Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Dirawat dan Ditahan


__ADS_3

Bryan dan Briana berlari di koridor rumah sakit ketika mendengar putra semata wayangnya dikeroyok hingga pingsan. Bryan yang sedang mengadakan pertemuan dengan petinggi NYPD tentang kejahatan cyber, terkejut putranya berkelahi dengan Infinity One.


Sesampainya di sebuah ruang rawat, pasangan suami istri yang dikenal pasangan biri-biri di generasi keempat tampak lemas melihat putra tunggalnya babak belur. Tidak ada wajah imutnya, yang ada wajah biru-biru dan perban di kepala dan deker di pergelangan tangannya.


"Joey, Benji tak apa kan?" tanya Briana ke Joey yang merawatnya.


"Hanya memar-memar saja Tante Briana."


"Ya ampun anak mommy... Kasihan banget kamu... Tapi udah gagah ya bisa melawan delapan orang" ucap Briana cuek yang membuat Bryan dan Joey melongo.


"Benjiii!" teriak seorang gadis yang langsung terdiam saat melihat Bryan, Briana dan Joey. "Annyeong haseyo, Oom Bryan, Tante Briana" salamnya sambil membungkuk hormat.



Jang 'GM' Geun-moon


"Halo Jang Geun-moon" sapa Briana ke gadis berdarah Korea itu.


"Maaf Tante. Moon nggak bisa nolong Benji." Geun-moon lalu membungkuk hormat ke Joey.


"Moon, ini kakak Benji, Joey Bianchi." Bryan memperkenalkan Geun-moon ke Joey.


"Salam kenal Joey-oppa" salam Geun-moon.


"Salam kenal juga Moon." Joey tersenyum ke gadis cantik itu.


"Tapi kamu sudah membantu dengan menghubungi kami" ucap Bryan.


"Maaf Joey Oppa tadi aku saking gugupnya panggil Joey Hyung." Geun-moon menunduk minta maaf.


"Kalau kamu tidak mau repot, panggil Abang saja seperti Benji" ucap Joey yang sudah mengganti jaket kulitnya dengan snelii.


Geun-moon mengangguk.


"Emi ditahan ya akhirnya?" tanya Bryan.


"Kata Luca sih begitu."


"Memang Emi eonni kenapa?" tanya Geun-moon bingung.


"Tak sengaja bunuh orang pakai Jimmy Choo" jawab Joey kalem.


"HAAAAHH?" teriak Geun-moon.


***


Emi Takara Bianchi bersedekap di ruang interogasi dengan didampingi perwakilan dari kantor pengacara Blair and Blair Advocate karena harus memberikan keterangan selain tendangan ke belakangnya dengan sepatu Jimmy Choo nya, juga melempar sepatu sebelahnya lagi ke orang yang hendak menusuk Hideo.

__ADS_1



"Mrs Bianchi, apakah anda memang sengaja memakai sepatu Stiletto?" tanya polisi itu meskipun tadi dirinya disana dan menjadi saksi aksi Emi.


"What kind a question is that? Apa anda tidak tahu, kalau saya hari-hari pakai sepatu Stiletto. Kalau tidak percaya, silahkan periksa koleksi saya di apartemen saya di New York dan rumah saya di Tokyo" jawab Emi judes.


"Mrs Bianchi" bisik Steven Hamilton, pengacara dari Blair and Blair Advocate yang juga keponakan Ezra Hamilton. Meskipun biasanya memanggil nama tapi karena ini dalam situasi formal, Steven pun memanggil Emi formal.


"Habis, pertanyaannya konyol" bisik Emi yang membuat Steven melirik judes.


"Anda kan juga melihat bahwa Mrs Bianchi hanya membela dirinya dan menolong Mr Park. Kami bisa memberikan bukti bahwa tidak ada unsur kesengajaan pada saat perkelahian tadi. Murni sebagai pembelaan diri" jawab Steven lugas.


***


Luca masih menunggu istrinya sambil bermain ponsel membalas semua pesan dari para sepupu-sepupunya.


📩 Travis : Aku perjalanan ke New York sekarang.


📩 Hoshi : Apa perlu aku kesana juga? Siapa yang menghajar Benji, harus hadapi aku dulu!


📩 Bima : Kenapa harus hadapi elu, muka cewek?


📩 Hoshi : Karena cuma aku yang boleh nistain Benji.


📩 Bima : Njelehiii!


📩 Ega : Kalian butuh apa?


📩 Direndra : Aku dan Alaric akan ke New York malam ini


📩 Ayrton : Aku pass. Mariana lagi hamil dan nggak mau ditinggal.


📩 Enzo : Sorry, aku masih balapan di Inggris.


📩 Rama : Aku senasib sama Ayrton.


📩 Rajendra : Nanti aku ke rumah sakit. Kamu sama siapa Luca?


📩 Luca : Aku ditemani Abi dan Oom Levi yang masih menemui Komisaris NYPD.


"Luca!" sebuah suara membuat Luca mendongakkan kepalanya.


"Pandu? Reana?"


Pandu dan Reana tersenyum. "Siapa yang bersama Emi?" tanya Reana.


"Steven Hamilton, keponakannya Oom Ezra."

__ADS_1


"Steven pengacara yang bagus kok" ucap Pandu.


"Aku tahu Steven bagus cuma aku tidak yakin mulutnya Emi akan halus" gumam Luca yang membuat Pandu dan Reana tertawa.


***


Hideo meringis saat bibir dan pelipisnya diobati oleh Fayza. Pria itu sudah menceritakan pada istrinya bahwa dia nyaris mati kalau tidak ada anggota polisi yang sigap menembak salah satu letnan Infinity One.


"Jadi Benji di rumah sakit, mbak Emi ditahan?" tanya Fayza.


"Iya, katanya Travis perjalanan dari Barcelona ke New York."


"Mbak Emi didampingi pengacara siapa di kantor polisi?" tanya Fayza.


"Aku tidak tahu."


Fayza membuka ponselnya dan ternyata di grup sudah ramai dan hatinya merasa tenang karena Steven Hamilton yang menjadi pengacaranya selama Travis belum tiba.


"Mbak Emi aman kok, ada Steven Hamilton yang menjadi pengacaranya."


"Siapa itu?" tanya Hideo bingung karena belum hapal anggota keluarga besar Fayza.


"Keponakannya Oom Ezra Hamilton, suaminya Tante Keia Al Jordan."


"Hamilton? Apakah pemilik mall-mall di beberapa negara bagian Amerika Serikat dan Amerika Selatan?" tanya Hideo.


"Iya dan mall yang kita datangi kemarin itu, salah satu miliknya."


***


Ashley Sky dan Jang Geun-yong bertemu di markas Big Jang area Little Korea. Ashley mengucapkan terimakasih atas bantuan putri Jang Geun-yong yang memberitahukan tentang keadaan Benji.


"Kebetulan saja Benji dan Moon sedang mengobrol via telpon jadi langsung ketahuan" ucap Jang Geun-yong.


"Sekarang kita harus lebih cepat bertindak karena mereka sudah memulai terlebih dahulu. Apalagi keponakan aku jadi korban. Barang siapa yang melukai keluarga Pratomo, harus membayar semuanya!" ucap Ashley dingin.


"Aku sudah menemukan tempat mereka bersembunyi tapi memang mereka sering berpindah pindah tempat."


Ashley mengangguk. "Tampaknya kita harus lebih keras lagi mencari mereka."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2