Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Wanita Tangguh


__ADS_3

Ashley dan Kristal menatap gadis cantik berdarah Korea itu dengan tatapan penuh marah. Pantas mereka semua tidak bisa menemukan karena wajahnya berubah.


"Wah makin ramai ya. Kalian curang, main keroyok. Lihat aku hanya sendirian, kalian banyak. Tidak adil lah!" seringainya.


Beberapa suster dan pegawai yang berada di sana memilih bersembunyi di bawah meja dan ada yang menelpon 911.


"Para pengawal, kalian bantu mengawal para perawat dan jaga di kamar bayi" perintah Ashley dan kedelapan pengawal itu pun mematuhi perintah Ashley. Otomatis ruang kerja suster kosong karena sudah diungsikan ke kamar bayi.


Kini hanya tinggal Hideo, Fayza, bibi Mai, Yoo-ra, Ashley dan Kristal. Tangisan Shinichi semakin kencang membuat Fayza tampak rapuh karena tidak berdaya melihat putranya ditodong pistol oleh Yoo-ra.


"Kenapa Fayza? Toh kamu bisa hamil lagi nanti jadi aku tidak masalah mati karena anakmu juga akan mati bersamaku." Yoo-ra menatap jahat ke Fayza yang masih dipeluk Hideo.


"Oh, kalian berdua jangan macam-macam ya, karena aku tidak hanya membawa satu pistol tapi dua." Yoo-ra menodongkan pistol di tangan kanannya ke arah Ashley dan Kristal sedangkan tangan kirinya menodongkan ke arah Shinichi yang menangis.


"Ih berisik nya anakmu, Hideo. Bikin kuping aku sakit!"


DOR!



Bibi Mai


Sebuah peluru menembus bahu kiri Yoo-ra dan tampak Bibi Mai menembak dengan mata tidak berkedip membuat Yoo-ra melepaskan pistol di tangan kirinya.


"Sialan kau!" Yoo-ra menodongkan pistolnya ke arah wanita dingin itu.


DOR !


Kim Yoo-ra pun ambruk dan semua orang menatap siapa yang menembak wanita itu tepat di kepalanya.


Fayza langsung berlari mengambil kereta bayi Shinichi dan membawa putranya dalam dekapannya. Fayza melupakan jahitan dan sakit di bekas melahirkannya tadi karena yang didalam benaknya adalah keselamatan Shinichi.


Hideo langsung memeluk istri dan anaknya memandang orang yang menembak Yoo-ra dengan tatapan dingin.


"Dia mencoba membunuh cucuku. Sudah sewajarnya dia mati!" ucap Kristal dingin membuat semua orang melongo. "What?"


"Astagaaa! Lara! Kapan kamu ambil pistol aku?" tanya Ashley tidak percaya istrinya yang termasuk anteng bisa berdarah dingin seperti itu.


"Ada kesempatan, aku ambil lah pistol dari belakang pinggang kamu" jawab Kristal tenang.


TING!


Suara pintu lift terbuka dan tampak Takeshi dan Fumiko bersama dengan beberapa polisi keluar dari pintu lift.


"Astagaaa! Apa yang terjadi?" tanya Fumiko melihat seorang wanita di lantai berlumuran darah.


"Aku hanya menembak orang yang hendak membunuh cucu kita, besan" senyum Kristal.


__ADS_1


Mommy Kristal Ruiz Sky


Fumiko hanya menghela nafas panjang.


***


Dan lagi-lagi NYPD dibuat pusing dengan ulah keluarga Sultan itu dan kali ini Raymond Ruiz turun tangan karena putrinya sendiri yang membunuh orang.


Pria berusia 70an tahun itu hanya bisa memegang pelipisnya saat Komisaris NYPD, Brad Jackson menceritakan situasinya.


"Kapten Ruiz, saya tahu anda sudah mewanti-wanti keluarga anda tapi yang namanya situasi seperti ini memang tidak bisa dicegah."


"Brad, bagaimana putriku? Dia terpaksa menembak dan membunuh wanita itu karena hendak membunuh cicitku yang baru beberapa jam dilahirkan cucuku!" Raymond menatap Brad dengan wajah geram.


"Sementara seperti keponakan anda, Mrs Bianchi, Kristal masuk sel dulu. Kabarnya James Blair yang akan membelanya."


"Tentu saja Blair yang membelanya!" tukas Raymond kesal.


***


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Freya setelah para polisi memeriksa TKP dan keluarga kecil Hideo diungsikan ke sebuah kamar VIP lainnya.


"Tidak apa-apa mbak" jawab Hideo. "Hanya saja Fayza harus masuk ruang operasi lagi karena pendarahan di bekas jahitannya." Saat ini Hideo bersama Takeshi, Fumiko dan beberapa pengawal. Shinichi terlelap di boxnya. Kristal, Ashley dan bibi Mai harus ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.


"Yang penting kalian semua selamat, Hideo" ucap Haris sambil menepuk bahu iparnya.


"Kamu makan dulu, biar Shinichi dijaga okāsan" sahut Fumiko.


"Baik okāsan." Hideo pun pindah ke sofa untuk makan meskipun dirinya tidak selera karena memikirkan Fayza yang harus operasi lagi.


"Kok bisa sih wanita itu masuk kemari?" gumam Takeshi tidak habis pikir. "Padahal kita semua mencarinya di tempat - tempat yang diperkirakan dia bersembunyi."


"Dia berhasil merubah wajahnya, Oom dengan kekuatan make up" ucap Haris.


Freya menoleh. "Kok kamu seperti Sailor Moon?"


"Hah?" Haris menoleh ke arah istrinya yang pelukable, cipokable dan boingable.


"Kan kalau Usagi Tsukino mau berubah jadi Sailor Moon ngomongnya 'Moon prism power, make up'. Gitu!" Freya menatap suaminya.


"Eh sotong, aku tuh bilangnya 'The power of make up' bukan apaan tadi tuh prism prism nggak jelas gitu!" sahut Haris. "Makanya jangan ajak si kembar nonton Sailor Moon, jadi terkontaminasi kan?"


"Eh itu anime klasik tahu! Duh Mamoru Chiba... Gantengnyaaaaa." Mata biru Freya berkedip-kedip sok imut.


"Ya udah Sono, sama si Chiba. Aku dicuekin saja" dengus Haris sebal.


"Eh tapi aku tetap padamu, cumi. Soalnya cuma kamu yang bisa aku sentuhable, cipokable, pelukable dan boingable " seringai Freya dengan muka menggoda Haris.


Hideo yang sedang makan hanya memandang pasangan absurd itu dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Boingable itu apa mbak?" tanya Hideo bingung.


"Kamu nggak tahu? Boingable itu woman on top, Hideo" jawab Freya tanpa filter.


Hideo langsung tersedak.


***


Kristal tersenyum saat melihat James datang dengan gelengan kepala dan senyum kesal.


"Halo James" sapa Kristal sambil menyambut pelukan dan ciuman pipi dari sepupunya itu.


"Kemarin Emi, sekarang kamu. Besok siapa? Anandhita?" kekeh James.


"Dhita nggak mungkin lah. Kan dia dokter."


"Tapi di Turin, dia ikutan lho" senyum James.


"Ah, kita kan memang keluarga bar-bar sampai para ipar pun yang dicari juga sama saja" gelak Kristal.


Saat ini Kristal dan James berada di ruang interogasi yang sama saat Emi Bianchi diinterogasi.


"Bagaimana keadaan Shinichi?" tanya James.


"Alhamdulillah tidak apa-apa tapi aku mendapatkan info dari Ashley kalau Fay harus masuk ruang operasi karena jahitannya robek dan mengalami pendarahan." Wajah Kristal tampak sendu memikirkan putri bungsunya.


"Fay anak kuat, Kris. Ngomong-ngomong di luar ada Kris dan Kirana menemani Ashley." Kris Ruiz adalah saudara kembar Kristal. Kris Ruiz sudah menikah dengan Kirana Indriani, seorang dosen berkebangsaan Indonesia yang mengajar di New York University. Kris dan Kirana memiliki seorang putri bernama Amaranggana.


"Aku tahu putri-putriku kuat semua, James. Tapi tetap saja rasanya ingin di rumah sakit menemani Fay."


"Akan aku usahakan agar kamu seperti Emi tapi tidak sampai dua hari ditahan. Kita bayar jaminan saja ya Kris?"


Kristal mengangguk. "Berapapun kita bayar, James. Uang bukan masalah asal aku bisa keluar dan menemani putriku dan cucuku."


James tersenyum. "Akan aku gunakan magic ku."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Bonus Shinichi Besar

__ADS_1


__ADS_2