
Hideo akhirnya membantu untuk kerjasama antara Silver Shinning dan Big Jang setelah dirinya menjadi penghubung dengan Lee Chan. Setelahnya dia serahkan kepada Hyong-wa dan Jae-Hee karena Hideo tetap berkomitmen untuk melepaskan semua atribut Silver Shinning.
Hasil pertemuan hari itu semua anggota klan akan saling membantu dalam memberikan semua informasi. Hideo sendiri tampak tidak percaya melihat keakraban mereka semua. Memang di Asia Timur hingga Asia Tenggara, nama Silver Shinning sangat disegani tapi di benua Amerika, mereka masih dianggap anak bawang meskipun sudah tiga generasi Park yang memegang.
Hideo sekali lagi membungkuk hormat kepada semua klan mafia sahabat mertuanya yang membuat para ketua disana menatap respek ke menantu Ashley Sky.
"Mr Sky, saya suka sikap menantu anda. Dulu Haris pun juga sama dan sekarang Hideo yang memiliki adab yang baik." Big Jang menyalami Ashley dengan hangat.
Haris Lexington, suami Freya sempat membantu pembukaan klan Big Jang yang terdapat kecurangan oleh akuntannya sendiri. Ketika Jang Geun-yong meminta bantuan Ashley mencarikan akuntan independen, Haris lah yang diminta bantuan.
"Terimakasih Mr Jang. Saya harap kita tetap bersahabat terus" senyum Ashley.
"Of course." Jang Geun-yong tersenyum lalu memberi kode kepada anak buahnya untuk mengikuti dirinya.
Satu persatu semua sahabat pun kembali ke wilayahnya masing-masing meninggalkan Ashley, Joey, Emi, Hideo, Abi, Bryan, Hyong-wa, Jae-Hee dan Georgina yang baru datang menyusul.
"Kita tidak tahu kapan orang-orang itu bergerak mendekati Fayza dan Hideo tapi Oom rasa mereka akan datang saat Fay hendak melahirkan" ucap Ashley.
"Lennox Hill Hospital itu terkenal ketatnya Oom tapi kita juga tidak boleh lengah apalagi orang-orang itu sudah mulai mengusik wilayah para klan lainnya" ucap Abi.
"Maaf saya interupsi tapi apakah Edward Blair dan Yuna Pratomo Blair dikenal baik oleh para semua klan mafia di New York?" tanya Hideo yang membuat semua orang menoleh.
"Well, boleh dibilang Oma buyutku itu singa betina Pratomo" kekeh Abi. "Asal kamu tahu Hideo, semua mafia disini pada jaman Opa dan Oma buyutku masih hidup, paling segan dengan Omaku itu. Nanti aku ceritakan bagaimana Oma buyutku itu bisa menguasai semua klan."
"Jangan berpikiran macam-macam, Oma Yuna itu adalah negosiator ulung. Dia melakukan pendekatan persuasif yang halus hingga semua orang bisa hormat kepadanya. Opa Edward malah kalah kalau soal mulut pedas" gelak Bryan.
"Jangan ditanya generasi mereka seperti apa, yang jelas kata Oma Miki, rusuh dan gesrek" sambung Joey.
Hideo hanya mengangguk.
***
Setelah berunding diantara keluarga, Hideo pun pulang ke apartemen dan disambut oleh Fayza yang tersenyum manis.
"Bagaimana pertemuannya?" tanya Fayza sambil memegang tangan Hideo yang sehat.
"Mengerikan" ucap Hideo yang membuat Fayza terbahak.
"Silver Shinning memang besar, Hideo tapi kalian masih kalah dibandingkan di New York."
"Fay, apa rekan bisnis kalian tahu kalian bersahabat dengan mafia?" tanya Hideo.
__ADS_1
"Tahu atau nggak, bukan urusan kami tapi yang jelas kami tetap menjalin hubungan baik dengan siapa saja, mau kawan atau lawan. Selama kami saling tahu etika dan hormat ke semuanya, aman lah." Fayza mengucapkan itu dengan santai.
"Ms Sky." Suara seorang wanita membuat keduanya menoleh.
"Ya Bibi Mai?" sahut Fayza.
"Saya akan kembali ke tempat saya ya. Di apartemen ini juga" ucap wanita berusia sekitar 40 tahun itu.
"Oke bibi Mai. Terimakasih sudah menjaga aku." Fayza memeluk wanita itu.
"Sudah jadi tugas saya, Ms Sky." Mai yang berdarah Jepang itu adalah pengawal Kristal sebelumnya tapi sekarang ditunjuk oleh Ashley untuk mengawal Fayza karena selain jago beladiri dan menembak, Mai juga memiliki lisensi perawat. Ashley dan Kristal ingin nantinya cucu mereka lahir, sudah ada pengawal yang tidak hanya jago beladiri tapi juga membantu Fayza untuk merawat bayinya.
"Terima kasih bibi Mai" ucap Hideo.
Mai pun mengangguk hormat dan meninggalkan apartemen Hideo.
"Jin kemana sayang?" tanya Hideo yang tidak melihat asistennya.
"Tadi dipanggil Opa Javier ke rumah sakit."
Hideo terkejut. "Mr Arata kenapa, Fay?"
"Opa tidak apa-apa, hanya saja jiwa keponya berkobar. Terkadang opa-opa aku itu suka lupa umur dan ingin ikut gegeran." Fayza tersenyum sambil menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Chinese food."
***
Seminggu berlalu dan tidak ada pergerakan baik dari Yoo-ra, Han-sol maupun Par Jung-Min membuat Hideo penasaran dengan langkah apa yang sedang direncanakan oleh orang-orang itu.
Kabar dari para sahabat klan pun menyatakan bahwa hanya ada insiden kecil-kecilan yang tidak terlalu mencolok radar hingga bisa diselesaikan oleh para letnan klan itu sendiri.
Ashley dan Hideo sendiri tetap waspada dengan pergerakan apapun begitu juga dengan Bryan dan Benji yang selalu memeriksa semua CCTV baik di sekitar apartemen Hideo maupun rumah Ashley.
Para teknisi dan tim IT masing-masing klan pun saling berbagi informasi dengan Benji. Beberapa teman kuliahnya dulu ternyata menjadi bagian tim IT klan mafia. Seperti Jang Geun-moon, anak Jang Geun-yong yang seumuran Benji, adalah teman main game sejak jaman kuliah.
"GM, kamu Nemu sesuatu?" tanya Benji sembari berjalan menuju apartemen Hideo melalui airpods nya.
"Belum B. Memang kamu kemana? Kok suaranya seperti di Manhattan?" tanya Geun-moon.
"Ke apartemen mbak Fayza. Ada yang ingin aku bicarakan sama Hideo Hyung."
__ADS_1
"Kukira keluarga aku sudah dark ternyata keluarga kamu sama saja B" gelak Geun-moon.
"Kenapa?" tanya Benji.
"Keluarga mu mengerikan B. Mana Klan besar-besar itu masih ada hubungan darah sama kamu. Eh sekarang kakak iparmu mantan pemimpin Silver Shinning lagi!"
"Daddymu kan kerja sama dengan Lee Chan kan?"
"Iya, berkat iparmu itu."
Benji terdiam ketika melihat ada beberapa orang berdarah Korea berdiri seperti menunggu dirinya dekat gedung apartemen Hideo.
"B? Ada apa?" tanya Geun-moon yang bingung tiba-tiba sahabatnya terdiam.
"GM, tolong hubungi Daddyku dan kakakku Joey. Aku dihadang oleh Infinity One."
Geun-moon terkejut. "Aku hubungi Joey Hyung."
"Hubungi Oom Levi dan Hideo Hyung. Ada bang Jin Kawashima bersama dirinya." Benji bersiap-siap melihat sekitar ada delapan orang yang menghadangnya.
"Oke B! Panggilan mu tidak aku matikan!" Geun-moon segera menghubungi Bryan, Joey, Levi, Hideo dan ayahnya.
"Benjiro Smith! Hari ini adalah hari keberuntungan mu!" ucap salah satu dari mereka.
"Really?! Aku rasa ini adalah hari apesku! Matahari terbit dari barat sih!" seringai Benji.
"Cari mati kau!"
Benji langsung mengambil baton di balik pinggangnya.
***
Anak bontot diserang
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️