Love and Revenge of Mr Mafia

Love and Revenge of Mr Mafia
Aku Akan Menurut Maumu


__ADS_3

Hideo membuka pintu kamar Fayza yang untungnya tidak terkunci dan melihat posisi tubuh istrinya yang tampak menyedihkan. Pria itu langsung mendekati Fayza yang masih menangis dan langsung memeluknya.


"Jangan nangis Fay, jangan nangis. Aku akan menuruti apa maumu Fay tapi berhentilah menangis. Rasanya dadaku sesak mendengarnya" bisik Hideo di sisi telinga Fayza.


Tangis Fayza semakin kencang membuat Hideo sendiri pun ikut memerah matanya. Dia tahu betapa fatalnya kesalahan yang dilakukan tapi dia sendiri tidak bisa mengulang waktu kembali.


Hampir setengah jam Hideo memeluk istrinya tanpa menyadari darah di tangannya semakin mengucur. Fayza yang tidak mengetahui merasakan sesuatu yang basah di punggungnya lalu menoleh dan melihat darah disana.


"Astaghfirullah! Hideo! Kamu berdarah!" tangis Fayza menguap melihat darah dari tangan suaminya.


"Tidak apa-apa Fay, tidak apa-apa." Hideo tersenyum.


Fayza pun bergegas bangun dan mengambil ponselnya.


"Kamu ngapain Fay?" tanya Hideo sambil bersandar di pinggir tempat tidur Fayza.


"Menelpon bang Joey. Kamu itu berdarah. Ya ampun! Sampai ngucur gitu! Halo bang Joey? Bisa ke apartemen... Iya, aku di apartemen Hideo. Dia berdarah... Bukan! ... Astaga! Aku tidak mencincang dia! Dasar mafia!... sudah, Abang kesini deh! Hideo pucat banget!" Fayza menutup panggilannya.


Hideo hanya menatap Fayza yang panik mencari perban dan kain bersih karena dirinya merasa pusing akibat kehilangan banyak darah.


"Sabar ya Hideo, bang Joey perjalanan kemari. Sini aku perban dulu lukamu." Fayza melotot melihat bagaimana luka-luka di tangan Hideo yang penuh dengan pecahan kaca. "Apa yang kamu lakukan Hideo hingga seperti ini?"


Hideo hanya menatap sayu Fayza. "Hanya... memecahkan ... gelas."


"Jangan pingsan Hideo! For God's sake! Hideo! Hideo!" Fayza memukul - mukul pipi suaminya. dan bersamaan suara bel apartemen berbunyi. Fayza bergegas membukanya dan tampak Joey dan Georgina datang.


"Dimana mafia kampret itu?" tanya Joey tanpa basa basi.


"Di kamar itu dan tampaknya pingsan kehilangan banyak darah." Fayza menatap kakaknya panik dan Joey bergegas ke kamar Fayza.


"Punggung kamu berdarah Fay" Georgina melihat baju Fayza yang terkena darah.


"Ini darah Hideo, mbak Gina."


"G, telpon ambulans! Ini kena pembuluh darahnya ! Bilang siapkan kantong darah O sebanyak dua kantong!" teriak Joey.


"Oke sayang." Georgina langsung menelpon ambulans. Dan lima menit kemudian Hideo pun dibawa ke rumah sakit bersama dengan Joey sedangkan Georgina di apartemen membantu Fayza berganti pakaian dan membersihkan apartemen yang berantakan.


Levi dan Yanti mendengar accident di apartemen Hideo pun segera datang. Dan setelah membersihkan apartemen, mereka semua menuju rumah sakit tempat Hideo dirawat.

__ADS_1


***


"Jadi selama itu dia menahan rasa sakitnya dan darah yang mengalir terus demi memeluk kamu?" tanya Georgina ke Fayza.


Fayza hanya mengangguk. "Aku tidak tahu kalau tangannya berdarah."


"Kenapa sampai begitu? Apa kalian bertengkar?" tanya Yanti, ibu Hoshi.


Fayza hanya memerah wajahnya.


Ashley dan Kristal pun datang ke rumah sakit dengan wajah panik karena Levi hanya bilang Fayza di rumah sakit.


"Vi! Katanya Fayza di rumah sakit! Ini anakku tidak apa-apa!" protes Ashley ke Levi.


"Anak lu gak papa tapi suaminya yang papa" jawab Levi kalem. "Kalau gue bilang Hideo yang masuk rumah sakit, belum tentu elu akan datang kan Ash?"


Ashley terdiam. "Apa yang terjadi?"


"Hideo bertengkar dengan Fayza dan meremas gelas hingga pecah. Mereka mencoba berbaikan tapi Fayza tidak tahu kalau tangan Hideo berdarah lumayan parah. Begitu tahu, Joey dan Georgina datang dan langsung dibawa kesini deh!" ucap Levi.


"Apa yang mereka ributkan?" tanya Ashley sambil melirik putrinya yang bersama dengan Kristal, Yanti dan Georgina.


Ashley menatap Levi. "Aku lebih ke kecewa dengan ulah Hideo, Vi. Aku tahu Fayza masih mencintainya tapi rasa kecewanya membuat Fay tidak mau dibohongi lagi oleh Hideo."


"Aku rasa Hideo sudah menyesal membohongi Fayza dan dia sangat mencintai anakmu Ash. Memang di keluarga kita tidak ada perceraian dan perceraian tidak dilarang meskipun Allah tidak suka. Semua keputusan biarlah Fay yang mengambil tapi sebelum itu, buat Fay berpikir panjang. Mau sampai kapan dia kecewa dengan Hideo? Toh sekarang mafia kampret itu sudah lepas dari Silver Shinning, menjadi mualaf, melepaskan semuanya di Korea dan pindah ke Jepang bersama ibunya. Hideo sudah berubah banyak bahkan mengorbankan semuanya demi anakmu! Tidak mudah bagi seorang pria mengorbankan semuanya meskipun mampu tapi apa hal itu tidak kamu pertimbangkan? Mereka berdua mau punya anak, yang hadir karena mereka berdua saling mencintai."


Ashley menatap Levi yang tampak serius. Iparnya yang selalu gesrek dan seenaknya sendiri, tampak lebih seperti seorang bapak yang mencoba memahami anaknya.


"Aku tidak menyangka kamu bisa seserius ini Vi."


"Aku hanya ingin keluarga kita tidak gegeran. Yang sudah lalu, tidak bisa kita putar lagi. Satu hal yang harus kita syukuri adalah Fayza ditemukan selamat oleh Hideo dan dirawat dengan baik. Meskipun Hideo kampret, tapi dia masih punya perasaan. Dia dendam ke keluarga mbak Jo dan mbak Marissa tapi dia tidak menyiksa Fayza."


Ashley hanya menatap wajah putrinya yang masih menatap cemas ke ruang operasi.


"Aku rasa Fay masih mencintai si mafia kampret" ucap Ashley.


"Ya, meskipun dia ingin berpisah dengan Hideo, itu akan sama-sama menyakitkan bagi mereka berdua." Levi ikut menatap ke keponakannya. "Fayza bukan Freya yang ramai, Fay lebih halus perasaannya meskipun kita tahu dia terkadang ikutan receh kakaknya."


Ashley terdiam.

__ADS_1


***


Hideo membuka perlahan matanya dan orang pertama yang dilihatnya adalah Joey Bianchi.


"Halo? Apa kamu ingat aku?" tanya Joey.


Hideo hanya mengangguk lemah. "Dimana...Fayza? Aku... dimana?"


"Kamu di rumah sakit. Damn it Hideo! Kamu itu gimana sih? Luka parah sampai kayak gitu kok sok pahlawan memeluk Fayza? Pembuluh darah mu kena cumiii!" omel Joey. "Untung kamu nggak lewat!"


"Dimana ... Fay?" tanya Hideo lagi.


"Sebentar aku panggilkan." Pria berdarah Italia itu pun keluar dari ruang rawat Hideo.


"Fay, Hideo mencarimu." Joey memanggil adiknya yang sedang mengobrol dengan Kristal dan Yanti.


"Aku masuk dulu mom, Tante."


"Temani suamimu, sayang." Kristal memeluk putrinya.


Fayza pun mengangguk dan masuk ke dalam kamar. Hideo mengulas senyum saat melihat istrinya masuk dan menutup pintunya.


"Alhamdulillah sudah sadar kamu" ucap Fayza sambil mengambil kursi dan duduk di sisi kanan tempat tidur suaminya. Tampak perban menutupi tangan kanan Hideo..


"Fay..."


"Ya Hideo?"


"Aku... akan menuruti semua kemauanmu. Jika kamu...ingin kita berpisah setelah Shinichi hadir... Akan aku turuti...."


Fayza menganga mendengar ucapan Hideo.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2