MAAFKAN AKU, CINTA

MAAFKAN AKU, CINTA
BAB 23. MENDAPATKAN BUKTI


__ADS_3

Rey kembali ke kamar, dia menyangka jika Alira sudah tidur. Dan dia bermaksud untuk menggeledah kamar Sabrina setelah semua orang terlelap.


Pokoknya malam ini, Rey harus bisa menemukan petunjuk.


Setelah di rasa aman, Rey berjingkat pergi, lalu dia menuju ke bekas kamar Sabrina.


Kamar itu terkunci, tapi Rey tidak kehabisan akal, dan akhirnya diapun berhasil membukanya.


Rey menutup pintu agar tidak ada yang curiga, lalu diapun mulai menggeledah.


Lemari, nakas, tempat tidur menjadi sasaran pencariannya, Namun Rey belum juga menemukan petunjuk. Padahal dia sudah memeriksa setiap laci-laci yang ada di sana.


Rey duduk sejenak sambil memperhatikan ke sekeliling dan matanya tertuju pada benda kecil yang terselip di kaki tempat tidur.


"Tespek..."


"Berarti diagnosaku benar, Rina hamil, lantas dengan siapa? Rin kenapa kamu pergi, kenapa kamu tidak jujur dan merahasiakan hal sebesar ini dari kami," monolog Rey sembari mengulang pencariannya.


Rey tidak menyadari jika Alira ternyata mengikutinya dan mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit.


Satu persatu pakaian Sabrina dikeluarkan dari dalam lemari dan Rey menemukan sebuah kotak kecil yang menarik perhatiannya.


Rey mengambil kotak tersebut lalu membukanya, dia menemukan sebuah ponsel, yang Rey sendiri tidak pernah melihat ponsel itu digunakan oleh Sabrina.

__ADS_1


Dan yang paling membuat Rey terkejut, dia melihat anting yang tinggal sebelah. Anting itu sangat mirip dengan yang dia temukan di kamar hotel saat itu.


Rey memasukkan ketiga benda tersebut ke dalam sakunya, dia akan memeriksanya nanti.


Saat ini dia akan merapikan kembali barang-barang milik Sabrina seperti semula.


Sabrina ceroboh, karena terburu-buru berkemas, dia melupakan bukti yang ada. Mengenai tespek barangkali nggak sengaja terjatuh saat dia ingin membuangnya.


Setelah semua kembali rapi, Rey pun bergegas keluar dari sana, sedangkan Alira sudah duluan pergi agar tidak ketahuan jika dirinya mengintai apa yang Rey lakukan.


"Sebenarnya apa yang Rey cari di sana dan kenapa dia membongkar semua barang milik Sabrina. Argh...Rey, ada apa sebenarnya, rahasia apa yang kalian sembunyikan dariku!" monolog Alira yang sudah kembali ke kamar.


Alira tadi tidak melihat jelas saat Rey menemukan barang bukti. Jadi Alira masih bingung, apa sebenarnya yang Rey cari.


Rey baru ingat jika Sabrina juga pernah mengenakan Bros seperti yang dia temukan. Mengenai anting, selama ini Rey tidak terlalu memperhatikan karena tertutup hijab.


Nanti sore, Rey berencana ingin ke rumah sakit untuk mencocokan anting tersebut dengan barang bukti yang dia dapatkan saat itu.


Rey memang sengaja menyimpan barang bukti berupa anting dan juga Bros di dalam laci ruangan kerjanya.


Kalau memang anting itu pasangannya, Rey harus kembali ke hotel untuk mencari tahu apakah malam itu Sabrina juga datang ke sana.


Pikiran Rey makin tidak tenang, bagaimana jika apa yang ada dalam benaknya saat ini memang benar, jika Sabrina lah wanita yang tidur dengannya malam itu.

__ADS_1


Alira menggeliatkan tubuh dan kini giliran Rey yang pura-pura tidur. Setelah Alira beranjak keluar, barulah Rey membuka mata.


Rey, mengambil ponsel temuannya dan dia bermonolog, "Apakah ponsel ini juga menyimpan rahasia atau memang rusak dan nggak pernah dipakai oleh Rina."


"Aku akan coba mencargernya nanti, barangkali ada hal penting yang Rina rahasiakan di dalamnya."


Rey menyimpan kembali barang-barang itu, dia takut jika Alira kembali dan melihatnya.


Alira kembali ke kamar sembari membawa air minum, ternyata dia tadi ke dapur karena merasa haus.


Dan dia melihat Rey baru keluar dari kamar mandi.


"Al, sore ini aku mau ke rumah sakit sebentar ada yang harus aku kerjakan. Aku usahakan saat makan malam sudah sampai rumah. Kamu nggak apa-apa kan aku tinggal?"


Alira diam, sebenarnya dia ingin ikut tapi Rey pasti merasa tidak nyaman. Lalu dia menjawab, "Nggak apa-apa Kak, pergilah. Paling aku akan ke swalayan terdekat saja untuk belanja kebutuhan kita."


"Ajak bunda saja, biar bisa temani kamu."


"Iya Kak."


Alira berkata begitu agar Rey tidak merasa curiga, karena dia berencana ingin membuntutinya.


Kecurigaan Alira makin bertambah dengan apa yang Rey lakukan tadi di kamar Sabrina. Menurutnya, Rey sore ini keluar pasti akan mencari informasi tentang keberadaan Sabrina saat ini.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2