
Fayza bangun dengan senyuman terulas di bibirnya dan melirik ke arah belakang dimana seseorang memeluk dirinya dengan posesif. Semalam keduanya akhirnya memadu kasih setelah sekian lama dan Hideo melakukannya dengan begitu lembut hingga Fayza mendapatkan kepuasannya beberapa kali.
Fayza yang awalnya tidak nyaman karena bentuk tubuhnya akhirnya menikmati permainan Hideo setelah pria itu mengatakan bahwa dirinya tampak seksih dengan perut besar itu.
"Kamu semakin seksih, sayang...karena kamu membawa anak kita disini" ucap Hideo sembari menciumi perutnya semalam.
Fayza mengelus tangan yang memeluknya dan membuat si pemilik pun terbangun.
"Pagi, sayang" bisik Hideo sen*sual sembari menciumi tengkuk Fayza.
"Pagi Hideo. Aku mau pipis..." Fayza menoleh sambil tersenyum.
"Ayo aku temani." Hideo pun bangun dan membantu Fayza untuk bangun tidak perduli keduanya masih polos. Pria itu memeluk Fayza dari belakang sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Hideo..."
"Hhmmm..."
"Junior kamu kok malah bangun?" kekeh Fayza.
"Kamu sih! Makanya bangun deh!" gerutu Hideo. "Kamu pipis lalu kita mandi bersama ya?"
Fayza memicingkan matanya. "Modus!"
Hideo terbahak. "Puasa lama, tahu nggak?"
Fayza cemberut dan segera masuk ke kamar mandi dengan ditunggui Hideo. Selesai pipis dan membersihkan diri, Fayza keluar dari kamar mandi namun Hideo membawanya masuk ke kamar mandi.
Dan kejadian semalam pun terulang lagi.
***
Fayza sibuk membuat pancake untuk sarapan mereka berdua sedangkan Hideo bekerja di meja pantry. Bima dan Radit mengirimkan banyak model, berat dan harga perhiasan emas yang hendak ditawarkan ke klien-klien Hideo.
Pria itu lalu menelpon Fumiko dan Jin Kawashima untuk memberikan data-data dari Bima.
"Ternyata model perhiasan yang dimiliki Bima bagus-bagus, Hide. Okāsan suka dan kalau okāsan suka pasti klien kita suka" ucap Fumiko melalui panggilan video dari MacBook Hideo.
"Kata Bima itu memang model terbaru hasil desain Arimbi. Terkadang istri Bima suka memberikan desain perhiasan untuk dijual di tokonya" sahut Hideo sambil menatap Fayza yang sibuk menata pancake.
"Hideo, okāsan mu disini, bukan disana" tegur Fumiko sambil tertawa.
"Tampaknya boss dan nyonya sudah berbaikan, nyonya besar" timpal Jin tersenyum.
"Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya" ucap Fumiko tulus.
"Jin, aku serahkan semua urusan klien ini padamu ya. Okāsan, aku sarapan dulu bersama istriku." Hideo berpamitan dengan keduanya.
"Sarapan apa boy?" tanya Fumiko.
"Pancake yang gampang" jawab Hideo. "Bye semuanya. Selamat malam." New York pagi sedangkan Tokyo malam.
"Malam sayang."
Hideo menutup laptopnya dan melihat dua piring berisikan pancake di hadapannya.
__ADS_1
"Lho sudah selesai telpon mama?" tanya Fayza yang melihat suaminya berjalan meletakkan laptopnya di atas meja kopi.
"Sudah, hanya memberikan email soal desain perhiasan untuk klien okāsan di Jepang. Sungguh riwil orang itu." Hideo pun duduk bersebalahan dengan Fayza di meja pantry. "Tampaknya enak!"
"Makan saja baru nanti merasakan" sahut Fayza.
Hideo pun memakan pancakenya dan tersenyum. "Enak sayang."
Fayza mengangguk.
***
Usai sarapan, Fayza membereskan semuanya sedangkan Hideo memilih untuk menonton tv. Sebuah film tv seri klasik menjadi tontonannya pagi ini.
"Mission Impossible?" goda Fayza yang duduk di sebelahnya.
"Film jaman Opa buyutku sepertinya" kekeh Hideo sambil membawa kaki Fayza ke pangkuannya.
"Opa buyutku juga. Astagaaa, masih ada Martin Landau, Peter Graves, Barbara Bain" kekeh Fayza.
"Kamu tahu nama-nama pemainnya?" tanya Hideo tidak percaya.
"Omaku adalah penggemar film klasik dan aku suka ikut nonton bareng. Bahkan aku lebih hapal aktor dan aktris lama dibandingkan mbak Freya."
"Jangan bilang Freya sukanya nonton film horor" ucap Hideo.
"Ohya, mbak Freya penggemar film horor dan film favoritnya adalah The Sleepy Hollow yang aktornya adalah Johnny Depp. Dulu sampai mbak Freya ingin mendapatkan suami seperti Johnny Depp tapi dapatnya Haris Lexington yang penakut!" gelak Fayza.
"Mas Haris takut hantu dan dulu waktu belum menikah, sempat diajak mbak Freya cari penampakan tapi akhirnya pingsan saking takutnya ( Baca : Bonchap Duda Untuk Davina chapter Pocooonnggg! ) Dan mbak Freya hanya bisa sebal sama mas Haris."
"Astagaaa kakakmu satu itu..." gumam Hideo sambil memegang pelipisnya.
"Kamu kalau bertemu dengan mbak Freya, jangan kaget ya."
"Kenapa?"
"Dia orang ketiga di keluarga aku yang paling reseh, cerewet, kalau ngomong tidak pakai filter dan sesukanya sendiri."
"Memangnya nomor satu dan dua siapa?" tanya Hideo.
"Mas Hoshi dan mas Bima."
Hideo tertawa. "Sudah kuduga."
***
Hari-hari berikutnya kehidupan Fayza dan Hideo seperti saat mereka berada di rumah Jeju, saling menikmati berdua bahkan mereka sempat merakit bersama box bayi yang sudah datang.
Hideo juga membantu Fayza memasukkan baju-baju untuk putranya kelak di dalam lemari dan sengaja kamar tamu disulap menjadi kamar bayi yang sudah mulai tampak pernak perniknya.
"Hideo!" panggil Fayza ketika seorang kurir datang membawakan sebuah box bayi lagi.
"Apa sayang?" tanya Hideo yang baru saja membereskan pekerjaan.
__ADS_1
"Kenapa kamu pesan box bayi lagi?" tanya Fayza kesal karena suaminya boros.
Hideo menandatangani nota pembelian dan kurir itu pun pergi.
"Buat di kamar kita sayang" jawab Hideo sambil menutup pintu apartemen.
"Tapi kan sudah ada satu di kamar tamu."
"Ini yang bentuknya rocking crib dan tidak sebesar yang di kamar. Jadi nanti kalau Shinichi mau bobok siang bersama kamu di kamar, dia bisa tidur di kamar kita." Hideo memeluk istrinya yang cemberut. "Ayo, kita pasang bareng-bareng."
***
Pagi ini Hideo dan Fayza sudah rapi dan bersiap untuk memeriksakan kehamilan bumil itu yang sudah masuk usia delapan bulan. Keduanya pun bersiap menuju Lennox Hill Hospital yang berada di daerah Manhattan, dekat dengan apartmen keduanya.
Seperti biasa dua pengawal kiriman Ashley pun sudah siap di basement parkir namun kali ini mereka benar-benar mengawal keduanya, tidak menjadi bayangan seperti sebelumnya.
Semalam memang Ashley meminta agar Hideo dan Fayza mau dikawal dengan dua pengawalnya.
"Kalian kan mau kontrol, alangkah baiknya jika kalian duduk manis tinggal sampai di rumah sakit" ucap Ashley semalam.
"Tapi Dad.."
"Fayza, please. Turuti kata Daddy" pinta Ashley.
"Baiklah" jawab Fayza.
Kini dua pengawal itu mengantarkan Fayza dan Hideo untuk kontrol rutin. Keduanya sengaja ke rumah sakit yang dikenal elite karena ingin memiliki privacy mengingat jika lahiran nanti pasti akan pada datang keluarga besar Fayza.
"Aku kok lapar ya?" gumam Fayza.
"Hah?" Hideo mendelik. "John, kita ke Drive thru di McDonald's. Istriku lapar."
"Yes Sir."
Hideo memesan big Mac, kentang goreng dan caramel mocha untuk mereka semua. Setelahnya mereka menuju rumah sakit dengan Fayza masih mengemil French fries.
"Kalau masih lapar, nanti habis kontrol kita makan lagi" kekeh Hideo.
"Entah kenapa aku lapar sekarang" gumam Fayza.
"Tampaknya Shinichi memang punya selera makan yang besar." Hideo tersenyum memandang istrinya.
Keduanya kini menunggu dokter untuk memanggil nama Fayza.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift cards
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1