
Keesokan harinya, Luca kembali mendatangi kantor polisi tempat Emi istrinya ditahan. Pihak NYPD meminta agar istrinya ditahan dua hari karena pria kedua yang kena lempar sepatunya mengalami luka serius.
Luca dan Steven sudah meminta penangguhan tahanan namun tidak dikabulkan oleh NYPD. Pagi ini Luca datang dengan membawa baju ganti dan sarapan untuk istrinya. Karena dia anggota keluarga Bianchi dan Pratomo yang memiliki hubungan baik apalagi Bryan Smith sang paman, sering membantu NYPD, maka diberikan hak istimewa menggunakan ruang interogasi untuk makan dan berganti pakaian.
"Luke dan Leia gimana?" tanya Emi setelah mengganti baju kerjanya yang dipakai sehari semalam ke kaus dan jeans serta sepatu sneaker.
"Dobel L baik-baik saja, sama Tante Keia dan Alea." Luca menyiapkan sarapan untuk istrinya.
"Alea tidak ke PRC group?" tanya Emi soal sepupu suaminya yang merupakan putri Keia Al Jordan dan Ezra Hamilton.
"Katanya off dulu demi menemani keponakan" ucap Luca.
Tiba-tiba terjadi kericuhan yang membuat Luca dan Emi saling berpandangan. Tak berapa lama, pintu itu terbuka dan tampak seorang pria paruh baya dengan wajah garang berdiri disana.
"Otousan?" seru Emi kaget.
"Papa?" seru Luca.
"Emi! Luca! Ayo pulang!" seru pria bernama Takeshi Takara itu dengan nada galak.
"HAAAAHH?"
Introducing Takeshi Takara
***
"Otousan, tidak bisa begitu dong! Aku harus komitmen dua hari di sel!" sungut Emi kesal karena ayahnya datang seenaknya. "Sini bukan Tokyo, otosan!"
"Salam kenal Tante Fumiko, saya Luca Bianchi" ucap Luca sambil bersalaman dengan ibu Hideo.
"Bagaimana Hideo?" tanya Fumiko.
"Hideo baik-baik saja. Jika Tante mau, nanti saya antar" senyum Luca.
"Beraninya mereka menghajar putri ku yang cantik dan precious ini." Takeshi memindai tubuh putrinya.
"Ya ampun, aku baik-baik saja Otousan!" cebik Emi kesal karena meskipun sudah menikah dan punya dua anak, Takeshi selalu menganggap dirinya masih SMA.
"Halo! Apa aku mengganggu?" suara Travis Blair membuat semua orang menoleh.
"Tidak lah! Hei, anak ganteng! Tolong bebaskan putri Oom. Dia itu my precious, Blair!" rayu Takeshi dengan wajah memelas.
Travis melongo. "Oom, nggak malu sama tattoo?"
Luca dan Emi terbahak sedangkan Fumiko hanya memegang pelipisnya.
***
Benji akhirnya mulai sadar dan merasakan tubuhnya remuk redam. Suara era*Ngan karena badannya sakit, membuat Briana dan Geun-moon terbangun. Dua wanita itu memang semalaman menunggui Benji sedangkan Bryan pergi bersama Abi, Joey dan Levi ke MB Enterprise building untuk mengadakan pertemuan.
"Benji, anak mommy yang ganteng..." ucap Briana. "Sudah bangun sayang?"
"Mom...aku dimana?" bisik Benji sedikit mengerenyitkan bibirnya yang bengkak.
__ADS_1
"Rumah sakit. Ini coba lihat ada siapa?" senyum Briana yang menyingkirkan tubuhnya dan tampak Geun-moon di belakangnya.
"Halo B" sapa Geun-moon sambil tersenyum manis.
"Halo GM... terimakasih ya... sudah memanggil bang Joey dan Hideo Hyung." Benji tersenyum ke arah gadis cantik itu.
"Sama-sama B tapi kata bang Joey, kamu hebat masih bisa berdiri meskipun dikeroyok delapan orang."
"Terus ... gimana ceritanya?" tanya Benji. "Mom, minta... minum."
Briana dengan telaten mengambilkan minum untuk putranya. Si bontot dari generasi kelima itu memang manja dengan Briana.
"Emi eonni ditahan" jawab Geun-moon.
"Kenapa?" tanya Benji bingung.
"Membunuh orang dengan sepatunya" jawab Briana.
"Kok bisa?" Benji menatap Geun-moon dan Briana bergantian.
***
Seorang pria dengan wajah cantik dan pria Asia tampan tiba di bandara JFK dengan wajah dingin... sebenarnya yang berwajah cantik yang memasang wajah dingin sedangkan pria Asia itu tampil santai.
Mas Aji
"Ji, mana nih jemputan?" sungut pria cantik itu.
"Sabar kenapa Quinn." Orang sabar disayang Tuhan cengir Aji dengan bahasa isyarat yang membuat Hoshi menatapnya judes.
"Dibilang gue kagak paham bahasa Morse elu juga!" sahut Hoshi galak.
Aji terbahak. Dua hot Daddy itu pun menunggu jemputan dan tak lama Georgina O'Grady Bianchi datang dengan wajah tersenyum manis.
"Halo adik-adikku yang tampan. Yuk ke markas" ajak dokter gigi itu.
"Mbak Gina telat ih!" sungut Hoshi.
"Macet cumiii! Cerewet lu!" sungut istri Joey Bianchi itu.
Keduanya pun masuk ke dalam Range Rover Georgina.
"Mbak Emi gimana mbak?" tanya Hoshi. "Kan ini sudah hari ketiga ditahan."
"Udah bebas kok! Pakai jaminan dan Oom Takeshi yang bayar."
"Kena berapa?" tanya Aji.
"$500,000."
"WHAAAATTT?" teriak Hoshi dan Aji bersamaan. "Hanya gara-gara Jimmy Choo?"
__ADS_1
Georgina mengangguk. "Oom Takeshi juga marah-marah tapi daripada jaminannya naik lagi mending diam saja dulu."
"Bang Travis memangnya tidak bisa bebasin?" tanya Hoshi. "Macam aku dulu?"
"Kamu kan tidak sampai bunuh orang, Hosh. Emi kan sampai menghilangkan nyawa biarpun pembelaan diri."
"Terus sekarang trio cecunguknya dimana? Katanya Big Jang sudah Nemu." Hoshi menatap kakak sepupu iparnya yang berambut pendek itu.
"Ken Musashi berhasil menangkap Han-sol sedangkan Yoo-ra dan Park Jung-Min kabur."
"Kemana?" tanya Aji.
"Big Jang bilang kemungkinan ke Queens sedangkan Queens adalah areanya Diazo dan sekarang Oom Ashley dan klan Diazo sedang menyelidiki disana.
"Terus delapan orang yang hajar Benji?" tanya Hoshi.
"Satu letnan Infinity One ditembak mati polisi. Yang tujuh pengeroyok Benji masih di kantor polisi. Dan menurut rencana akan dideportasi ke Seoul besok" ucap Georgina.
"Siapa sih duta besarnya Korsel di Amerika Serikat?" gumam Hoshi sambil membuka ponselnya.
"Memang kenapa Quinn?" tanya Aji.
"Tanganku gatal ingin menghajar ketujuh orang yang menghajar Benji" cengir Hoshi. "Hah? Duta besarnya si Lee Woon-ji? Kok bisa jadi duta besar sih? Jaman di MIT tukang pesta dan nyontek!"
"Kamu kenal Hosh?" tanya Georgina.
"Ini orang yang pernah mau menjebak mas Abi ke pesta minuman keras. Mas Abi untungnya waspada dan sempat dihajar sih." Hoshi lalu mencari nomor telepon Lee Woon-ji.
Georgina melirik Aji dari spion dan hanya dijawab gelengan karena Aji sendiri tidak tahu.
"Woon-ji? Paramudya Quinn Reeves. Kalau kamu kagak mau skandal masa lalu kamu aku lempar ke kolom gosip, kamu harus menurut apa mau aku!" ucap Hoshi judes.
Georgina hanya tersenyum smirk. Payah kalau semua panasan darahnya.
***
Abi O'Grady tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Georgina saat mereka semua berada di mansion Blair.
"Sudah tahu Hoshi kalau sudah punya karep ya gitu" gelak Abi.
"Tapi apa benar duta Besar Korea Selatan itu teman kamu dulu kuliah mas?" tanya Gandari, istri Abi.
"Yoi. Tapi dia lulusnya setahun setelah aku. Sejujurnya aku sudah tidak ingat dimana video yang aku ambil saat si Woon-ji hendak menjebak aku." Abi menatap Gandari.
"Aku masih menyimpannya" sahut Hoshi. "Dan ternyata video aib itu memang berguna kan?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1