Boleh... Aduh iya nak. Jangan seperti ini, perut mommy ngilu" senyum Fayza seolah putranya tahu sang Daddy datang.


"Halo boy, ini Appa." Hideo pun berlutut sambil mencium perut Fayza.


"Dia sangat responsif mendengar suaramu, Hideo."


"Mungkin dia tahu kita tidak boleh berpisah?" Hideo menatap Fayza dengan penuh harap.


"Maybe tapi aku tetap ingin berpisah denganmu, Hideo."


"Padahal aku kesini untuk mengajak kamu tinggal bersamaku di apartemen daerah Manhattan. Aku ingin kita seperti dulu, dan aku rindu masakan mu, Fay."


"Aku tidak bisa, Hideo. Biarkan aku disini bersama kedua orangtuaku karena hampir sepuluh bulan, mereka menganggap bahwa aku sudah tiada dan ternyata aku masih hidup. Aku masih mencoba mengingat semuanya karena meskipun sebagian besar ingatanku sudah kembali tapi masih ada yang terasa hilang."


Hideo pun berdiri. "Tapi kamu adalah istriku Fay dan di Islam bukannya istri harus ikut suami?"


"Memang tapi kamu sudah membohongi aku. Apakah kamu sadar Hideo, kamu sudah melukai perasaan banyak orang?" Fayza menatap sendu ke arah Hideo.


Pria itu langsung memeluk istrinya. "Maafkan aku."


***


Yuhuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2