
"Jadi gimana ceritanya bisa menyetir helikopter?" tanya Hideo penasaran.
"Aku memang les Hideo, sebab kan selama di New York terkadang harus mengantar Daddy atau mommy atau Opa Javier yang membutuhkan kendaraan cepat sampai tapi kamu tahu sendiri macetnya New York seperti apa. Jadi aku mengambil lisensi pilot helikopter supaya keluarga aku tidak perlu menunggu pilot ready jika waktu mendesak."
"Selain helikopter, kamu bisa menyetir apalagi?"
"Pesawat kecil bisa tapi tidak ada yang bisa mengalahkan Tante Sabine."
"Tante Sabine?" tanya Hideo bingung.
"Tante Sabine Al Jordan Schumacher, istri Oom Karl Schumacher. Putranya Ayrton Schumacher yang kena tembak di punggung."
"Salah satu Emir itu?" seru Hideo.
"Iya, Tante Sabine itu hobinya dulu ikut latihan militer UAE dan seorang sniper berlisensi serta jago menyetir tank."
Hideo melongo. "Apa Ayrton mengikuti jejak ibunya?"
"Untungnya Ayrton lebih mirip Oom Karl, kalem bangets tapi kalau sudah marah ya jadi seperti Tante Sabine, brutal." Fayza tertawa mengingat bagaimana betapa beda karakter antara Sabine dan Karl.
"Kamu selain bela diri, bisa apalagi?" Hideo ingin mengenal lebih lanjut tentang siapa istrinya sebab saat dia amnesia, pria itu tidak tahu banyak.
"Aku bisa menembak dan memanah" jawab Fayza cuek.
"Serius?" Fayza mengangguk.
"Wajib di keluarga kami. Jadi kami semua harus bisa beladiri dan menembak tapi kalau memilih salah satu juga boleh. Kami yang perempuan jago menembak semua tapi memang paling jago itu Anandhita dan mbak Reana. Tapi Dhita tidak suka bela diri karena takut tangannya cidera dan tidak bisa menjadi dokter bedah nanti."
Hideo hanya menggelengkan kepalanya. "Untung nyawaku masih selamat ya Fay."
"Bukannya kamu sudah ikhlas kalau ditembak oleh Daddy?" senyum Fayza.
"Karena aku salah Fay jadi aku akan terima konsekuensinya meskipun aku harus mati di tangan ayahmu."
"Kamu akan merasakannya jika memiliki anak perempuan suatu saat nanti."
Hideo menatap Fayza penuh harap. "Kita beneran kan Fay? Tidak akan berpisah?"
"Astaghfirullah! Nggak Hideo. Jika aku sudah menyerahkan semuanya padamu, berarti aku tidak akan meninggalkan dirimu." Fayza memegang tangan Hideo.
Hideo tersenyum.
***
Fayza dan Hideo menikmati acara makan siang mereka hingga satu jam kemudian lalu kembali ke mobil mereka dengan dikawal dua pengawal kiriman Ashley.
Keempatnya pun berjalan ke parkiran basement dan sesampainya di dalam mobil, Hideo mendapatkan telpon dari Jin Kawashima.
"Boss, aku besok malam akan tiba ke New York!" ucap Jin dengan nada sedikit panik.
"Ada apa Jin?" tanya Hideo bingung.
"Beberapa anggota Silver Shinning melaporkan bahwa anggota mafia dari lawan kita di Korea akan mencari anda."
__ADS_1
"Aku kan sudah tidak berhubungan dengan mereka!" Hideo merasa bingung.
"Semua berawal dari masa lalu anda, boss."
"Siapa?"
"Yoo-ra."
Wajah Hideo pun mengeras.
***
"Ada apa Hideo?" tanya Fayza setelah mereka berada di dalam apartemen.
"Masa lalu aku mulai mengusik kita, Fay" jawab Hideo sendu.
"Wanita?" tanya Fayza dengan nada biasa.
"Kamu tidak marah?" Hideo balik bertanya.
"Mau marah gimana, toh sudah kejadian. Yang penting saat bersamaku, kamu sudah tidak bersamanya lagi kan?" Fayza menatap dengan tatapan selidik ke suaminya.
"Sumpah! Sejak aku membopong dirimu itu, aku sudah tidak tertarik dengan wanita manapun apalagi melihat kamu tipe wanita berani, aku semakin tertarik padamu."
"Benar Hideo?"
"Sumpah Fay! Kamu bisa bertanya pada Jin! Kan dia yang selalu menjadi bayangan aku!"
Fayza bisa melihat bagaimana wajah dan mata Hideo tidak berbohong.
Fayza mengangguk. "Jika masa lalumu membuat masalah, kita akan hadapi bersama. Mau cepat atau lambat, pasti akan terjadi juga."
***
Dua Hari Kemudian...
Hideo dan Fayza hanya melongo mendengar cerita Jin bahwa banyak yang mengincar nyawa Hideo dan Fayza serta putra mereka yang belum lahir.
"Sebentar Jin, sejak aku menikah dengan Fayza, aku tidak menyenggol siapapun kecuali klan Bianchi gara-gara tanah Itaewon."
Jin mengangguk. "Benar Nyonya Fayza, sejak boss bersama anda, dia nyaris lebih suka berada di rumah Jeju bersama anda. Bahkan terakhir menghajar orang dua hari sebelum anda bangun dari koma."
Fayza menatap suami dan asistennya bergantian. "Lalu siapa yang ingin nyawa kami?"
"Yoo-ra. Dia mantan kekasihku."
"Kenapa dia ingin membunuh aku?"
"Karena nona Yoo-ra selalu ingin menjadi istri boss. Memang mereka awalnya hanya hubungan saling membutuhkan tapi hanya itu. Boss dulunya bukan tipe orang yang bersedia berkomitmen." Jin menjelaskan.
"Jadi, mendengar kamu keluar dari Silver Shinning, lalu menikah denganku, membuat dirinya marah gitu? Apa dia tidak tahu siapa yang dia hadapi? Sekarang dimana dia sekarang?" Fayza menatap Jin dengan tatapan marah.
"Sabar sayang, sabar." Hideo mengusap bahu istrinya.
__ADS_1
"Boss, Yoo-ra membeberkan semua kelemahan anda termasuk ibu anda."
"Dia berani menyentuh okāsan, aku akan cincang sendiri!" Mata Hideo berkilat marah.
"Tenang saja, boss. Nyonya besar dalam perlindungan tuan Takeshi Takara."
"Ayahnya mbak Emi?" tanya Fayza. "Bagaimana bisa?"
"Bisa saja, karena nyonya besar dulu sempat ditaksir tuan Takeshi saat masih berada di bangku kuliah tapi nyonya besar lebih memilih Tuan Park. Tuan Takeshi adalah kakak kelas nyonya besar."
"Kudengar istri Takara sudah meninggal ya?" tanya Hideo.
"Oh no, Hideo, jangan coba-coba kamu..." Fayza menatap horor ke suaminya.
"Hei, okāsan sudah menjanda lama. Kalau Takeshi Takara itu adalah jodoh yang tertunda, aku bisa bilang apa?" Hideo tersenyum smirk.
"Kembali ke topik. Jadi boss, Yoo-ra menghasut klan Infinity One untuk membunuh Anda dan nyonya."
Hideo menaikkan sebelah alisnya. "Infinity One? Gangster kelas teri itu?"
Jin mengangguk. "Yoo-ra sudah berusaha mendekati para pemimpin mafia lainnya di Korea, Taiwan, Jepang dan Triad Hongkong tapi mereka semua tidak ada yang tertarik dengan rencananya karena anda sekarang adalah menantu Ashley Sky. Dan Javier Arata adalah Opa nyonya Fayza yang notabene ipar klan Bianchi. Triad Hongkong dan Taiwan menolak karena mereka memiliki hubungan baik dengan klan Blair, Bianchi, McCloud dan O'Grady. Mereka tidak lupa kejadian di New York saat kasus Martinez beberapa puluh tahun lalu. ( Baca The Detective and The Doctor )"
"Tapi kenapa gangster Infinity One berani mengambil resiko datang ke New York untuk menghabisi kita? Apa mereka tidak tahu, kami semua bersahabat dengan para mafia disini?" Fayza menggelengkan kepalanya.
"Pamor."
Fayza dan Jin menoleh ke arah Hideo.
"Jika mereka bisa mencelakai aku atau kamu, nama mereka akan naik di dunia hitam karena aku dulunya salah satu yang diincar untuk dihilangkan nyawanya. Tidak hanya internal tapi juga banyak musuh-musuhku yang penasaran untuk bisa menghabisi aku." Hideo menatap istrinya.
"Kita tidak boleh lengah Boss dan saya yakin, Mr Sky pun sudah mengetahui soal ini."
"Bagaimana Daddy tahu?"
"Karena beliau memantau pergerakan Silver Shinning melalui Lee Chan. Lebih tepatnya, menjaga agar tidak ada yang mengincar anda dari masa lalu anda" ucap Jin.
"Berita tentang Lee Chan yang membuat keputusan yang berbeda denganku?" tanya Hideo.
"Itu hanya isu yang sengaja disebarkan agar anak buah Lee Chan bisa mengawasi Yoo-ra. Silver Shinning baik-baik saja di tangan Lee Chan, boss."
"Kapan mereka akan kemari?" tanya Fayza.
"Mereka sudah datang kemarin dan sekarang sedang menyusun kekuatan dengan beberapa anak-anak gang kecil dari little Korea yang putus sekolah."
"Cari mati benar mereka!" desis Hideo.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️