MAAFKAN AKU, CINTA

MAAFKAN AKU, CINTA
BAB 38. MEMUTUSKAN UNTUK PULANG


__ADS_3

Setelah membalas chatt dari orang suruhannya, Alira pun berusaha untuk tidur, dia masih kesal terhadap Rey yang terus-menerus mengacuhkannya.


Dengan memunggungi Rey, Alira berusaha tidur, tapi hatinya masih saja gelisah. Dia harus segera menyelesaikan masalah ini sebelum rumah tangganya hancur.


Rey bangkit, lalu bergegas ke kamar mandi, dia ingin berendam air hangat untuk merilekskan pikiran serta tubuhnya yang terasa letih.


Sembari berendam, Rey memejamkan mata, dia memikirkan langkah apa selanjutnya yang akan dia lakukan untuk mencari serta menemukan Sabrina.


Setelah tenang, Rey pun bergegas keluar dari bathtub, lalu membasuh tubuhnya dengan kucuran air shower. Di bawah kucuran air dia menemukan cara.


Rey akan mengajak Bu Murni, saat dia kembali untuk mencari Sabrina.


Mungkin dengan cara itu, Sabrina akan luluh serta mau keluar dari tempatnya bersembunyi untuk menyelesaikan masalahnya dengan Rey.


Rey buru-buru mengelap tubuhnya dengan handuk, lalu diapun berpakaian rapi. Malam ini, Rey akan mencoba sekali lagi berkeliling kota Bali. Jika tidak juga menemukan Sabrina, barulah besok pagi dia akan kembali ke Jakarta.


Alira yang belum tidur, bangkit saat mendengar Rey berbicara ditelepon dengan temannya. Dia senang, akhirnya Rey memutuskan untuk pulang, yang disebutkan dalam obrolannya.


Ketika Rey selesai dengan panggilannya, Alira pun berkata, "Jadi besok kita pulang Kak?"


"Iya, kita pulang. Oh ya Ra, aku akan keluar sebentar. Kamu kalau ngantuk tidur saja dan kunci pintunya."

__ADS_1


"Kakak mau kemana?"


"Aku mau bertemu teman sebentar, ada barang titipan yang harus aku ambil untuk orangtua temanku itu."


"Oh, kalau begitu aku ikut ya Kak!"


"Nggak usah Ra, aku nggak akan lama. Kamu tidurlah!"


"Ya sudah, hati-hati ya Kak."


"Hemm."


Kemudian Rey pun memakai jaket serta sepatunya, lalu buru-buru keluar karena taksi pesanannya sudah menunggu.


Dengan kesal, Alira kembali ke kamar, lalu menghempaskan dirinya di kasur dan menangis.


Tapi setelah itu, Alira menelepon orang suruhannya, agar besok pagi segera melaksanakan tugasnya. Dia sudah tidak sabar, ingin Sabrina dan bayi dalam kandungannya cepat pergi dari kehidupan rumahtangganya.


Bahkan dia berani menambah bayaran jika semuanya bisa mereka selesaikan sebelum dirinya terbang, pulang ke Jakarta.


Orang-orang suruhannya pun setuju dan mereka berjanji, besok akan mengirimkan foto Sabrina jika sudah ada dalam sekapan mereka.

__ADS_1


Alira pun merasa sedikit tenang, lalu diapun menelepon orangtuanya jika akan mengubah rencana bulan madu dengan berangkat ke Turki. Alira berencana ingin mengajak Rey menetap di sana.


Mungkin dengan cara itu, Rey bisa melupakan Sabrina untuk selamanya.


Orangtua Alira sangat senang mendengar hal itu, mereka memang sejak lama ingin memintanya tapi tidak berani mengatakan karena segan terhadap Rey.


Setelah memutuskan panggilan, Alirapun beranjak membersihkan diri untuk segera tidur.


Sementara Rey masih berkeliling, dia berharap akan melihat Sabrina di tempat-tempat perbelanjaan.


Namun dia kembali kecewa karena tidak melihat sosok Sabrina ada di manapun.


Rey akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel saat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 11 malam. Lalu diapun memecet bel untuk membangunkan Alira.


Alira pun terbangun dan sambil mengucek mata, diapun bertanya, "Mana barangnya Kak?"


"Dia tidak jadi titip Ra, karena mamanya akan datang kesini."


"Oh," hanya itu ucapan Alira karena dia yakin jika Rey telah membohonginya.


Alira pun kembali tidur, dia tidak mau mengajak Rey untuk berdebat lagi. Yang terpenting besok pagi dia akan menerima kabar menggembirakan dari orang-orang suruhannya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2