MAAFKAN AKU, CINTA

MAAFKAN AKU, CINTA
BAB 30. KEJUTAN


__ADS_3

Di dalam kamar, Rey masih merasa tidak nyaman, dia baru tahu bagaimana rasanya ngidam.


Saat Rey sedang asyik menikmati rujak, ponselnya berdering, ternyata panggilan video dari Alira.


"Hallo Kak, sedang ngapain? Sejak siang aku hubungi kenapa ponsel Kakak selalu sibuk?"


"Iya Sayang, maaf ya. Tadi ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal. Kamu sedang di mana itu?" tanya Rey yang merasa tidak asing dengan tempat Alira berdiri.


"Di depan rumah sakit."


"Rumah sakit mana Ra?"


"Keluarlah Kak, aku ada di depan," jawab Alira sembari meringis.


"Kamu kesini? Sama siapa Ra?"


"Sendiri Kak."


"Tunggulah di situ, aku akan keluar."


Rey meraup wajahnya, dia sangat terkejut saat mengetahui jika Alira menyusulnya. Bakal kacau rencananya untuk mencari Sabrina.


Sebelum keluar, Rey menelepon teman-temannya agar menjaga rahasia maksud kedatangannya ke Bali. Setelah itu Rey pun buru-buru keluar untuk menemui Alira.


Begitu membuka pintu, Alira sudah ada dihadapannya. Lagi-lagi kejutan dari Alira membuat Rey sport jantung.


"Kenapa Kakak terkejut? Aku berhasil membuat surprise kan?"

__ADS_1


"I-iya Ra. Ayo masuk! disinilah aku menginap."


"Hemm, kenapa tidak menginap di hotel saja Kak? disini sangat pengap, tidak sehat untuk Kakak."


"Biar enak kerjanya Ra, jam berapa pun kami dibutuhkan, tinggal lari saja, sudah sampai."


"Ya sih, tapi kesehatan harus tetap di jaga Kak. Ayo kita ke hotel saja, mana bisa aku tidur di sini? Lagipula tempat tidurnya sangat kecil, nggak muat untuk kita berdua."


"Iya Ra, sebentar ya aku bersiap dulu."


Rey pun bergegas mengganti pakaiannya, sedangkan Alira masih memperhatikan sekeliling dan saat dia melihat rujak di atas meja, Alira pun mengernyitkan dahi.


"Kakak yang makan rujak?"


"Iya Ra."


"Tapi kan, Kak Rey paling tidak suka dengan buah yang asam? Kenapa isi rujaknya buah asam semua?" tanya Alira yang merasa heran.


"Oh, Kakak sakit?"


"Kurang enak body saja. Ayo kita berangkat sekarang. Kita naik taksi saja."


"Iya kak, sebentar aku pesan dulu."


Sambil berjalan, Alira pun memesan taksi online. Dia memilih hotel yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Rey bekerja.


Taksi sudah menunggu di luar, lalu merekapun menuju hotel yang Alira mau.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Alira langsung menemui resepsionis untuk mengambil kunci. Dia telah membooking kamar untuk satu minggu ke depan.


Setelah berada di kamar, Rey pun bertanya kepada Alira, "Sayang, aku besok kerja, kamu bagaimana?"


"Aku ikut Kakak saja, barangkali ada yang bisa aku lakukan untuk membantu tugas kakak."


"Tapi Ra..."


"Memangnya kenapa Kak? Kakak malu ya jika aku ikut bekerja? Aku janji deh, tidak akan mengganggu Kakak!"


"Kamu jalan-jalan saja, tapi jangan jauh-jauh. Aku takut kamu bosan jika ikut bekerja denganku."


"Boleh juga saran Kakak. Baiklah besok aku akan bayar pemandu untuk membawaku jalan-jalan."


"Nah itu lebih baik, biar kamu nggak bete."


Rey merasa sedikit lega, setidaknya dia tidak akan di mata-matain, jadi masih bisa memanfaatkan waktu untuk mencari Sabrina.


Sedangkan dalam hati Alira, dia berkata, "Kamu pikir aku bodoh Kak! aku tidak akan membiarkan mu menemukan Sabrina. Bagaimana pun caranya, aku akan menghalangi kalian!"


"Istirahatlah Ra, kamu pasti lelah, aku pesan makanan dulu ya."


Alira pun merebahkan diri di kasur, pikirannya masih tertuju kepada Sabrina. Dia harus bisa menemukannya lebih dulu sebelum Rey yang menemukannya.


Alira akan membuat perhitungan, agar Sabrina tidak merampas kebahagiaannya.


Ternyata Alira sudah mengetahui tentang hal yang Sabrina alami dan juga tentang kehamilannya.

__ADS_1


Pengawal yang Alira bayar, telah melaporkan semuanya, termasuk tentang kehamilan Sabrina.


Alira bertekad tidak akan mundur dan dia tidak akan mau mengalah, meskipun benar anak dalam kandungan Sabrina adalah darah daging Rey, suaminya.


__ADS_2