MAAFKAN AKU, CINTA

MAAFKAN AKU, CINTA
BAB 25. BERBOHONG


__ADS_3

Sesampainya Rey di tempat kost-kostan, dia kecewa karena teman Sabrina ternyata sudah pindah sejak lama.


Tidak ada jalan lain lagi untuk menemukan Sabrina selain dirinya harus pergi ke Bali.


"Aku harus ke Bali, aku akan mencari Sabrina, Aku tidak akan membiarkan anakku lahir tanpa ayah," monolog Rey.


Rey pulang ke rumah, sedangkan Alira pergi belanja ke swalayan dulu, supaya ada alasan jika ada yang bertanya dirinya pergi kemana.


Mama Rey merasa heran saat melihat Rey pulang dengan wajah murung.


"Kenapa kamu Rey, Mama lihat tidak bersemangat? Apakah di rumah sakit sedang ada masalah?"


"Iya Ma, sepertinya Rey harus keluar kota dan menunda keberangkatan bulan madu. Rey bingung Ma, bagaimana cara mengatakannya kepada Alira. Dia pasti sangat kecewa?"


"Alira pasti mengerti Rey, kamu coba bicaralah dengannya."


"Rey akan coba Ma, mudah-mudahan Alira mau mengerti. Rey ke kamar dulu ya Ma."


"Oh ya Rey, tadi Alira pamit belanja ke swalayan, tapi kenapa belum pulang ya. Mama khawatir, takut terjadi apa-apa dengan Alira."


Nggak apa-apa Ma, barangkali banyak barang yang Alira beli, makanya dia lama memilih.


"Ya sudah, Mama mau ke kamar dulu ya Rey. Jika mau makan minta tolong Bibi saja untuk memanaskan makanan."


"Oh ya Ma, apa Sabrina sudah memberi kabar?"


"Kata Bibi, tadi dia telepon mengabarkan jika dirinya sudah sampai dan besok mulai bekerja."


"Apakah Rina memberitahu alamatnya Ma?"


Kata Bibi, tadi Sabrina buru-buru dan belum memberikan alamat kantor serta tempat tinggalnya.


Di kamar hotel, Sabrina merebahkan tubuhnya sembari mengotak-atik ponsel, dia mencari informasi tentang aborsi.


Akhirnya Sabrina pun menemukan alamat seorang dukun bayi dan besok pagi dia akan mendatangi alamat tersebut.


Rasa lelah membuat Sabrina tertidur dan dalam tidurnya, diapun bermimpi.

__ADS_1


Sabrina bermimpi di datangi oleh seorang anak laki-laki dan anak itu menangis sembari memeluk kakinya.


Anak itu tidak mau melepaskan pelukannya. Makin dipaksa diapun makin erat dan lebih menguatkan suara tangisnya.


Bahkan anak itu memohon agar tetap diperbolehkan untuk ikut. Kata bunda yang keluar dari mulut bocah itu, akhirnya membangunkan Sabrina. Dan sambil mengelus perutnya yang masih rata, Sabrina pun kembali menangis.


Sabrina meminta maaf kepada bayi dalam perutnya, dia menyesal telah berniat untuk membuangnya.


Akhirnya Sabrina pun bertekad akan mempertahankan bayinya meski apapun yang terjadi.


Bunyi kruyuk dari dalam perut Sabrina membuatnya bangkit dan menelepon pihak hotel agar mengantarkan makanan.


Makanan pun tiba dan ketika Rina hendak menyantapnya, ponselnya pun berdering, ternyata dari Nenek Mawar.


Nenek menanyakan apakah Sabrina sudah makan atau belum, jika belum beliau akan meminta Mario agar mengantarkan makanan ke tempat Sabrina.


Sabrina mengangkat piring makannya hingga membuat Nenek mawar mengurungkan niatnya.


Selesai makan, Sabrina pun menelepon Risya, dia ingin memastikan apakah besok bisa bertemu dengan suami Risya.


Risya berjanji, besok akan menjemput Sabrina dan mengantarnya ke rumah nenek Mawar.


Setelah mengakhiri panggilannya, Sabrina pun kembali berbaring sembari membuat akun medsos baru dengan nama samaran.


Di kamar Rey, Alira baru saja tiba dan dia melihat Rey sudah tertidur pulas sembari memegang ponselnya.


Alira diam-diam mengambil ponsel tersebut, lalu diapun memeriksa isinya. Alira ingin tahu, apakah ada hal tentang Sabrina yang Rey sembunyikan di sana.


Lira tidak menemukan apapun selain foto-foto Sabrina dan juga dirinya.


Dan Lira melihat ada panggilan keluar ke nomor Sabrina beberapa menit sebelum dirinya pulang. Tapi Alira tahu, jika nomor tersebut sudah tidak aktif lagi.


Lira berharap, akan lebih baik jika Sabrina menghilang dan tidak akan pernah kembali selamanya. Lira tidak mau jika kepulangan Sabrina hanya akan menimbulkan masalah bagi keutuhan rumah tangganya.


Setelah tidak menemukan kejanggalan apapun, Alira pun mengembalikan ponsel Rey dan ikut membaringkan tubuh di sebelah suaminya.


Rey ternyata tidak tidur, jadi diapun tahu tentang apa yang baru saja Alira lakukan. Rey merasa Alira mulai mencurigainya dan dia harus lebih berhati-hati menyimpan rahasia tentang Sabrina sampai Rey bisa menemukan dan memastikan jika Sabrina mau menerima pertanggungjawaban darinya.

__ADS_1


Jika saat itu tiba, Rey baru akan mengatakan semuanya kepada keluarga serta Alira. Dan Rey pasrah menerima apapun keputusan Alira terhadap pernikahan mereka.


Hari pun meringsek pagi dan Rey yang tidak tidur, matanya mengantuk. Sejenak diapun terlelap hingga terdengar suara Alira membangunkannya sembari membawa segelas kopi.


Rey bangkit membersihkan diri dan menjalankan ibadah meskipun telat.


Kemudian Rey pun menyeruput kopinya sambil memikirkan dan mencari alasan yang tepat agar Alira memberi izin dirinya pergi ke luar kota untuk mencari Sabrina.


Saat menemukan ide, Rey pun memegang tangan Alira dan berkata, "Al, aku ingin mengatakan sesuatu hal tentang bulan madu kita dan aku harap kamu mengerti tentang posisiku."


"Ada apa Kak, Kakak jangan buat aku penasaran dan takut. Ada apa dengan bulan madu kita?"


"Maaf sebelumnya Ra, mungkin kita akan menundanya untuk beberapa minggu, sampai urusan pekerjaan ku selesai."


"Bukankah Kak Rey sedang cuti, jadi urusan apalagi yang dipikirkan? Oh aku tahu, pasti Kak Rey menunda lagi karena urusan Sabrina kan?"


"Nggak Lir, memang ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan. Kalau kamu nggak percaya, boleh tanya Dokter Inayah dan juga Dokter Dodi, mereka juga akan ikut ke pertemuan di luar kota."


Sementara ini Alira percaya, tapi besok dia akan mencari tahu apakah Rey jujur atau membohonginya.


"Ya sudah Kak, kalau itu memang pekerjaan penting aku nggak masalah, tapi jika Kakak membohongi ku, aku tidak akan pernah memaafkan Kakak," ancam Alira.


Rey hanya mengangguk, saat ini tidak ada cara lain lagi selain membohongi Alira.


Tapi Rey memang akan mengajak Dokter Inayah dan Dokter Dodi yang kebetulan ada kepentingan di rumah sakit yang ada di Bali.


Rey minta tolong ke mereka untuk membantunya, dia menceritakan masalahnya kepada Dokter Dodi, yang malam itu juga ikut hadir dalam pesta bujangnya.


Alira pun mengajak Rey untuk sarapan karena bunda dan yang lain sudah menunggu mereka.


Saat sarapan Alira sengaja menanyakan tentang kabar Sabrina, dia ingin tahu di mana Sabrina tinggal.


Namun jawaban Bu Murni dan Bunda membuat Alira kecewa. Jika Alira tahu alamat Sabrina, dia bisa beralasan ikut Rey keluar kota untuk menjenguk Sabrina.


Mereka pun makan dalam diam, Bu Murni jadi sedih saat teringat Sabrina. Beliau rindu dan ingin segera menyusul serta tinggal bersama Sabrina.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2